Menerapkan Program 5-S Jepang ke 5-R di Sekolah Kita
Menerapkan Program 5-S Jepang ke 5-R di Sekolah Kita
Saat itu, saya melakukan kunjungan Industri ke Pabrik mobil Toyota, Jepang di Kota Fukuoka, di Pulau Kyushu dengan ditemani oleh senior saya yang cantik, yaitu Adriana Araujo yang berasal dari Brazil. Pulau Kyushu adalah salah satu dari pulau utama di Jepang setelah Hokkaido, Honshu, Shikoku, kemudian yang terakhir adalah Kyushu yang terletak di ujung paling selatan.
Saat saya memasuki Perusahaan pabrik otomatif itu, ada tulisan besar di pintu pabrik tersebut dan hal itu membuat saya berusaha untuk memahami arti dan mencari maksud dari tulisan dalam huruf kanji itu. Ternyata itu adalah Semboyan mereka untuk semangat bekerja demi tercapainya kinerja perusahaan dan efisiensi. Pabrik yang berkapasitas produksi hampir mencapai 3.000 unit kendaraan dari bermacam jenis dan tipe, bisa diproduksi hanya dalam waktu 1 (satu) hari di Pabrik di Kota Fukuoka ini. Anda bayangkan jika ada 25 pabrik mobil tersebar di beberapa kota di Jepang, berapa kapasitas produksi mereka dalam satu hari untuk melayani kebutuhan mobil dalam negerinya Jepang sendiri dan untuk diekspor ke seluruh dunia ? wow!
Sejujurnya, huruf kanji yang tertulis di di pintu prabik itu adalah Program 5-S. Ini adalah bukanlah program baru untuk semua perusahaan yang berada di Jepang, Tapi tidak ada salahnya bila program 5-S ini bila bisa diterapkan di Sekolah kita, Karena dampaknya sangatlah luar biasa, walaupun sasaran utamanya adalah perusahaan di Indonesia itu sendiri. Saya yakin, bila program ini bisa diadopsi di lingkungan di satu sekolah kita, hal ini akan membuat layanan pendidikan di sekolah tersebut akan terasa berbeda, dimana guru dan murid serta wali murid yang datang akan merasa nyaman bila berada di lingkungan sekolah kita sehingga diharapkan atmosfir kegiatan belajar mengajar menjadi meningkat dan kondusif.
Untuk itu, mari kita pahami dan pelajari dulu, apa yang dimaksud dengan program 5-S itu. Dalam bahasa Jepang 5-S adalah SEIRI, SEITON, SEISO, SEIKETSU dan SHITSUKE. Bila diurutkan dalam arti di bahasa Indonesianya adalah menjadi 5-R, yaitu RINGKAS, RAPI, RESIK, RAWAT dan RAJIN.
Karena cakupan dari program itu sangat luas di lingkungan perusahaan di Jepang, untuk itu akan saya beri batasan bahwa yang dimaksud lingkup 5-R/ 5-S itu hanya pada tempat kerja, dalam arti anda sebagai guru dalam lingkungan kelas atau dalam satu sekolah saja. Mari kita perhatikan hal hal yang perlu mendapat prioritas untuk kita mulai bersama SEBELUM menerapkan program 5-R ini., Yaitu :
1. RINGKAS (Seiri) : Semua aspek yang memang bisa dibuat ringkas dalam inovasi pembelajaran, ya jangan dibuat bertele tele. Pak Mentri kita, sudah mengizinkan para guru untuk membuat RPP minimal 1 lembar, ya anda manfaatkan. Juga, coba anda cermati meja kerja anda. Banyak hal yang tidak diperlukan untuk proses peningkatan kerja anda, misalnya foto, kartu nama, kertas ulangan 10 tahun yang lalu, justru ada di situ. Belum lagi peralatan kelas. Pernahkah anda perhatikan, apa yang tidak dibutuhkan, namun ada di dalam kelas?. Singkirkan semua hal yang tidak diperlukan untuk proses anda dalam mengajar. Saya juga tidak membahas seragam yang setiap harinya ganti. Wow, bisa semakin ringkas saja nantinya.
2. RAPI (Seiton) : Okay, dalam kerapian, wah, sebagai guru, anda sudah tampil rapikah? Atau gondrong seperti saya untuk para guru prianya?. Baju untuk seragam Kheki, sudah dimasukkan? Atribut sudah lengkapkah?. Sepatu anda sudah disemirkah? Jangan memarahi murid yang atributnya tidak lengkap, namun gurunya justru memberi contoh yang tidak baik. Coba juga amati kerapian seragam murid, sudah rapikah? Sedangkan untuk kelas, sudahkah penataan daftar kelas, nama siswa, slogan kelas, perlatan kelas tertata dengan rapi? Seperti letak kipas anginnya, lampu dan colokan listrik untuk HP guru dan anak? Saya yakin anda sebagai guru belum tentu berani menjawab “sudah”, kan?
3. RESIK (Seiso) : Kata ini maksudnya adalah bersih, kebersihan ruang guru, kelas dan lingkungan kelas maupun sekolah. Anda, sebagai guru pernah apa tidak memperhatikan murid yang membuang sampah di kelas ?, juga tidak pedulikah di kotak sampah diisi dengan sampah organik dan non-organik plus plastik jadi satu?. Saya yakin pasti begitu. Itu artinya, lingkungan kita tidaklah resik, Juga kebersihan daun daun yang jatuh dan bunga bunga yang ada di sekolah, sudahkah sejuk ,terawat dan enak dipandangkah? Belum lagi untuk mencermati pakaian murid, disetrika apa belum , kukunya kotor apa bersih ? Pernahkah anda memperhatikan makanan di kantin sekolah, higenis apa tidak ?, meja makan , kursi kantin mencukupi jumlah siswa dan bersih ? Lalat dan kecoak berlalu lalang juga apa tidak? Belum sarang laba laba di langit langit di semua ruangan kelas maupun guru. Wow, artinya penyayang hewan banget nih tipe sekolah kita. Jangan jangan gurunya juga tidak peduli nih.
4. RAWAT (Seiketsu) : Memelihara fasilitas yang sudah ada di ruang guru, maupun di dalam kelas sangatlah butuh kejelian. Berapa banyak penggaris besar kelas, jangka, penghapus, serta lampu, LCD kelas, bendera dan lain lain, pernahkah anda sebagai wali kelas atau guru membuat catatan inventaris barangnya? Mana yang harus diperbaiki, mana yang harus diadakan dan lain lain. Yang lebih penting lagi dari sisi manusianya adalah merawat hubungan guru dengan murid, melalui senyum, salam dan sapa. Otomatis juga kepada wali murid atau tamu yang datang di sekolah. Sudahkan anda bertanya pada mereka, dengan sopan, sudah dilayani apa belum, mempersilahkan mereka untuk duduk atau menunggu. Itu sederhana ,tetapi dampaknya akan memberikan kontribusi yang besar untuk menunjang proses belajar mengajar di sekolah menjadi kondusif. Ingatlah bahwa hubungan baik juga harus juga dirawat lho.
5. RAJIN (Shitsuke) : Semua guru dan murid, sudahkan mempunyai kepedulian bersama terhadap lingkungan sekolah ?. rajinkah para guru mengikuti semua kegiatan yang ada di sekolah?. Jika tidak, artinya ada yang salah dengan program sekolah yang sudah ada. Rasa handarbeni, atau rasa memiliki sekolah tersebut menjadi hilang. Seharusnya, sekolah dianggap sebagai rumah kita yang kedua dan hal itu membuat semua guru dan murid krasan atau betah tinggal di sekolah. Guru harus rajin memperhatikan setiap individu dan semua muridnya., jika perlu , guru harus hafal nama murid mereka yang jumlah ratusan itu dengan mengenali karakter mereka semua.
Itulah Program 5 R yang bisa kita adopsi dan harus kita perhatikan sebagai guru di sekolah. Apabila setiap individu guru mau dan mampu melaksanakannya, sekolah kita akan menjadi sekolah yang luar biasa. Sekolah idaman bagi semua stakeholders sekolah. Yang terakhir, saat saya ditanya, apakah saya juga sudah mampu melaksanakan 5-R itu di sekolah saya?, jawabannya adalah Belum. Namun, Saya akan berusaha dan terus berusaha lagi untuk mewujudkannya, apalagi saat saya selesai menulis artikel ini. Itu yang harus saya mulai sebagai komitmen pribadi sebagai guru. Bagaimana dengan anda ? Sudahkah ?
Salam Literasi dan 5-R Untuk Sekolah.
Fukuoka, 07022020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
