“OMG..!..Mantan Kepala Dinas Pendidikanku, Mencuci Mobilku..!?”
“OMG..!..Mantan Kepala Dinas Pendidikanku, Mencuci Mobilku..!?”
Masih terbayang rasa malu dan bersalahku pada hari Sabtu pagi itu saat Matahari masih belum begitu menampakan sinar panasnya pada kota di mana aku bertempat tinggal. Kenapa demikian, itu karena aku melihat sesuatu hal yang membuat perasaanku menjadi malu, sungkan,bersalah juga bingung sekaligus saat melihat mantan Kepala Dinas Pendidikanku dan seorang karyawannya sedang mencuci mobilku dengan penuh semangat mulai dari menyemprotkan air, membasuh dengan shampoo mobil serta membilasnya.
Terserah, anda mau percaya apa tidak, itu adalah hak anda sebagai pembaca mau menelisik lebih dalam dan mencari buktinya, pastilah anda akan percaya karena kenyataannya demikian.
Karena saat itu musim hujan dan mobilku penuh dengan lumpur sehabis perjalanan luar kota yang sering aku lakukan, membuatku malas untuk mencuci mobil sendiri di teras rumahku. Istriku menyarankan untuk membawanya saja ke pencucian mobil agar lebih bersih dan lumpur lumpur yang menempel di bagian bawah mobil bisa segera tersapu air yang bertekanan dari pompa air pencucian. Dan dengan segera, aku bawa mobilku menuju ke salah satu pencucian mobil yang tidak jauh dari rumahku. Aku tahu tempat itu karena beberapa hari yang lalu ada promosi dari rumah rumah bahwa telah dibuka pencucian mobil baru dan menawarkan discount bagi pegawai yang berstatus guru. “Menarik juga nih dan patut dicoba nih.”.pikirku.
Saat mobil sudah dinaikkan dengan menggunakan mesin yang biasanya dipakai di tempat pencucian mobil, aku duduk memperhatikan dari kejauhan dengan membaca artikel teman teman guru yang menarik di blog MGI, Gurusiana.id. Belum sampai selesai membaca satu artikel yang menarik dari Ibu Istiqomah Almaky tentang ProofReading, tiba tiba aku dikejutkan oleh sosok yang tidak asing bagiku keluar dari ruang karyawan. Dengan berpostur tinggi besar dan dengan mengenakan kaos oblong serta celana pendek juga bersandal jepit menyapaku terlebih dulu ,” assalamualaikum !, pak Eko, gimana kabarnya ?. sehat saja khan ?, lama tidak bertemu nih..!”. Segera salam beliau aku jawab sambil merasa malu sendiri karena disapa pejabat dan orang yang sangat saya hormati pula di kotaku, “ Waalaikumsalam, mohon maaf pak..!, tidak memperhatikan bapak datang tadi..Alhamdulillah sehat semua ,pak !, ..semoga bapak juga..”ucapku sambil sedikit merasa salah tingkah. “ Maaf, bapak juga mencuci mobil di sini ?”. tambahku lagi untuk berbasa basi mencairkan suasana yang kaku. “Waah, saya nggak mencucikan mobil saya, tapi saya, tapi saya karyawan yang mencuci mobil di sini setelah pensiun,..ha..ha..”. Beliau menjawab sambil tertawa dan akupun juga ikut tertawa karena aku anggap hanya candaan belaka. “ Ahh, bapak ini bisa saja bercandanya..!”. sahutku lagi.
Saat, seorang karyawan mulai mencuci mobilku, beliau menyilahkan aku duduk untuk sambil menikmati kopi yang disediakan di lokasi itu sebagai satu layanan juga. Aku memperhatikan beliau yang berjalan santai sampai membawa lap khusus mobil ke arah pencucian mobil. Pikiranku kembali teringat dengan kebaikan beliau semasa menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan di Kotaku. Beliau sangat dihormati dan disegani oleh bapak ibu guru, kepala sekolah maupun pengawas karena pengalaman beliau menjadi Kepala dinas yang sudah ke sekian kalinya di beberapa kota di Propinsiku. Juga beliau terkenal ramah, sering menyapa terlebih dahulu dengan wajahnya yang teduh dan suka tersenyum. Saat beliau naik haji, kita semua diundang untuk mendoakan beliau agar dijadikan haji yang mabrur serta memohon maaf apabila ada salah selama menunaikan ibadah hajinya.
Saat pandanganku kembali ke beliau, ..Oh my God, beliau benar benar mencuci mobilku dengan shampoo mobil yang sudah disiapkan. Karena bingung ,spontan akupun berdiri dan mendekati beliau, “Waduuh, masak mantan Kepala dinasku yang baru pensiun mencuci mobilnya guru..haduuh..!”. batinku dan pikiranku berkecamuk. “ Pak, saya ikut membantu, pak !..”, kataku memohon izin pada beliau. Rasanya kok gak pas di hatiku ini, Beliau menjawab dengan halus, “Sudah, nggak usah, duduk saja, ini tugas saya lho..!”. Akupun masih berdiri mematung di situ. Dan sambil mencuci mobil beliau bercerita serta bertutur padaku bahwa hidup itu harus berjuang serta tidak perlu malu dengan pekerjaan apapun juga. Beliau juga tahu, mungkin pekerjaan mencuci mobil itu dianggap pekerjaan yang rendah, namun bagi beliau justru pekerjaan ini mulia dan halal serta banyak barrokahnya. Juga beliau mengatakan bahwa dia tidak merasa sedih dan malu, justru malah bahagia setelah memasuki masa pensiun dengan bekerja mencuci mobil itu disamping sebagai aktifitas olahraga yang juga berekreasi untuk pikiran. “Kepala dinas ya kepala dinas itu dulu,.. jika sekarang , saya ya kembali jadi orang biasa..suatu jabatan nggak boleh membuat kita menjadi sombong, semua di dunia ini tidak ada yang abadi kok,..apa juga yang dibanggakan..jadi, begini, kehormatan seseorang itu bukan pada jabatannya tapi pada apa yang dikerjakannya..!”. petuah beliau padaku. Aku hanya manggut manggut mendengar beliau bercerita. Sungguh mulia hati beliau ini. Karakter yang luar biasa untuk seorang pejabat yang saat ini sudah semakin jarang ada.
Tak terasa, mobilku sudah selesai dibersihkan dan beliau tetap sambil bercerita tentang keluarganya dan anak anaknya yang sekarang sudah sukses dan hobby beliau yaitu berkebun sayur di kampungnya. Saat ini beliau hanya tinggal berdua dengan istrinya di rumah dan sesekali menengok cucunya di kota lain. Begitu selesai mobilku dibersihkan,aku segera menuju kasir untuk membayar dan aku sempat menanyakan di situ kenapa mantan Kepala dinas pendidikanku bisa kerja di pencucian mobil ini. “Oh, beliau itu si pemilik tempat pencucian mobil ini ,pak, dan juga sering ikut mencuci mobil pelanggan..!, pasti bapak baru sekali ke sini ya, kok tidak tahu”. jawab si mbak kasir itu. Wah, jadi begitu ceritanya ya…keren sekali beliau itu. Salut deh. Akupun segera berpamitan dengan beliau untuk pulang.
Waah pertemuan yang tak aku duga hari Sabtu dengan beliau ,mantan kepala dinas pendidikan kotaku terasa masih sangat membekas dipikiranku. Dalam perjalanan pulang ke rumah, aku merenung , wah enaknya kerja apa ya jika sudah pensiun nanti. Jujur, saat ini ,aku belum membayangkan mau kerja sampingan apa saat pensiun nanti, “Masak kalah dengan mantan kepala dinasku,..Apa jadi tukang pijat saja ya?,..atau jadi penulis buku saja ya?.. apa menikah lagi saja ya, ups..aah..aah..”. segera kututup pikiranku yang aneh aneh ini.
Selosari,02022020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
