Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pengamen itu meraih gelar Doktor, Professor dan Jadi Rektor

Pengamen itu meraih gelar Doktor, Professor dan Jadi Rektor

Pengamen itu meraih gelar Doktor, Professor dan Jadi Rektor

Mungkin anda boleh tidak percaya dengan judul yang aku tulis di atas itu. Tapi memang demikianlah kenyataannya. Hidup ini rasanya penuh misteri illahi. Apa yang kita mohonkan pada Allah SWT, dan apa yang kita dapatkan justru melebihi harapan kita sendiri. Sungguh, rasanya akan berdosa sekali jika tidak pandai mensyukuri nikmat NYA.

Seperti judulku di atas, rasanya aneh ya, para pengamen kok bisa menjadi Doktor ?..eitts, jangan salah duga dulu karena yang dimaksud pengamen ini adalah kami semua yang saat itu sedang menempuh studi lanjut dengan berbagai program dan fakultas di Universitas Nagasaki, Jepang. Kami semua bersebelas orang dari seluruh penjuru tanah air, mulai dari Riau, Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua sering berinterkasi baik di dalam kehidupan kampus maupun di kehidupan sehari meskipun bertempat tinggal yang berpencar di Kota Nagasaki dikarenakan ada yang harus tinggal di asrama mahasiswa, ada yang diapartemen juga di Mansion atau rumah kontrakan.

Kampus Universitas Nagasaki, terdiri dari kampus utama di Bunkyo machi, dan satunya di dekat daerah Sakamoto,untuk fakultas Kedokteran dan masih ada satu lagi di tempat yang berbeda untuk fakultas Ekonomi dan Hukum.

Kota Nagasaki ini tempat yang bersejarah. Jadi, jika anda semua ingat kota kedua setelah Bom Atom dijatuhkan di Hiroshima, kota selajutnya adalah Nagasaki. Berdasarkan buku sejarah, sebetulnya sasaran kedua bukanlah kota Nagasaki, melainkan Kota Kokura, karena sebagai kota Arsenal, atau Gudang senjatanya Jepang saat perang dunia ke dua. Entah karena apa,mungkin karena kota Kokura tertutup awan tebal, maka pengeboman dialihkan ke kota Nagasaki yang merupakan pangkalan Galangan pembuatan kapal untuk Angkatan laut Jepang saat itu, pada tanggal 9 Agustus 1945. Dampaknya, bom atom yang meledak yang diperkirakan sekitar 500 meter di atas permukaan tanah tersebut, dan mengakibatkan sekitar 80 ribu penduduk tewas seketika atau dalam waktu 10 detik pertama, terutama penduduk sipil dan anak sekolah.

Nah, Kampus Nagasaki tempat kami belajar itu, dulunya merupakan Mitsubishi Arms Factory , tempat pembuatan senjata dan peralatan militer Jepang, secara otomatis hancur lebur rata dengan tanah dengan korban ribuan pekerja di dalamnya saat itu. Setelah itu di tahun 1946, Kampus Universitas Nagasaki didirikan untuk mengembangkan Jepang menjadi Negara hebat melalui pendidikan , budaya dan tehnologi. Itu ternyata terbukti kan ?. Hanya pendidikanlah yang bisa membuat suatu Negara menjadi hebat dan maju. Bagaimana dengan kita ? slogan Merdeka belajar dan Guru merdeka masih belum jelas perwujudannya yang bagaimana untuk menjadi Indonesia hebat.

Kami semua, mahasiswa yang belajar di Chodai, nama lain dari Universitas Nagasaki, menerima beasiswa yang relatif berbeda walaupun dengan selisih yang tidak jauh. Ada beasiswa Monbusho, STUNED, LPDP, Rotary Club, juga Beasiswa Hitachi, serta Women’s club. Bahkan kampuspun juga memberikan beasiswa lho. Jadi jangan ragu jika mau kuliah di Jepang.

Saat kami mendapat liburan, ataupun waktu senggang, terutama sabtu dan minggu, sambil mengisi dengan kegiatan yang positif, beberapa dari kami yang beasiswanya kecil, sering berusaha mendapatkan kerja sampingan atau Part time Job, yang dalam bahasa Jepangnya adalah Arubaitu, berasal dari bahasa Jerman, Arbeit. Tapi ingat, untuk penerima beasiswa Monbusho, jangan harap bisa mendapat kartu untuk izin Arubaito dari kantor urusan mahasiswa asing (Ryugakusei Ka), karena beasiswa itu sudah merupakan beasiswa tertinggi di jepang. Yaah, namanya orang Indonesia, ya tetap mencuri curi kesempatan, yaitu mencari uang saku tambahan dengan mengajar bahasa Inggris atau bahasa Indonesia pada orang Jepang yang ingin berlibur ke Bali. Kami semua juga mengamen ( bermain musik untuk menghibur orang lain). Tapi sebentar, jangan membayangkan bahwa kita mengamen dengan datang dari satu rumah ke rumah orang di jepang, atau di warung ke warung bahkan di perempatan jalan, ha.ha..bisa langsung dipulangkan daah ke tanah air, dan itu pasti bila tertangkap pihak polisi atau imigrasi. Tanpa ampun deh.

Kami ber enam, aku sebagai pemegang lead gitar akustik, ada pak Yusli sebagai vokalis, kemudian pak Irvan sebagai pemain gitar ke dua, pak Abdul Jabar Ibrahim, sebagai pemegang gitar sekaligus vokalis, Pak Bambang sebagai backing vokalisnya dan Bu Indah, sebagai vokalis utama. Masih ditambah untuk vokalis cadangan ada si Wayan, dan Wiliem. Jadilah kita group musik Unplug ( tanpa gitar elektrik), yang tampil di panggung di satu restoran di pusat kota Nagasaki,yaitu di Chikyu kan, keren kan ?. nah mau tahu lagu yang kami bawakan ?. Bisa anda tebak ? Tentu saja, karena rasa nasionalisme kita para mahasiswa, lagu yang kita tampilkan adalah lagu dari Indonesia, old and new song, begitu temanya. Ternyata, sehari sebelumnya, sudah dipromosikan kepada masyarakat ,bahwa di Restoran ini akan menyajikan semua masakan Indonesia plus sambil menikmati hidangan, akan ditampilkan lagu lagu dari Indonesia. Wow, sesuatu banget di hati ini deh..!

Alhamdulillah, pecinta lagu Indonesia di acara kami tampil ngamen itu, ternyata mendapat tanggapan yang luar biasa, bahkan pihak restoran sudah menyiapkan semua lagu yang akan kami tampilkan dan sudah di ketik dalam huruf katakana dengan terjemahannya, serta diletakkan di meja saat tamu menikmati masakan Indonesia agar mereka bisa ikut menyanyi dengan kami. Satu penyanyi yang mempunyai suara paling merdu adalah pak Abdul Jabarsyah Ibrahim. Beliau menyanyikan lagunya Bimbo, Flamboyan, dan mendapatkann respon yang luar biasa dari para tamu undangan. Suara beliau yang serak dengan vibrasi getaran suaranya sangatlah merdu. Suara beliau menghanyutkan tamu undangan, dan kami juga terbawa rasa keharuan saat beliau menjiwai menyanyikan lagu itu. Setelah itu, Bu Indah, membawakan lagu Bengawan Solo, Ciptaan Gesang, atas permintaan Orang jepang yang agak tua. Dan orang Jepang tersebut menangis tersedu saat bu Indah mengalunkan lagu itu, kami semua hanya saling berpandangan karena tidak bisa menebak apa yang ada di dalam pikiran dan hati orang Jepang tersebut. Sampai saat inipun, aku masih terbayang , apa yang membuatnya menangis saat mendengarkan lagu Bengawan Solo itu ya.

Akhirnya, semua menyanyi dengan kompak selama mengamen yang berlangsung kurang lebih hamoir 1, 5 jam di Panggung. Setelah itu, Saat istirahat siang, kami ganti berpesta dengan masakan Indonesia yang sudah disiapkan oleh pemilik restoran. Rindu akan makanan jadi pengobat rindu akan tanah air tercinta, Indonesia. Sambil makan pak Abdul Jabar, berbisik kepadaku, “ Eko san, kamu tahu nggak, suaraku tadi, saat menyanyikan lagu Flamboyan-nya Sam Bimbo, seperti suara asli penyanyinya kan, juga vibrasinya, kan ?”. Belum sampai aku jawab, tiba tiba beliau menambahi, “ Aslinya aku tadi gemetar, nervous dan takut, tapi tetap nekad menyanyi, eh,kok malah bagus, dan mendapat aplaus pendengar, tapi aslinya ya gemetar itu tadi”. Sambil tertawa beliau melihatku.

Setelah santap siang hampir usai, pak Abdul Jabar masih menanyaiku dengan suara agak keras dan terdengar yang lainnya, “ Eko san, kamu kok hanya main gitar saja, kenapa tidak menyanyi ?. kami semua tadi nyanyi satu persatu, kecuali kamu..!”. tegasnya lagi. Akhirnya kujawab juga dengan wajah serius, “Begini pak, bukannya saya tidak mau menyanyi, nggak papa kok, suara saya menyanyi juga enak saja,. tapi ibuku pernah mengatakan begini, Nak..! (panggilan ibuku ke aku), Jika kamu menyanyi, ibu yakin suaramu enak, tapi menurut ibu, lebih enak lagi jika kamu tidak usah menyanyi saja…gitu, pak Jabar !”. Dan meledaknya semua tawa dari semua teman kuliahku di meja makan itu.

Saat studi kami di Universitas Nagasaki selesai dan semua pulang untuk mengabdi di tanah air,. Aku bangga mendengar bahwa semua sudah mendapat gelar masing masing., bahkan salah satunya adalah Bapak Professor, Ir Abdul Jabarsyah Ibrahim,M.Sc, P.hD, adalah Rektor Universitas Borneo ,dan Sekarang, Rektor Universitas Kaltara, Kalimantan. Bapak Prof. Ir. Yusli wardiatno, M.Sc.,Ph.D, Direktur Pengembangan Bisnis,.sekarang Kepala Divisi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Pusat Penelitian Lingkungan Hidup juga Kepala Divisi Produktivitas dan Lingkungan Perairan di Departemen MSP FPIK, yang juga Sekretaris Komisi C Senat Akademik di IPB., ada lagi Bapak Ir. Bambang Hermanto, M.Sc, Ph.D, pernah di Konsultan ADB (Asian Development Bank) untuk Indonesia, Juga bapak Wayan Sudiana, BSc.,M.Sc, satu lagi, Bapak Williem Danutirto, M.Sc, Direktur Nitendo wilayah ASEAN. Kelupaan, si Irvan Rondonuwu, B.Sc, M.Sc, Dosen Universitas Teknik Sam ratulangi, Menado,..Sedangkan aku ?. he.he.. tetaplah Guru, jika bukan guru pastilah pendidik, jika bukan itupun pastilah hanya pengajar, jika bukan keduanyapun, yahh, aku cuman guru saja.

Apapun, saat menjadi besar, jangan malu dengan perjuangan yang jatuh bangun dulu, jikapun sekarang jadi besar, tetaplah rendah hati dan mengabdi secara tulus. Setelah jadi Pejabat, ingat dulu saat bersama sama di tempat yang jauh dalam menuntut ilmu, sekarang semua kembali ke tanah air. Kami semua, sampai dengan sekarang , masih saling bersilaturahmi, baik langsung maupun lewat media sosial. Sungguh tidak ada yang sombong di antara kami semua, karena apapun tidak ada yang abadi di dunia ini dan tidak juga ada yang perlu dibanggakan kecuali ilmu yang bermanfaat untuk orang lain dan negeri tercinta, Indonesia ini. Terimalah hormat saya pada semua rekan dan sesama pengamen di Chikyu kan, Nagasaki, Jepang.

Salam Literasi.

Nagasaki, 30012020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post