Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Apa Gunanya Teman ?... Dimanfaatkan atau Dianiaya ?

Apa Gunanya Teman ?... Dimanfaatkan atau Dianiaya ?

Apa Gunanya Teman ?... Dimanfaatkan atau Dianiaya ?

What”s friend for ?, Used or Abused ?,..itu istilah bahasa Inggrisnya saat kita mencari tahu tentang arti pertemanan yang kemudian menjurus pada persahabatan dan terkahir menjadi persodaraan. Rasanya terdengar indah dan berjalan mulus saja sih. Bahkan pernah ada yang bilang, “Berteman kok pilah pilih..?”. Waah, jika aku dengar ada yang bilang begitu pasti akan kujawab, “ ya, iyalah,..harus pilah pilih dong !, karena salah memilih teman dampaknya bisa ke kita juga, iya kalau dampaknya baik, kalau jelek, gimana ?”.

Oleh karena itu, sebentar ,kita kembali ke judul di atas itu. Apa gunanya teman ?, ..lhah, mau berteman saja sampai mikir segitunya?..lha anda pernah mikir seperti itu apa tidak ?. Mau aku beritahu, terkadang kita tidak jujur, kita ini berteman dengan seseorang karena mau mengambil manfaat dari dia. Bisa jadi karena dia pandai, aah, nanti jika ujian ada yang bisa dicontekkin nih, ..atau waah, dia anaknya orang kaya, bisa sering nraktir gue deh. Aku yakin, banyak yang seperti itu. Terus, bagaimana dengan mereka yang sudah berada di dunia kerja ? jawabannya ya sama sajalah, berteman karena dia sedang jadi pejabat atau berkuasa, yang siapa tahu juga akan mendapat atau kecripatan pembagian jabatan dari teman anda tadi. Jadi prinsipnya, anda berteman tuh, karena ada maunya begitu. Tidak tulus dari dalam diri anda sendiri. Teman seperti ini, dijamin tidak akan langgeng dan mudah berselisih serta berpisah, bahkan bisa jadi malah bermusuhan.

Nah, selanjutnya, anda berteman dengan seseorang itu karena mau menganiaya. Anda mendapat kepuasan dalam diri anda untuk menganiaya teman anda sendiri. Jika anda kesal, senang, selalu anda lampiaskan pada teman anda. Jika di sekolah sudah disebut bullying tuh. Makna menganiaya ini bisa berupa fisik maupun kata kata lho, atau juga jika anda menjelek jelekannya di medsos, ..sudah itu alamat buruk deh. Contoh nyatanya gini, coba, pas anda ulang tahun, eeh, bukannya dapat kado, tapi malah lemparan air comberan, telur busuk dan tepung, ..bisa anda bayangkan, betapa menyedihkan hal itu khan. Lagi, saat jam pelajaran olahraga, eh, baju seragam kita disembunyikan waktu kita ada di kamar ganti pakaian, dan anehnya mereka semua tertawa kegirangan. Itu lho yang disebut menganiaya atau halusnya,mengerjain teman. Capek deh. Jika anda berteman dengan mereka, aku jamin , juga nggak akan langgeng deh sampai nanti.

Lha terus, teman yang bisa jadi sahabat sekaligus sodara itu yang bagaimana ?, nah, ntar dulu ya..jangan kaget, jika ada teman anda dan anda sendiri saling memanfaatkan, itu tanda tanda seorang sahabat lho, dalam arti melebihi arti dari seorang teman. Eh,..jika anda dan teman anda yang tadi saling mengambil manfaat satu sama lain, namun juga bisa saling menganiaya satu sama lain dengan teman yang sama tadi, nah itulah anda artinya mendapat seorang teman, sekaligus sahabat dan menjadi sodara anda,..dijamin langgeng deh persahabatannya.

Aku punya sahabat seperti itu, bahkan kami berdua sudah berteman mulai dari dari SD, SMP dan SMA, dan hanya berpisah itupun karena kuliah saja. Kami berdua saling membantu, dalam arti mengambil manfaat, juga saling menganiaya. Mau tahu namanya ? beliau adalah Bapak Drs. Subijanto, Kepala BPM TV Propinsi Jawa Timur, yang mengkomandani produksi semua materi bahan ajar media cetak maupun elektronik untuk semua tingkatan sekolah di Indonesia. Institusi ini berada di bawah Kemdiknas Jakarta. Sudah pernah dengar khan ?.

Pernah waktu masa SMP nya, beliau tertidur dikelas waktu pelajaran bahasa Inggris. Saat itu , aku masih ingat nama gurunya adalah bu Titik, beliau sangat ramah sekali. Tumben, si temanku, yang aku panggil Anto tadi tertidur di kelas hari itu, ternyata, dia habis perjalanan ke luar kota dengan ayahnya sehingga kecapekkan. Karena iseng, tiba tiba aku membangunkan dia, dan memberikan bukuku untuk maju dan mengerjakan soal di depan kelas tanpa ada perintah dari siapapun. Dengan terburu buru terbangun, temanku si Anto itu tadi, langsuung maju dan menulis jawaban di papan tulis. Sontak,satu kelas bengong semua termasuk guruku. Dengan heran, bu Titik bertanya pada kelas, “Anak anak, apakah ibu memberikan PR untuk dibahas hari ini ?”. Serentak semua temanku di kelas menjawab, “ Tidak ada bu..!”. Bu Guru ganti keheranan bertanya pada Anto, “ Lha. Mas, kamu ini mengerjakan apa kalau tidak ada PR ?”. Si Anto kelihatan bingung sambil setengah mengantuk, “ Kata Eko, saya harus mengerjakan nomer 1 sampai dengan 5 nomer bu ?”. Bu Titik tertawa terbahak bahak, sambil menambahi “, Owalah, mas, kamu tuh dikerjain Eko tuh,.. sana..! tanya Eko sendiri..ada ada aja, pasti kamu tadi tidur dikelas ya?”. Dengan bersungut sungut, temanku Anto kembali ke kursi yang duduk di sebelahku dan melempar bukuku. “Kamu tuh tega banget..!” dia berkata dengan wajah memelasnya. Aku hanya tertawa sambil merasa bersalah, namun suasana kelas masih riuh ramai banyak yang tertawa termasuk bu Titik.

Ternyata, kelak saat liburan masa SMA ku, dia membalasnya dengan lebih kejam. Saat itu, kami berdua mendaki Gunung Welirang di Malang yang kami tempuh dalam waktu semalam untuk naik, dan tiba di pucak saat subuh dan harus segera turun pada siang hari itu juga. Saat berangkat, tas carrierku, sudah terasa berat waktu mendaki, karena berisi bahan makanan. Nah , setelah sampai di puncak Gunung Welirang, kami harus kembali turun, namun kali ini, tas ransel atau carrierku (tas untuk mendaki Gunung) rasanya lebih berat daripada saat naik Gunung. “Ahh.. ini pasti karena aku kelelahan..”. pikirku. Begitu sampai di pos bawah, lhadallah, dengan santainya temanku si Anto, tiba tiba membuka tas carrieku dan mengatakan “, Trimakasih sobat, sudah bersedia membawakan batu belerang yang banyak untuk saya koleksi di rumah..!”. Ya ampunn, penyebab tasku menjadi berat itu ternyata adalah bongkahan batu belerang yang besar. Aduuh, rasanya gregeten buanget., tapi juga tak berdaya,. Aku ya cuman berkata lirih, “ Tega banget, ternyata tasku isinya batu bongkahan belerangmu, sampai pundakku sakit semua gini”. Namun,terlepas dari apapun, aku juga salah sih, tidak memeriksa isi tasku waktu turun gunung saat itu.

Alhamdulillah, persahabatanku dengan beliau bapak Subijanto mulai dari kecil sampai dewasa seperti ini masihlah sangat akrab, dan Sekarang, kami sering menghabiskan waktu untuk bernostalgia dengan kenakalan kami berdua di masa muda dulu.

Bagaimana dengan persahabatan anda, dianiaya, menganiaya, dimanfaatkan atau memanfaatkan ? semoga semuanya lengkap ada ya.

Surabaya, 08022020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post