Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
KULIAH DILUAR NEGERI ?, BERBURU BEASISWA SAJA !

KULIAH DILUAR NEGERI ?, BERBURU BEASISWA SAJA !

KULIAH DILUAR NEGERI ?, BERBURU BEASISWA SAJA !

Setiap kita mendengar ada tawaran kuliah dengan beasiswa mau apa nggak ?, pastilah dijawab mau, dan diembel embeli, ..”,Mau sekali, tapi saya apa mampu ?”. Itu adalah kalimat yang sering saya dengar jika bertemu murid yang mau lulus SMA,SMK, MA negeri swasta sederajat, bahkan juga bagi mahasiswa yang baru lulus dari menyelesaikan program S1 atau sarjananya (Undergraduate program).

Waah, belum berperang kok sudah menyerah dulu, Belum memulai kok sudah mengakhiri..” itu adalah jawabanku seperti biasanya pada mereka. Sebenarnya tidak ada hil yang mustahal dalam berburu beasiswa itu. Semua memang harus berusaha dan mempersiapkan bagaimana caranya mendapatkan beasiswa. Jika ada istilah dalam bahasa Inggris “IMPOSSIBLE “( tidak mungkin), selama kata itu dibiarkan ,artinya ya tetap mustahil. Coba, anda lakukan satu usaha dengan menambahi tanda koma saja, sudah menjadi “I’MPOSSIBLE" (saya, jadi mungkin), kan ?. Nah itu maksud saya dalam memberikan gambaran tentang prospek berburu beasiswa ini.

Sebelumnya, mari kita kenali dulu beasiswa apa sih yang ditawarkan untuk lulusan SMA sederajat maupun lulusan S1-Sarjana, baik di dalam negeri maupun di luar negeri ?. Anda semua mungkin pernah dengan Beasiswa LPDP, Beasiswa Monbukagakuso, Jepang, juga STUNNED, Beasiswa Fullbright, atau UsaAid ke Amerika, Beasiswa DAAD, Jerman, Beasiswa AusAid, Australia, atau Chevening, Juga beasiswa Turki, Rusia, Korea, China,dan Brunei Darussalam serta banyak lagi di dunia yang serba global ini.

Sebagai guru, murid, orangtua murid dan lulusan sarjana harus tahu tentang beasiswa itu semua dengan segala persyaratannya. Tidak semua murid , guru, dan para fresh graduate ingin belajar ke di Universitas di Luar Negeri, meskipun pandai karena itu semua berhubungan dengan minat, bakat, drive (motivasi diri) serta usahanya. Beasiswa LPDP, misalnya, mahasiswa yang mau ke Master program, bisa aja mengikuti tes dan memilih melanjutkan program S-2 nya di Universitas di dalam negeri, tapi jika memang kemampuan bahasa Inggrisnya bagus, kenapa juga takut untuk belajar di negeri orang. Sudah gratis, bisa jalan jalan, dapat ilmu, bisa juga dapat uang saku dari part time job (kerja paruh waktu). Asyiik khan ?

Kalau anda guru dan berstatus PNS, apakah bisa juga mendapatkan beasiswa itu ?, jawabannya bisa semua, kenapa tidak. Bahkan paspor anda warnanya biru yang artinya Official passport. Wow, keren..Jadi jangan terlambat untuk mempersiapkan diri. Kalau saya saja bisa, yakin saja anda juga bisalah. Bahkan hal ini sering saya sampaikan pada murid saya yang akan lulus SMA. Dari beberapa murid saya yang sedang atau sudah mendapatkan beasiswa ini akan saya jadikan pembahasan tips dan strategi mereka dalam mendapatkan beasiswa. Alhamdulillah, anda bisa mencarinya di FB anda jika perlu. Ada si Muhammad Alfian Gumelar, beasiswa S-1 Monbukagakuso, Jepang. Juga ada si Alif Rizky Darmawan, beasiswa S-1, Jerman dan si Dina Novita Sari,Alumni UI dan mendapat beasiswa S-2 LPDP, di Inggris serta masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Hal ini perlu saya tuliskan agar saya bisa berbagi ilmu dan pengalaman ini kepada anda semua untuk peningkatan kualitas SDM bangsa Indonesia biar semakin disegani di banyak Negara di masa depannya.

Muhammad Alfian Gumelar (Keio University, Jepang), mendapatkan beasiswa di Jepang, namun dia mengikuti tesnya di Indonesia. Tempat tes hanya berlangsung di Medan, Jakarta, Surabaya dan Makasar. Jadi, saat murid mendaftar untuk kuliah di Jepang, tidak perlu harus berada di jepang, jadi bisa diketahui, apakah lolos tes atau tidak. Namanya adalah EJU ( Examination for Japanese Universites). Pelaksanaan tes diadakan 2 kali dalam satu tahun, anda bisa mencarinya di google ya, termasuk jadwal dan contoh soal serta kunci jawabannya. Ingat, semua soal adalah dalam bahasa Inggris, kecuali yang mau mengambil jurusan bahasa Jepang, soal tes harus dalam bahasa jepang. Jika murid atau anda lulus tes administrasi, tes tulis dan wawancara, murid anda tinggal memilih Universitas dan jurusan yang di sukai di jepang. Enak, khan ?. Tes ini bisa diikuti oleh siswa kelas X, XI maupun kelas XII baik IPA maupun IPS untuk SMA sederajat. Jadi apalagi yang ditunggu, segera infokan pada siswa anda ya.

Alif Rizky Darmawan, ( ESB, Reutlingen University, Jerman ). Untuk beasiswa ini, semuanya gratis, kecuali biaya hidup. Alif juga rajin ber-part time job yang seminggu cuman 3 hari sambil berkuliah di Jerman. Mau tahu gaji kerja sampingannya dalam rupiah? 10 Juta per bulan. Sudah banyak tuh untuk bujangan. Nah, untuk kuliah di Jerman ini, syaratnya adalah HARUS bisa bahasa jerman, mulai menguasai level A1,A2, dan B1, sedangkan B2 nya bisa diambil di Jerman. Anda bisa menghubungi saya saja deh, jika mau tahu banyak.

Bagaimana dengan si Dina Novita sari ? Dia adalah lulusan S2- Sussex University, Inggris. Lulusan SMA 1 Negeri Magetan, sama seperti halnya si Alfian dan si Alif yang sudah saya sebut di atas. Hebatnya, si Dina ini mendapatkan 3 Beasiswa sekaligus, yaitu, beasiswa LPDP, DAAD, Jerman dan beasiswa Chevening, namun harus hanya satu yang boleh diambil dan dia memutuskan untuk mengambil beasiswa LPD ke Inggris. Mau tahu lagi? Jika murid anda akan mendapatkan beasiswa ?. Mbak Dina ini terkadang jadi panitia penyeleksinya lhoh, jadi anda harus hati hati ya.. ha..ha., enggak aah, bercanda saja. Silahkan hubungi dia ya untuk lebih jelasnya.

Dari beberapa siswa yang saya jadikan sampling di atas khususnya informasi dari Dina Novita Sari, pada prinsipnya, mereka memberikan masukan bagi anda atau guru, atau putra dari pembaca artikel ini bila ingin mendapatkan beasiswa. Nah apakah itu ? Ayo kita bahas bersama .

1. Tahu tujuan karir untuk jangka pendek ,menengah dan jangka panjang. Semua hal ini harus anda jelaskan bagi mereka yang melamar beasiswa apapun itu, dalam formulir isian dan anda jelaskan saat wawancara atau presentasi saat nama anda dipanggil seleksi pada tahap berikutnya. Intinya, anda itu mau belajar di luar negeri, setelah lulus mau apa?. Bagaimana meningkatkan ilmu anda pada masyarakat dan bangsa?. Kontibusinya apa sih bagi Negara anda ?,dan seterusnya. Terutama bagi mereka yang mau melamar beasiswa Graduate Program atau master Program (S-2).

2. Lengkapi dokumen portofolio anda, biodata anda di dunia akademik, organisasi sosial maupun professional. Ingat, yang melamar beasiswa itu ribuan pelamar lhoh. Jadi harus anda tonjolkan dalam dokumen atau aplikasi anda bahwa anda memang layak mendapatkan beasiswa atas prestasi anda.

3. Luangkan waktu untuk mempersiapkan persyaratan lainnya. Misalnya mengikuti tes TOEFL atau IELTS, usahakan mencapai skor 500 ya untuk TOEFLnya. juga berlatih menulis essei beasiswa dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia untuk proposal anda nantinya di formulir aplikasi beasiswa, mencari surat rekomendasi dari guru untuk S1, dan dosen untuk beasiswa S2, serta dari Professor di Universitas luar negeri untuk pelamar beasiswa S3. Karena surat rekomendasi akan menentukan anda memenuhi persyaratan atau tidak dari orang yang memang menjamin anda sebagai kandidat penerima beasiswa yang layak dan punya potensi akan berhasil dalam menyelesaikan studinya

4. Jangan mudah menyerah. Bisa saja anda gagal pada tes pertama, namun setelah belajar dari kesalahan anda, biasanya anda akan lolos pada tes kedua kalinya. Anda gagal itu bisa pada kesalahan pengisian data, situasi politik, kuota penerima beasiswa dan lain lainnya.

5. Berdoa dan memohon kepada Allah SWT, bahwa anda hanya berusaha dan berusaha, namun hanya RidhoNYA semata yang membuat anda lolos mendapatkan beasiswa. Meskipun beasiswa Short Course sekalipun, tetaplah harus anda syukuri nikmatNYA.

Itulah beberapa hal tentang berburu beasiswa. Saran terakhir, bertanyalah atau bergurulah pada mereka yang pernah mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri ataupun di dalam negeri. Jangan malu atau merasa minder. Apalagi saat mengisi formulir isian yang biasanya ditulis dalam bahasa Inggris. Jangan jangan,saat menulis nama lengkap saja sudah salah seperti banyak kasus yang terjadi. Disitu tertulis. NICKNAME, FULL NAME , MIDDLE NAME dan FAMILY NAME. Ingat, isi saja Nick name nama panggilan anda sehari hari. Untuk Full name, isi saja nama lengkap anda. Untuk family name, kosongkan saja. Hanya orang Batak dan Menado saja yang punya. Untuk dari daerah lainnya yang tidak punya nama marga, tulis saja nama anda apa adanya. Apalagi Jenis Kelamin. Bila disitu tertulis GENDER, atau SEX. Tulis aja, Female untuk perempuan dan Male untuk laki laki. Jangan ditulis Man atau Woman, karena itu kesalahan fatal. Apalagi jika anda tulis Never atau Twice a week, Ambyar daah. Gitu saja ya.?! Selamat berburu beasiswa ya..!.

Salam Pendidikan

Manhatan, 15022020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post