APAKAH ANDA GURU POLIGLOT ATAU BILINGUAL?
APAKAH ANDA GURU POLIGLOT ATAU BILINGUAL?
Saya jadi teringat beberapa pejabat kita, sebut saja mantan Mendiknas kita, Bapak Prof. Dr. Ir. Muhammad. Nuh, M.Sc.,DEA atau Panglima ABRI, Marsekal TNI Hadi Tjajanto serta, ingat juga Presiden RI yang pertama?, Ir. Sorkarno ?. Nah, jika ingat semua akan dengan beliau beliau tersebut, mereka semua bisa disebut POLIGLOT. Pertanyaannya adalah, apakah poliglot itu ?.
Menurut id.wikipedia.org/w/php,Polyglot adalah seseorang yang mempunyai 4 kemampuan berbahasa yang berbeda juga tetap dalam ketrampilan berbicara, mendengarkan, menulis dan membaca. Misalnya bapak Muh. Nuh, beliau mampu menguasai Bahasa Indonesia, Arab, Inggris, Perancis, Jepang secara fasih. Juga beliau Pak Hadi Tjahjanto. Masih ingat kemampuan berbicara dengan menggunakan bahasa Perancis dengan calon salah satu taruna Akabri pada tahun lalu dan sempat viral. Jangan lupa juga. Presiden kita yang pertama, Ir. Soekarno, mampu berbicara 6 bahasa Asing. Nah, bagaimana dengan anda ?. Jangan-jangan anda juga termasuk Poliglot tanpa anda sadari nih. Darimana mereka semua memperoleh kemampuan itu. Jawabannya bisa belajar sendiri, bisa karena tugas ke luar negeri, atau karena tempat kelahirannya.
Sebagai guru, jika anda mampu menguasai bahasa lebih dari 4 bahasa yang berbeda, itu merupakan suatu keuntungan dalam meningkatkan pengetahuan anda untuk mendapatkan informasi serta memudahkan kelancaran tugas anda. Pada umumnya, orang di seluruh dunia itu hanya menguasai 2 bahasa yang berbeda. Itu disebut dengan Bilingual. Mungkin tidak anda sadari bahwa kemampuan polyglot yang anda miliki ini telah membantu anda di dalam menyelesaikan semua urusan atau kegiatan dalam ranah apapun dikehidupan ini.
Apakah mempunyai kemampuan 4 penguasaan yang bukan bahasa asing semua, melainkan bahasa daerah bisa disebut Poliglot ?. Jawabannya tentu saja bisa, asal selama tetap dalam 4 ketrampilan berbahasa tersebut (berbicara, mendengarkan, menulis dan membaca). Misalnya,saya orang jawa, berbahasa jawa-L1, bahasa Indonesia-L2, bahasa Inggris-L3, bahasa Jepang-L4. (4 Bahasa). Anda ? ,misalnya mampu berbahasa Jawa-L1, berbahasa Indonesia-L2, berbahasa Batak-L3 dan berbahasa sunda-L4. Jika anda seperti itu, anda juga bisa disebut polyglot.
Belajar bahasa itu mungkin mudah bagi beberapa orang lain, tapi sulit bagi orang lainnya yang berbeda. Seperti orang bermain gitar atau piano, terlihat mudah bagi otak seseorang, tapi menjadi sulit bagi mereka dengan cara kerja otak yang berbeda pula. Saya tidak akan membahas metode belajar bahasa itu, karena nanti akan lebih luas cakupannya. Apapun, jika anda hanya mampu berbicara 2 bahasa, anda sudah disebut Bilingual. Nah, apakah ada yang monolingual ? jawabannya ada tuh. Misal, orang tua zaman dulu, hanya mampu bicara bahasa Jawa saja atau batak saja, juga Madura saja, bahkan mereka tidak mampu bicara bahasa Indonesia sama sekali. Tapi saat ini jumlah yang monolingual ini semakin lama semakin berkurang karena program pendidikan tentunya.
Nah, jika anda guru dengan kemampuan polyglot, coba buatlah murid anda terisnpirasi dan mau belajar banyak bahasa selagi mereka masih muda. Ingat, karena, faktor usia juga mempengaruhi seseorang dalam kecepatan penguasaan berbahasa. Saya, misalnya, karena sudah tua, kemampuan bahasa inggris saya semakin tidak lancar, banyak kosakata yang lupa juga karena jarang dipergunakan sih. Apalagi kemampuan bahasa Jepang saya, disamping jarang digunakan, tulisannya juga rumit dan kosa katanya menjadi sulit untuk diingat apalagi belum huruf kanjinya. Jadi, jika bahasa inggris dan bahasa Jepang saya hilang, saya masih bisa disebut Bilingual, yaitu masih mampu berbahasa jawa dan Indonesia. Apabila saya sudah pikun, otomatis 2 kemampuan bahasa saya yang terakhir tadi juga akan hilang, apakah saya jadi monolingual ? bisa jadi iya, bagaimana jika hilang semua ?, artinya saya bukan tipe Bi-lingual lagi deh,tapi sudah masuk kategorii Bye-lingual ha.ha.
Salam Literasi bahasa.
Magetan,29022020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
