Effi susanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Muharam dan Bubur Suro

#Tagur 1068/1808

Muharam dan Bubur Suro

Setiap memasuki bulan Muharam, sebagian masyarakat Jawa mengenal tradisi membuat Bubur Suro. Bubur ini bukan sekadar makanan, tetapi simbol rasa syukur, doa, dan harapan agar diberi keselamatan sepanjang tahun yang baru.

Bubur Suro biasanya disajikan pada tanggal 10 Muharam atau bulan Suro dalam penanggalan Jawa. Beragam bahan yang digunakan melambangkan kebersamaan, keberkahan, dan rezeki yang berlimpah. Tradisi ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi karena bubur dibagikan kepada tetangga dan kerabat.

Di balik kesederhanaannya, Bubur Suro mengajarkan bahwa kehidupan yang baik dimulai dari rasa syukur, kepedulian, dan doa yang tulus kepada Allah SWT. Semangkuk bubur, sejatinya menyimpan pesan agar manusia selalu rendah hati dan berbagi kebaikan kepada sesama.

Gemurung_25 Juni 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post