Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kekejaman Pol Pot masih Beraroma di Tuol Sleng, Phnom Penh, Kamboja

Kekejaman Pol Pot masih Beraroma di Tuol Sleng, Phnom Penh, Kamboja

Kekejaman Pol Pot masih beraroma di Tuol Seng, Phnom Penh, Kamboja

Aku yakin, anda semua pernah mendengar siapa itu Pol Pot, yang nama aslinya adalah Saloth Sar, Pria yang paling dibenci di kamboja. Dia kelahiran tahun 1928 yang membawa bencana nasional bagi bangsa Kamboja, yang hampir 25% dari populasinya dibunuh dalam masa periode kekuasaan dikatatornya dari tahun 1975 sampai dengan 1979. Nah, salah satu tempat kekejamannya adalah Kamp.S-21 atau dikenal dengan Tuol Sleng, bangunan bertingkat 3 dengan berbentuk huruf U berlokasi di pinggiran kota Phnom Penh. Tuol Sleng ,dulunya adalah sekolah Menengah Atas di Phnom Penh dan akhirnya selama masa rezim Khmer Merah berkuasa, gedungini menjadi tempat tahanan masyarakat sipil atas perintah Pol Pot.

Ceritanya bagaimana kok aku bisa berada di lokasi tempat tahanan sekaligus pembantaian rakyat Kamboja sendiri oleh bangsanya sendiri ?. Masih ingat artikel tentang keikutsertaanku di lomba GYS (Global Youth Summit) di Phnom Penh, Kamboja kan ?. Nah, saat ada waktu senggang, aku bersama bapak DR. Purbodjati (dosen Unesa), Bapak DR. Ridho Hamong ( Dosen Udayana) dan Bapak Suroso,M.Pd, menyempatkan diri untuk mengunjungi Penjara yang dikenal dengan sebutan S-21, atau Security Prison 21. Mau tahu, berapa yang di tahan di sini ?..yaah kurang lebih ada 20.000 tahanan, dan hampir 12.000 tahanan itu dieksekusi di berbagai tempat, beberapa di bunuh di Tuol Sleng ini, beberapa lagi dibawa ke Killing Fields atau ladang pembantaian yang tersebar di beberapa tempat di daerah Phnom Penh.

Aku menyempatkan diri untuk memasuki ruangan demi ruangan dan merasakan kengerian yang mencekam di sini, Aroma dupa masih kental menusuk hidung saat begitu masuk dan membayar tiket untuk biaya pemeliharaan tempat ini agar bisa ketahui masyarakat dunia bahwa ada orang yang tega membantai bangsanya sendiri gara gara perbedaan ideologi. Pol pot disebut sebagai monster yang sangat kejam dibalik senyumnya yang ramah itu. Saat aku bertemu dengan 2 orang saksi hidup yang pernah merasakan berbagai siksaan di tempat tahanan ini, mereka mengisahkan perjalanan hidupnya, kenapa mereka bisa selamat, namun aku harus membeli buku tentang diri mereka seharga 10 Dollar USA ( Mata uang yang sangat laku di Kamboja sampai sekarang), baru mereka mau diajak foto bersama dan tanya jawab dengan didampingi penterjemah dalam bahasa Inggris yang ternyata penterjemah itu adalah cucunya yang setia mendampingi kakeknya. Bahkan aku terhanyut dengan cerita bagaimana dia disiksa habis habisan. Maaf, cerita yang tidak yang tidak bisa aku gambarkan di artikel ini.

Dua orang tahanan itu adalah Chum Mey dan Bou Meng, datang setiap hari ke tempat Tuol Seng. Bahkan karena sering dipukuli kepalanya, mereka menjadi agak tuli. Kenapa mereka bisa selamat ?. itu karena, masing masing dari mereka mempunya keahlian khusus. Chum Mey , misalnya, bisa selamat karena ia memiliki keahlian memperbaiki mesin tik dan mesin jahit. Mesin tik berguna untuk mencatat pengakuan para tahanan dan mesin jahit menjadi alat pembuat seragam revolusi Khmer Merah (Cadre) yang berbentuk seperti piyama hitam dengan aksen kain merah untuk selendang.

Sedangkan Bou Meng, juga tak dibunuh karena ia merupakan seniman dan ia sering diminta oleh pemimpin penjara untuk membuat poster besar terkait Pol Pot. Bahkan dia pernah melukis tokoh komunis Rusia, yaitu Stalin atau Lenin. Keduanya yang sekarang sudah tua tetap bersemangat bercerita bahkan mau menjadi saksi di pengadilan Internasional mengenai kejahatan yang telah terjadi di Kamboja semasa 1975-1979. Mereka bersaksi atas tuduhan kepada Duch ( Julukan kepala tahanan S-21 saat itu), yang juga ternyata mantan guru matematika. Duch merupakan arsitek dari metode penyiksaan yang terjadi di Tuol Sleng. Waah, kok bisa ya, guru bisa menjadi pembunuh berdarah dingin begitu. Apa yang merasukinya saat itu.?

Mereka berdua di tahan mulai tahun 1975 sampai dengan 1979, dan setiap hari disiksa. Hanya saat mereka punya keahlian itu, mereka berdua jadi selamat dari pembantaian.

Oh ya, kenapa Pol Pot bisa berkuasa ?.Itu karena saat Negara kamboja dijajah Perancis, semua penduduk berjuang untuk kemerdekaannya dan saat Perancis meninggalkan Kamboja, Pol pot yang dulunya juga ikut berjuang untuk melepaskan diri dari jajahan Perancis, Begitu Perancis hengkang kembali ke negaranya, tiba tiba Pol Pot mengambil alih Negara itu dengan mendirikan Partai Demokrasi rakyat Kamboja. Amerika mendukung, karena ada unsur demokrasi dalam pemerintahannya. Namun semua itu adalah kamuflase,karena Pol pot ternyata adalah Komunis sejati yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Pol pot membunuh semua lawan politiknya, bahkan membunuh teman teman seperjuangannya, juga membunuh mereka yang dianggap akan mengganggu kediktatorannya. Mulai dari dokter, dosen,guru, perawat, insinyur, tentara dan banyak lagi harus dibawa ke ladang pembantaian dengan cara hanya ditembak dengan 1 peluru di belakang kepalanya. Hal itu dapat aku saksikan di dalam museum itu, dimana semua tengkorak kepala korban pembantaian punya 1 lobang kecil di setiap tengkoraknya.. Waah, ngeri khan ? juga, itu belum alat alat yang dipakai untuk menyiksa tahanan.

Dampaknya, Negara Kamboja kehilangan generasi cendekiawannya, makanya Negara ini masih lumayan jauh tertinggal kemajuannya dibandingkan dengan Negara di ASEAN lainnya. Untuk mengejar ketertinggalannya, Maka Pemerintah Kerajaan Kamboja, mewajibkan anak untuk bersekolah di mana Sekolah dasar hanya berlangsung 3 tahun, SMP, 3 tahun dan SMA juga 3 tahun. Anda hitung saja sendiri saat mereka masuk menjadi mahasiswa pada usia berapa. Namun hal itu saat ini sudah kembali normal untuk sistim pendidikannya dengan mengikuti sistim pendidikan Asia pada umumnya yaitu SD kembali lagi menjadi 6 tahun sampai dengan sekarang.

Kenapa semua tahanan bisa diketahui identitas dan jumlahnya ? itu karena, setiap tahanan yang masuk akan didata, difoto dan diberi nomer urut. Setelah dibunuh, masih juga didata dengan menampilkan , maaf, foto saat tahanan itu dieksekusi. Sungguh sangat tidak berperikemanusiaan. Aku tidak berani membayangkan kekejaman Pol Pot, karena bulu kudukku juga berdiri saat melihat ruangan demi ruangan para tahanan yang sangat sempit dan mereka semua dijejalkan di dalamnya dengan di rantai pada kakinya.

Mengetahui hal itu,Amerika tidak berani menyerbu, karena, mungkin juga sih takut jika ada Rusia di belakangnya, namun ternyata, berdasarkan cerita temanku orang Kamboja yang ikut mendampingiku , dari cerita dia, dikawatirkan kamboja akan pecah menjadi 2, yaitu kamboja Utara dan Kamboja Selatan seperti halnya Korea dan Vietnam dulu. Ternyata, dia menambahi ceritanya bahwa Rusia juga tidak suka dengan Pol Pot karena dia juga membantai semua temannya yang seideologi denganya. Bahkan keluarganya Po Pot sendiri juga dieksekusi atas perintah darinya. Aku tidak habis pikir saat mendengar cerita itu di Tuol Sleng itu. Manusia seperti apa yang begitu kejamnya pada manusia lain, apalagi sebangsanya.

Dan pada januari 1979, Vietnam, akhirnya menyerang Kamboja, dan membebaskan Rakyat kamboja dari penderitaan atas kekejaman Pol Pot. Vietnam bercokol di kamboja kurang lebih hampir setahun sebelum diserahkan kepada PBB.

Ini juga suatu pembelajaran bagi kita semua, bahwa jangan sampai sekali kali Komunis bisa muncul di bumi Indonesia. Kita juga selalu dan akan ingat atas kekejaman dan pengkhianatannya di tahun 1948 di Madiun, dan tahun 1965 di Jakarta. Terutama untuk generasi muda di Indonesia. Yakinlah bahwa Pancasila adalah yang paling tepat untuk membingkai persatuan dan kesatuan negeri kita tercinta ini.

Tuol Sleng, Phnom Penh, 03022020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post