Effi susanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Cerita Anak Kampus (3) Empat Hari Bersama Nasi Telur

#Tagur 1088/1828

Cerita Anak Kampus: (3) Empat Hari Bersama Nasi Telur

Senin pagi ketika tersadar dari tidur, Dimas membuka dompetnya.

Isinya satu lembar uang lima puluh ribu.

Ia menghela napas panjang.

"Transfer bulanan orang tua masih seminggu lagi. Berarti... kita harus bertahan."

Ia menatap kalender yang ditempel di dinding kos penuh dengan lingkaran-lingkaran spidol merah.

Empat hari lagi.

Kalau dihitung-hitung, uang itu harus cukup untuk makan, fotokopi tugas, dan ongkos ke kampus.

Mustahil.

Akhirnya ia mengambil keputusan yang menurutnya paling masuk akal.

"Mulai hari ini... menu kita nasi telur."

Siang itu ia membeli dua kilogram beras dan satu rak kecil telur. Penjual warung tersenyum.

"Banyak amat telurnya, Mas."

"Iya, Bu. Lagi latihan jadi chef."

Padahal, dalam hati Dimas menjawab, lagi latihan jadi anak kos yang tahan banting.

Hari pertama, telur dadar.

Hari kedua, telur ceplok.

Hari ketiga, telur orak-arik.

Hari keempat...??????

Dimas menatap telur terakhir di meja.

"Apa lagi, ya?"

Teman sekamarnya, Arga, nyeletuk, "Coba direbus. Biar serasa menu hotel."

Mereka tertawa....ha ha ha ha ha

Tawa yang sederhana, tetapi cukup membuat kamar kos terasa hangat.

Di kampus, teman-temannya sibuk membahas tempat makan baru yang sedang viral.

"Ayo ikut!"

Dimas menggeleng.

"Nanti saja."

Ia memang tidak ikut. Bukan karena tidak ingin, tetapi karena uangnya lebih memilih disimpan daripada dihabiskan demi satu kali makan.

Lucunya, ia tidak merasa paling menderita.

Di kelas, ternyata ada teman yang setiap hari membawa bekal dari rumah.

Ada yang bekerja malam sebagai barista.

Ada yang menjadi kurir setiap akhir pekan.

Ada yang berkerja antar jemput mahasiswa

Ada pula yang diam-diam sedang menunggu beasiswa cair.

Semua sedang berjuang dengan caranya masing-masing.

Sore itu, Dimas membuka kotak bekalnya.

Lagi-lagi nasi dan telur.

Seorang teman duduk di sebelahnya.

"Masih menu favorit?"

Dimas tertawa.

"Bukan favorit. Ini sponsor utama."

Temannya ikut tertawa, lalu menyodorkan dua potong ayam dari kotak makannya.

"Nih, tukeran."

"Lho, jangan."

"Udah. Besok gantian kalau kamu kaya."

Mereka tertawa lebih keras.

Ternyata, persahabatan memang sering hadir dalam bentuk yang sederhana. Bukan traktiran mahal, melainkan sepotong lauk yang dibagi tanpa diminta.

Empat hari akhirnya berlalu.

Kiriman dari orang tua masuk ke rekening.

Dimas langsung menelepon ibunya.

"Bu, uangnya sudah masuk."

"Iya, Nak. Maaf telat ya."

"Nggak apa-apa, Bu."

"Kamu makan yang sehat, kan?"

Dimas melirik telur yang masih tersisa dua butir.

"Iya, Bu. Sehat kok."

Ia memilih tidak bercerita bahwa selama empat hari terakhir menu andalannya hanya nasi dan telur. Ia tahu, ibunya pasti akan kepikiran.

Malam itu, Dimas mengajak Arga makan di warung pecel lele.

"Hari ini kita pesta."

"Pesta?"

"Iya. Pakai es teh."

Mereka kembali tertawa.

Dalam perjalanan pulang, Dimas sadar bahwa masa kuliah memang tidak selalu dipenuhi tugas menumpuk, nongkrong estetik sambil ditemani kopi, atau liburan setiap akhir pekan. Ada hari-hari ketika satu butir telur harus dibagi dengan rasa syukur, dan ada hari-hari ketika tawa bersama teman kos terasa lebih mengenyangkan daripada lauk yang mewah.

Empat hari bersama nasi telur ternyata mengajarkannya satu hal.

Hidup tidak selalu tentang apa yang ada di atas piring.

Kadang, yang membuat kita tetap kuat adalah orang-orang yang setia duduk di sekeliling kita, menemani kita, baik dalam keadaan senang ataupun susah.

Gemurung_16 Juli 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post