Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Anda Berani Membolos sepertiku, jika Kuliah di Jepang ?

Anda Berani Membolos sepertiku, jika Kuliah di Jepang ?

Anda Berani Membolos sepertiku, jika Kuliah di Jepang ?

Tiba tiba terlihat olehku ada secarik kertas kecil di loker pintu masuk kamar 108 di Asrama mahasiswa asing di Nishimachi (Kota wilayah barat), milik Universitas Nagasaki, Jepang yang aku tinggali selama menjalani status mahasiswa. Saat itu, aku akan berangkat untuk mengikuti perkuliahan pada hari yang masih berkabut dengan penuh semangat. Saat kulirik jam tanganku, waktu masih menunjukan pukul 07.35 WIJ, dan udara masih sangat dingin sekitar –1 derajat Celcius ,karena saat itu sedang musim dingin dan turun hujan salju yang sangat lebat pada hari kemarinnya dan hal itu biasa terjadi di bulan Januari akhir.

Saat aku baca lebih teliti lagi, surat yang tertulis dalam huruf Hiragana, Katakana dan Kanji itu merupakan surat panggilan untukku untuk segera menghadap Professorku, Mr. Inage , Ph.D. Beliau adalah dosen mata kuliah Linguistik dan juga merupakan overseas academic advisor ( Pendamping Akademis untuk Mahasiswa Asing) yang ditunjuk untuk bertanggung jawab semua hal yang berkaitan dengan pendidikan, nilai akademis, perkuliahan dan pengaturan program serta jadwal selama perkuliahan di Nagasaki.

Di surat Panggilan yang berasal dari Ryugakusei Senta ( Pusat Studi Mahasiswa Asing, dimana semua mahasiswa harus belajar Bahasa Jepang, Budaya, Matrikulasi Materi Kejurusan, dan lain lain), tertulis bahwa aku harus menghadap Professorku pada jam 15.00 WIJ (Waktu Indonesia Bagian Jepang), berarti Jam 13.00 di Indonesia karena selisih 2 Jam.

“Wah, ada apa ya ?”, gumanku dalam hati. Biasanya, Inage sensei , jika memanggilku hanya cukup dengan berkirim pesan lewat SMS (short message service). Jadi selama sepagian di perkuliahanku di kelas Ryugakusei Senta itu, pikiranku menjadi kemana mana dan menebak -nebak apa yang salah pada diriku atau apa yang telah aku lakukan ?. Hal itu membuat diriku tidak bisa fokus pada materi perkuliahan yang diberikan oleh Matsumoto sensei yang cantik itu.

Saat istirahat , aku bergegas untuk sholat dhuhur dengan mahasiswa muslim dari berbagai negara di ruangan khusus yang sudah disediakan oleh kampus. Sesegera selepas sholat, aku ke Shokudo ( Kantin kampus) untuk makan siang. Sambil menikmati hidangan, seperti biasa, kami bersebelas adalah semua mahasiswa Indonesia dari seluruh tanah air berkumpul di satu meja makan yang besar. Perlu diketahui juga, bahwa Shokudo (kantin) mahasiswa di kampusku ini berlantai 2, dan bisa menampung 5000 mahasiswa sekaligus saat makan siang. Besar dan luas khan ?. Bagaimana luas kantin di sekolah kita ya ?.

Nah, saat sambil makan, aku bercerita pada senpai (senior), yaitu Pak Yusli Wardiatno yang saat itu masih berstatus mahasiswa senior untuk program Doktornya, dan sudah menyekesaikan S-2nya di Denmark.serta sekarang beliau adalah. Professor Ir. Yusli Wardiatno, M.Sc, Ph.D, dosen di IPB, Bogor, yang sudah tinggal di Nagasaki selama hampir 2 tahun. Jadi wajar jika aku berkonsultasi dengannya tentang surat panggilan itu.

Dengan wajah serius, Pak Yusli memberitahu,” Wah, ini masalah serius, jarang ada panggilan surat seperti ini. setahuku, biasanya pelanggaran nih.!. apalagi untuk mereka penerima beasiswa monbusho. Sangsinya bisa berat, nih..!”. Langsung saja, aku terdiam. Makanan yang tadinya lezat langsung terasa hambar dan segera hilang selera makanku. Belum sempat berfikir lebih dalam tentang pelanggaran apa yang aku lakukan, tiba tiba, temanku sebut saja pak Mardha, juga ikut nyeletuk, “ Pak Yusli, ini, saya juga dapat panggilan untuk menghadap Professorku di fakultas Perikanan nanti sore jam 15.00 WIJ. tapi saya nyantai sajalah, paling paling juga diajak diskusi masalah perikanan”.

Memang, Pak Yusli dan Pak Mardha merupakan mahasiswa di fakultas Perikanan Suisan Gakubu), sedangkan aku di fakultas Pendidikan (Kyouiku Gakubu) di Universitas Nagasaki di Kampus Bunkyo Machi, karena masih ada kampus Nagasaki di lokasi yang berbeda tergantung dari fakultas dan jurusannya.

Segera, aku dan Pak Mardha berdiskusi, pelanggaran apa yang telah kami lakukan, dan…kami berpandangan sambil tertawa terbahak bahak. “Ini pasti, saat kita membolos kemarin. Itu menurutku ,lho,..yakin itu !”, teriak pak Mardha. Akupun sependapat dengannya. Pak Yusli heran dan bertanya ,” Mbolos ?!,.berani membolos saat kuliah di Jepang?,..lha, anda berdua ini, emangnya pada kemana ?”.

Akhirnya aku bercerita,”Kemarin saat kita berdua berangkat ke kampus, kami berdua membolos pada jam kuliah pagi sampai dengan siang jam 1, karena pada malam hari sebelumnya turunlah hujan salju yang sangat lebat dan itu semalaman., bahkan aku malam itu sempat keluar kamar dan bertakbir “Allahu Akbar..!”, karena seumurku ini , baru pertama kali melihat salju, yah, beginilah jika jadi orang desa ya.,Pak,” pada pak Yusli.

Sebagai catatan, bahwa Nagasaki terletak di sebelah selatan Kepulauan Jepang, yang secara otomatis ketebalan salju saat turun adalah yang paling tipis, kecuali yang tinggal di Hokkaido, sebut saja temanku si Dwianto Hendro dari Cilacap, yang ditempatkan di Universitas Hokkaido, saljunya bisa 1,5 meter tuuh.

Namun entah kenapa, saat aku di Nagasaki, ketebalan saljunya mencapai setengah meter, biasanya sekitar maksimal 10 cm. makanya, kami berdua berani membolos hanya untuk bermain main salju di lapangan kampus dengan beberapa mahasiswa Jepang dan asing lainnya. Juga perang lempar bola salju jugalah, serta membuat boneka salju yang sering anda lihat jika musim salju di Negara empat musim itu. Jika anda mengatakan bahwa masa bahagiaku kurang kecil, tidak apa apa, saya terima saja deeh,. Ups.

Singkatnya Pukul 15.00, setelah semua perkuliahan berakhir, aku segera menuju ruangan Professorku, demikian juga temanku Pak Mardha. Fakultas kami berseberangan terpisahkan oleh Gedung Rektorat berada di tengah kampus. Saat di depan pintu ruang riset Professorku, aku segera mengambil nafas dalam dalam dan berusaha tidak gemetar dan takut. Bayangan jika melanggar, beasiswa akan dicabut, selalu menghantui pikiranku.

Dengan mengucap Bismillah, kemudian, aku ketuk pintu ruang Professorku, dan segera terdengar suara yang berwibawa dan keras,” Hai, Dozo..!”. ( Ya, silahkan masuk). Aku dengan pelan membuka pintu sambil menyapa beliau, “ Sumimasen, o jama shimasu, sensei !”. ( Maaf, telah mengganggu waktu, pak Dosen). Tiba tiba, beliau menyuruhku duduk dan tidak melihatku sama sekali, karena beliau sedang memperhatikan layar monitor laptop di depannya. Setelah itu, beliau menoleh dan menggeser kursinya dan menatapku dengan wajah dingin dan serius, Mukanya merah yang aku tidak tahu itu karena cuaca dingin atau menahan amarah padaku.

Untuk beberapa saat, kamu berdua diam, dan kemudian beliau berkata dengan nada pelan, dingin dan rasanya seperti menusukkan pisau ke perutku ini. “Saya mendapat pemberitahuan resmi dari Pusat mahasiswa asing (Ryugakusei Senta,red.) bahwa ada 2 mahasiswa asing dan salah satunya adalah mahasiswaku yang telah meninggalkan kelas dari jam pertama sampai perkuliahan siang.

Saya tidak tahu akan berkata saya harus marah atau kecewa denganmu sebelum saya mendengar penjelasanmu kemana dan kenapa kamu membolos kemarin dan apa yang kamu lakukan. Tolong jelaskan pada saya, karena segera akan saya laporkan ke Kepala Ryugakusei Senta secara resmi. Karena hal ini menyangkut keberhasilan akademismu sampai lulus di kampus ini. itu adalah tanggung jawab saya sebagai professormu..!”.

Rasanya aku langsung bingung dan takut bagaimana menjelaskan hal ini. Akhirnya aku putuskan bahwa aku harus jujur, harus berani menima resiko, baik dimarahi, dicabut besiswaku, pokoknya pasrah. Berani berbuat harus berani bertanggung jawab. Sejurus kemudian aku jelaskan dan sebelumnya aku minta maaf, bahwa hari kemarin aku membolos itu karena bermain salju di lapangan kampus.

Juga aku sampaikan bahwa pada malam harinya aku bermain hujan salju di halaman asrama mahasiswaku dan juga paginya salju masih sangat tebal,aku memutuskan untuk bermain dengan beberapa mahasiswa lainnya di lapangan yang bersalju tebal. Aku jujur menyampaikan bahwa seumur hidupku aku tidak pernah melihat, memegang dan bermain salju, karena itu adalah hal yang luar biasa bagiku. Aku pasrah jika akan menerima hukuman dari Professor setelah aku bercerita apa adanya.. Setelah itu aku diam pasrah dan mengamati beliau.

Tiba tiba, Professorku tertawa terbahak bahak yang menganggetkanku, sambil berdiri dan berkata padaku, “ Eko san, saya suka denganmu. Ceritamu tulus dan jujur, itu yang sangat penting di kehidupan masyarakat Jepang, nanti akan saya ceritakan pada Kepala Ryugakusei senta tentang hal ini. Saya yakin, pasti beliau akan memaklumi kenapa kamu membolos kemaren, dan tolong jangan diulangi ya..!”.

Dengan masih tertawa, beliau memakai jaket musim dinginnya sambil berkata padaku lagi ‘” Karena kamu jujur dan polos, pasti kamu kedinginan kemaren ya, untuk itu agar tidak sakit, kamu sebaiknya ikut saya..ayo !;”. Aku tertegun sesaat karena masih kaget, yang reaksinya pasti akan berkata kasar dan menunjuk nunjuk mukaku karena telah membuat malu beliau kok jadi berbeda dari bayanganku. Dengan sedikit takut, aku bertanya pada beliau, “ Maaf, Prof., kita mau kemana..?”.

Aah, ternyata, malam itu, aku diajak naik mobil sportnya Nissan GTR, Skyline, yang harganya wuiih, bisa hampr 1 M, tuh..dan kaget juga, ternyata sore itu aku diajarin bagaimana bermain Bowling di salah satu tempat yang terkenal di belakang kampus dan yang lebih mengejutkan lagi, malam itu aku dijamu makanan lobster dan seafood lainnya di restoran yang terkenal di Nagasaki.

Waah, beruntung juga aku nih hari itu ,berkat cerita jujur itu tadi.aku jadi dimuliakan nih. Eh, Bagaimana ?,..Mau tahu berita tentang pak Mardha. Aduh, kasihan, ternyata…ups, maaf !.

Nagasaki, 26012020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post