Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
“Kok aku dari tadi selalu dipanggil ‘IBU’,..!? “

“Kok aku dari tadi selalu dipanggil ‘IBU’,..!? “

“Kok aku dari tadi selalu dipanggil ‘IBU’,..!? “

Kalimat itu, akhirnya meluncur juga dari bibirku sambil setengah berbisik pada diriku sendiri setelah menahan kejengkelan beberapa waktu. Masak sepagian, aku seperti dikerjain. Jelas jelas aku cowok tulen begini kok dipanggil “Ibu”. “Silahkan, bu ..!”, “Iya, bu..!”, “Maaf, bu ..!’, Bagaimana kabarnya, bu , sehat ?1” atau “ Okay, siap..bu..!”. Hadeeh, aku yakin anda semua para cowok juga akan jengkel jika lawan bicara anda menjawab seperti itu sambil senyum senyum.

Hari Rabu pagi, seperti hari sebelumnya, dengan mengenakan seragam bawahan hitam dan atasan putih, seragam nasional ASN, aku sudah bersiap siap dan segera bergegas menyambar laptop dan remote mobilku untuk ke kantor. Hari itu agak berbeda seperti biasanya karena akan ada sosialisasi dan sekaligus pertemuan untuk MGMP (Musyawarah Guru mata Pelajaran) untuk para guru SMA dan SMK di seluruh kabupatenku. Tepat pukul 07.30 WIb, semua tamu undangan, yaitu guru-guru jurusan bahasa Inggris, sudah berdatangan di aula sekolahku untuk mengikuti arahan akan adanya informasi pelaksanaan Ujian Kompetensi Guru (UKG) yang berbasis ujian online atau komputer. Sebagai ketua MGMP mata pelajaran, aku sebisa mungkin memberikan pelayanan dan menyambut mereka saat memasuki aula. Nah di situlah, semua memanggilku “Ibu”. Pertama tama , aku kira mereka bercanda, tapi lama lama menjengkelkan juga sih. Bahkan selama sesi penjelasan materi, ada yang melirikku sambil senyum senyum menggoda dan aku balas juga dengan senyuman dan lambaian tangan pada teman temanku tadi. Keterlaluan juga sih tapi aku biarkan sajalah karena terkadang aku sendiri juga sering bercanda dengan mereka.

Tepat pukul 10,00 WIB,begitu acara sosialisasi pelaksanaan UKG yang di adakan oleh Dinas Pendidikan tersebut selesai, maka para tamu undangan yang terdiri dari guru-guru tersebut berpamitan pulang untuk kembali ke kantor atau sekolah mereka masing. Eeh, masih, ada juga yang menggoda dan berkata, “ saya izin pulang dulu bu, sampai ketemu minggu depan ya !’. sambil tersenyum kecut, aku jawab juga sih tapi setelah itu aku berusaha mencari apa yang salah padaku tapi belum juga ketemu.

Karena jam pelajaran masih berlangsung di kelas, sekitar 10.30 WIB, aku memasuki kelasku sambil memberi salam dan menanyakan keadaan para muridku serta menjelaskan materi minggu lalu sebelum menjelaskan pada materi yang baru. Tiba tiba saat berdiri di depan kelas, salah satu muridku putri yang duduk di bangku paling depan mengacungkan jari tangannya seolah olah mau bertanya dan akupun memberikan kesempatan padanya. “ Iya, ada apa, nak ?!”, tanyaku berusaha sabar. “ Maaf, pak, kenapa papan nama di baju seragam Bapak kok namanya menjadi Eny Sulistyowati, juga di Karnal (Kartu Pengenal) PNS guru fotonya kok cewek, pak ?!”. jawab siswiku tadi.

Alamaak,ternyata, itu adalah papan nama dada, dan karnal istri yang aku pakai. Ya ampuunn. Dengan segera, kulepas papan nama dan karnal di bajuku di depan kelas. Waduuh malunya, apalagi di depan siswa nih. Untungnya, semua muridku tidak ada yang berani tertawa. Tidak tahu kenapa juga, apa karena takut diremidi atau memang tidak tahu ada yang salah. Wah, makanya, sepagian tadi aku dipanggil “IBU” oleh semua teman teman guru, owalah, jadi ini toh penyebabnya, .haduuh, tidak membanggakan sama sekali. Mungkin karena tadi pagi, aku berangkat tergesa gesa, aku salah ambil papan nama dan karnal istriku yang juga seorang PNS guru di SMK di kotaku. Papan nama dan karnal istriku memang dicampur dengan milikku jadi satu di kotak plastik kecil di atas meja di kamar tidurku dan aku ambil tanpa aku periksa terlebih dulu. wahh, untung warna kulitku hitam nih, jika tidak, pasti sudah ada perubahan warna merah di pipiku yang akan terlihat oleh muridku semua.

Saat istirahat siang, aku segera menuju ruang guru dan tertawa sendirian sambil menahan malu. Begitu duduk, langsung aku minum segelas teh meskipun tidak merasa begitu haus. Tiba-tiba terlintas di benakku, lhah, kalau saya pagi tadi dipanggil Bu Eny,..terus bagaimana nasib istriku ?. jangan jangan ,dia memakai papan nama dan karnalku,..bisa dipanggil bapak ntar di sekolahnya. Haduuh, aku tidak berani membayangkan akan hal itu. Wah , hari ini, kepanjangan UKG bagiku malah jadi Ujian Kesabaran Guru niiih, hadeeh..!.

Salam Literasi sore.

Manhatan, 19022020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post