Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
BAGIAN BELAKANG YANG DI DEPAN

BAGIAN BELAKANG YANG DI DEPAN

BAGIAN BELAKANG YANG DI DEPAN

Saat anda melihat foto tersebut di atas kemudian menghubungkannya dengan judul artikel ini, pasti anda berfikir bahwa itu memang tidak ada hubungannya sama sekali. Bisa jadi demikian juga sih. Kata “ bagian belakang”, maaf, bukan bermaksud merendahkan atau menganggap mereka tidak penting, namun dukungan para anggota dalam teamwork suatu organisasi atau instansi sekolah justru sangat perlu ditumbuh kembangkan dan bukannya malah memunculkan figure individu dalam meningkatkan kinerja suatu instansi , institusi pendidikan maupun perusahaan. Saya, sebagai guru atau tenaga pendidik bahkan menghargainya dengan menempatkan mereka yang saya tulis “bagian belakang” tersebut untuk di depan.

Siapa yang saya maksud dengan “bagian belakang" itu ?. Mereka semua adalah Tenaga Kependidikan di suatu institusi sekolah yang terdiri dari Koordinator /kepala Tata usaha, Staf tata usaha, bag. Keuangan, bag. Kesiswaan, bag. Kepegawaian, bag. keuangan, staf laboran, bag. Perlengkapan , staf perpustakaan dan bag. kemanan serta staf pembantu umum (Pesuruh, kebersihan dll).

Kenapa saya menulis ini?. Itu karena saya ingin membagi pandangan saya terhadap mereka yang selama ini mungkin dianggap bagian yang tidak penting. Justru sebaliknya, dengan adanya mereka, kinerja bapak dan ibu guru dalam meningkatkan prestasi anak didik bisa menjadi meningkat. Anda bisa saja tidak percaya, namun bagi saya, mereka semua adalah “pasukan terdepan” yang merawat pesawat, memasang senjata, mengisi bahan bakar, menyiapkan perlengkapan keselamatan saya apabila saya adalah pilot pesawat tempur. Yang saya tahu, saya hanya berlari, masuk cokpit, mengudara dan bertempur. Sebagai ‘Pilot” saya percaya bahwa semua mesin pesawat tempur saya sudah dperiksa oleh mereka, juga persenjataan dan lainnya pastilah sudah terpasang dengan sempurna karena jika tidak, pesawat saya pastilah jatuh tertembak atau penyebab lainnya juga. Itulah penggambaran saya terhadap pentingnya tim dari staf tata usaha maupun karyawan/karyawati di satu sekolah.

Sebagai Pendidik, marilah kita menghilangkan hegemoni diri kita terhadap mereka dari tenaga kependidikan. Tanpa mereka, kita semua ini “nothing”. Pekerjaan kita pastilah tidak maksimal. Mereka para “bagian belakang’ tadi, selalu datang terlebih dulu di sekolah, dan pulang paling akhir, semata mata hanya ingin memberikan pelayanan semua pada para pendidik di lembaga itu agar bisa melaksanakan tugas bertempur “ bapak dan ibu guru” menjadi maksimal. Bisa juga terjadi, bahwa mereka para staf tata usaha ini mengatakan bahwa merekalah yang paling penting. Semua guru harus tunduk pada mereka. Itu artinya, sudah tidak ada hubungan yang harmonis di institusi pendidikan atau sekolah tersebut.

Sebagai penggambaran, katakanlah sebagai Koordinator tata usaha di sekolah saya, ada ibu Sri Setyani H, SE. Orangnya kecil tapi cabe rawit. Dia menguasai IT, cepat tanggap dalam mengambil keputusan dalam melayani kepentingan bapak dan ibu guru dan ramah. Demikian juga dengan Ibu Retno Widyaningrum, bag. Kepegawaian, Berkas apapun dari bapak ibu guru mulai dokumen SKP, PKG, Gaji berkala, kenaikan pangkat dan lainnya, tersimpan dengan sangat akurat, cepat ketemu bila dicari dan menguasai IT dengan baik. Bagaimana dengan staff Umum lainnya ?. Ada Pak Ridho Toha M., yang mengurusi semua masalah administrasi baik untuk guru dan siswa. Dia memang ahli komputer yang sesuai dengan jurusannya. Ada ibu Sumarti, bag. Kesiswaan. Meskipun jarang tersenyum, tapi kinerjanya cekatan dan cepat serta hapal semua tempat yang ada hubungannya dengan kepentingan siswa. Dia hafal nama murid, baik kelas, rumah maupun nama orang tuanya. Belum bag. Keuangan, Ibu Susi dan ibu Murwati. Memang beliau berdua selalu terlihat capek di wajahnya namun mengingat pentingnya laporan keuangan sekolah, mau tidak mau, mereka juga berusaha untuk bekerja secara professional demi kerjasama tim sekolah. Dan yang terakhir, bag. Keamanan, Pak Roy dan Pak Mahmudi serta tenaga kebersihan lainnya ,seperti pak Iswawi dan pak Kurniawan yang membuat sekolah kita semua menjadi bersih, enak dilihat dan aman. Jadi jika banyak orang mengatakan tentang sekolah idaman atau sekolah favorit, itu memang benar ada berkat jasa mereka para tim “bagian belakang” tadi.

Apa yang saya sampaikan ini hanya sebagai contoh dan bentuk apresiasi saya kepada mereka semua. Saya yakin masih banyak ibu Sri, Pak Ridho , ibu Susi atau ibu Retno, ibu Murwati dan yang lainnya di sekolah anda juga kan ?. Suatu sekolah, apabila teamwork berjalan dengan bagus, artinya, Kepala Sekolahnya pastilah Kepala Sekolah terbaik dalam manajemennya, karakternya, Jiwa kepemimpinannya serta misi dan visinya dalam menjadikan sekolah betul betul menjadi “ Rumah Kedua” bagi guru, murid, staff dan karyawan agar nyaman berada di sekolah. Bagaimana dengan sekolah anda? Apakah hanya mengejar status Adi Wiyata saja tanpa menghargai mereka? atau mengejar status sekolah Adipura , tapi jangan untuk kategori kas keuangan lho ya.

Salam Literasi Jumat

Magetan, 21022020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post