PERSEPSI KITA YANG SALAH TENTANG SAMURAI
PERSEPSI KITA YANG SALAH TENTANG SAMURAI
Oleh ; E.A.Wahyudiono.
Dengan ditemani Bapak DR. Martadi, Dosen Unesa Surabaya yang beliau merupakan Ketua PPG UNESA, Kali ini ada dua Puri atau Istana yang kami kunjungi untuk dibahas di sini. Kami berdua menyempatkan diri untuk berkunjung ke Castle atau Istana Para Penguasa Jepang zaman dulu itu dengan cerita tentang kehebatan para samurainya. Kunjungan itu terjadi saat kami mengikuti serangkaian kegiatan lomba ROBO Fest di Okayama University,Jepang. Istana yang pertama kami kunjungi adalah Okayama castle, kemudian baru Osaka castle, walaupun sebenarnya sudah banyak puri atau Istana yang telah saya kunjungi termasuk Hiroshima, Nagasaki, Kumamoto, Kokura, Fukuoka castle dan lain lainnya.Hal itu saya lakukan karena belum puas memahami budaya kaum samurai itu. Kalau di kita bisa saja disebut pendekar nih. Seperti itulah gambarannya. Saat saya ada di balkon lantai 4 di istana yang bertingkat itu, selalu kutemui dan kulihat adanya seragam perang para kesatria atau samurai Jepang dari para penguasa daerah di zaman tersebut. Untuk lebih jelasnya, banyak anggapan atau persepsi kita yang salah tentang apa yang dimaksud dengan Samurai itu.
Persepsi anda pertama yang salah adalah, begitu mendengar kata ‘Samurai”, anda langsung membayangkan “Pedang”. Itu salah. Karena samurai bukanlah pedang, karena samurai adalah adalah perwira militer kelas elit pada masa praindustri di Jepang. Mereka para Samurai bekerja untuk majikan atau tuan tanah yang disebut Daimyo, sedangkan samurai yang tak memiliki majikan disebut Ronin. Samurai memilki seperangkat aturan atau kode etik yang disebut Bushido (way of life). Sedangkan pedang tajam yang mereka bawa kemana mana itu itulah yang disebut Katana namun masyarakat kita sering menyebut pedang di situ sebagai samurai. Jangan jangan, anda juga ya ?
Persepsi salah yang kedua,Samurai bertempur dengan beradu ketrampilan berpedang. Jika anda membayangkan itu, artinya anda keseringan nonton film tuh. Tidak, mereka para samurai berperang dengan naik kuda, memanah, dan menggunakan tombak dalam perang mereka. Jika saat damai, mereka hanya membawa pedang bila mengawal tuan tanahnya atau hanya sekedar berjalan jalan dan hanya sesekali saja bertarung dengan menggunakan pedang mereka walaupun pedang itu identic dengan Samurai karena Katana dianggap sebagai jiwa para samurai (soul of sword)
Yang ketiga, bisa jadi persepsi anda salah lagi adalah, semua kesatria samurai adalah setia dan loyal pada tuan tanah atau majikannya ?. Jawabannya Tidak, justru banyak dari para samurai itu yang suka berkhianat, mencuri, pindah majikan yang berani membayar lebih mahal pada mereka. Sedangkan, Samurai yang tidak mempunya majikan, disebut Ronin yang sudah saya sebut di atas yaitu mereka samurai yang sendirian tanpa tuannya. Coba, anda baca aja, Musashi Miyamoto, samurai pengembara. Ada juga filmnya lho. Digambarkan sebagai jagoan pedang, sehingga caranya bertempur digambarkan sebagai “Art of War” dalam banyak buku yang sudah diterjemahkan dalam banyak bahasa termasuk bahasa Indonesia lho.
Kesalahan persepsi yang keempat kita adalah, bahwa semua samurai tinggal di Puri atau castle. Itu salah, karena Puri atau castle. Kita menyebutnya Istana adalah tinggalnya para Shogun, atau Penguasa. Sebagai contoh Osaka Castle, atau Istana Osaka yang dibangun tahun 1583 oleh Penguasa daerah yang terkenal dalam sejarah Jepang dari Osaka Castle adalah Hideyoshi Toyotomi. Beliau yang tinggal di istana itu, sedangkan para samurai adalah pengawal atau prajuritnya yang menjaga istana itu yang juga berfungsi sebagai benteng pertahanan dengan banyaknya jebakan untuk para musuh yang ingin menyerbunya. Ingat program TV dari Jepang ?, yaitu Benteng Takeshi yang lucu itu ?. Ya, seperti itulah kurang lebih.
Persepsi kelima kita yang salah adalah para musuh dari para Samurai akan takut dengan ketajaman pedangnya. Itu adalah salah. Hal yang menakutkan bagi musuhnya bahkan bisa masuk dalam mimpi buruknya adalah pakaian perangnya. Pakaian itu dibuat memang untuk menjatuhkan mental lawan di medan perang saat itu dengan kombinasi warna hitam dan merah darah.
Terakhir, jika anda melihat pakaian yang saya kenakan di atas, dan menganggap adalah pakaian satria samurai zaman dulu, itu artinya kesimpulan anda salah. Baju yang saya kenakan itu adalah baju untuk tidur. Ha.ha., tapi kalau persepsi anda bahwa sisa ketampanan saya masih ada, artinya anda benar. Anggap saja saya saudara kembarnya Tom Cruise, aktor pemeran ‘The Last Samurai “, meski dari beda kandungan ya. Film yang sangat terkenal dan mengisahkan era dimana para samurai mulai hilang di Negara Jepang. Memang saat ini satria samurai sudah tidak ada lagi, namun jiwa samurai tetap hidup di hati banyak orang Jepang sampai dengan sekarang.
Salam Literasi Samurai
Osaka, 22022020






Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
