ARE YOU A REAL GENTLEMAN FOR LADIES !?
ARE YOU A REAL GENTLEMAN FOR LADIES ?
By.EA.Wahyudiono
“Ladies and Gentlemen..!”. itulah kata kata yang diucapkan sebagai pembuka dan sering kita dengar di setiap event baik di dalam atau di luar negeri, apakah itu untuk pengumuman resmi atau tidak resmi, baik di kantor maupun sampai di bandara sekalipun. Jika kita artikan dalam bahasa Indonesia dengan membuka kamus bahasa Inggris Indonesia karangan siapa saja, pastilah artinya “Nyonya dan Tuan..!”.
Nah, anehnya,jika frase itu digunakan di dalam bahasa Indonesia sebagai pembuka suatu pengumuman atau pidato di negeri ini, pastilah berbunyi “ Tuan dan Nyonya semuanya..!.”, atau bisa jadi “Bapak dan ibu semuanya..!”. Ini yang jadi pertanyaan dan membuat kita harus berfikir, kenapa frase itu bisa berubah. Apakah ini disebabkan oleh budaya kita atau memang kata “Tuan” atau “Bapak”, lazimnya disebutkan telebih dahulu daripada kata “Nyonya” atau “Ibu”.
Baiklah, kita bahas bersama di sini dengan tidak bermaksud menggurui bagi para pembaca. Coba anda bandingkan dulu frase bahasa Indonesia tadi dengan bahasa Inggris. Kenapa begitu ?. Bagi orang barat, justru yang tertulis atau disebutkan dulu adalah “ Ladies”, dan bukannya “Gentlemen” dulu. Itu karena, kata Gentlemen di situ bukan dimaksudkan untuk menunjukkan kalah posisi hegemoninya dari kaum “Ladies” atau perempuan.
Justru ,jika kita tangkap makna kata Gentlemen disitu sebenarnya adalah orang orang yang berjiwa satria (Knight,dalam bahasa Inggrisnya), yang selalu melindungi, menghormati dan berusaha melayani pada kaum perempuan atau wanita terlebih dahulu. Disebut “Ladies” disitu, arti yang tersirat adalah “Wanita terhormat”. Jadi bukan semata hanya menunjukan perbedaan gender atau jenis kelamin saja, namun pada hak hak istimewa dari kaum wanita itu sendiri.
Bagi orang barat, tanah air mereka adalah “Motherland”, kita juga sama, yaitu Ibu pertiwi, bukannya Bapak pertiwi khan ?. Itu adalah untuk menunjukkan bahwa peranan wanita atau perempuan, semuanya tak terkecuali, adalah terhomat dan harus diutamakan daripada kaum laki laki atau pria.
Oleh karena itu, di Negara barat, kata “Ladies” selalu diucapkan terlebih dahulu daripada “Gentlemen” nya. Jika melihat rombongan bapak dan ibu berjalan memasuki ruangan atau lift saat pintunya terbuka, pastilah kata “ Ladies first”, sambil memberikan isyarat tangan untuk menyilahkan wanita masuk dahulu. Jadi konyol jika, seorang pria mengatakan, Ladies first..!, tapi eeh, dia masuk duluan ke ruangan dengan wanita di belakangnya . Itu artinya, dia harus diseret dan diajak masuk ke toilet tuh untuk diyakinkan lagi tentang gendernya. Maaf,bercanda ya.
Terlepas dari itu semua, anda yang kaum cowok nih, apakah sudah bisa menjadi seorang “a real gentleman “ bagi kaum putri atau cewek ?. Pernahkah anda menjaga sopan santun anda padanya? Termasuk juga ucapan, gaya bahasa tubuh, mata dan isyarat sebagai tanda bahwa anda menghormati mereka ? Suka menolong mereka?. Apakah benar anda bisa menjadi seorang Kesatria dambaan kaum wanita?
Coba anda cermati, saat anda berjalan dengan seorang wanita, di mana menempatkan dia berjalan, sebelah kiri anda atau kanan anda ?. Dari situ anda akan disebut seorang “gentleman” (satria). Satu lagi, bagi kaum bapak atau cowok nih, saat anda mengantar pacar, kekasih atau istri dengan menggunakan mobil dan anda sebagai pengemudinya, pernahkah anda turun dari mobil, kemudian membukakan pintu mobil dan menyilahkan istri atau kekasih anda serta menutup pintunya, baru kemudian anda menuju ke kursi anda sendiri?. Jujur, kalau saya sering melakukan itu pada istri saya, karena dia adalah ‘Ladies” (wanita terhormat) di mata saya, dan bagaimana dengan anda ?
Saya sering menanamkam jiwa satria (Gentleman) itu pada keluarga saya sejak dini. Anak saya yang cowok, si Ryan, yang saat itu masih kelas 4 sekolah dasar, sudah saya ajari bagaimana untuk menjadi seorang cowok satria atau Gentleman sejati. Dan pada suatu hari, saat kami bersama di meja makan, saya beri dia nasehat tentang apa dan bagaimana seorang Satria harus bersikap, berkata dan bertindak pada orang lain khususnya pada kaum putri, termasuk juga kepada adiknya cewek yang dia sayangi, yaitu si Hasna. “Nak, bapak ingin kamu kelak bisa menjadi seorang Gentleman atau cowok satria sejati, khususnya pada adikmu juga pada temanmu cewek yang lainnya, ya..!” nasehatku pada si Ryan, dengan maksud agar dia bisa menjaga adiknya yang putri itu.
Tiba tiba Ryan, anak saya terlihat berfikir sejenak, kemudian agak ragu dia bertanya. “Maaf, pak, hmm.., contoh menjadi gentleman (kesatria) itu gimana misalnya ?”. Untuk sesaat saya bingung juga mau memberi contoh apa, akhirnya begitu melihat ada roti di piring yang akan kami santap bersama malam itu, saya pakai untuk contoh. “Ryan..!, Gentleman itu, misalnya begini, ..ini ada Roti di piring, Jika kamu ingin jadi gentleman sejati, kamu tidak boleh memotong roti ini di tengah, yaitu setengah untukmu dan setengah lagi untuk adikmu si Hasna, akan tetapi, kamu harus memotong tiga perempat atau bagian atau ukuran yang lebih besar untuk adikmu, sedangkan dirimu mendapatkan bagian yang lebih sedikit. Nah, itulah yang dinamakan atau disebut seorang satria atau gentleman sejati..!, paham, sekarang..!?”. anakku Ryan segera menjawab, “ paham sekali ,pak..!”
Waahh rasanya bangga sekali bisa mendidik seperti itu,cepat tanggap. Tak berselang lama, saat aku amati, tiba tiba anakku cowok, si Ryan memberikan sepiring roti dan pisau tadi pada adiknya perempuan, si Hasna yang masih kelas 3 SD, sambil berkata “.Dik,..jadilah kamu seorang gentleman (cowok sejati) seperti yang diharapkan oleh bapak tadi, .ayo segera dibagi rotinya denganku ya.,ya..!?
Lhadallah,.Kok jadi gini..?!
Meja Makan, 04022020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
