SAAT ROBOT MENGAMBIL ALIH PERAN GURU
SAAT ROBOT MENGAMBIL ALIH PERAN GURU
Jika ada pertanyaan, apakah kita para guru siap jika suatu saat Robot akan mengambil alih peran kita sebagai guru di dalam kelas ?. Apapun jawaban anda pastilah dianggap tidak penting jika masa itu akan tiba. Namun jangan terburu panik dulu, karena masa itu kapan datangnya, kita semua tidak akan tahu. Bila mencermati perkembangan tehnologi yang semakin cepat di era revolusi industry 4.0 yang sangat cepat di masa sekarang ini di mana semua tehnologi mau tidak mau akan saling terkoneksi satu dengan lainnya. Saya yakin dan meramalkan bahwa saat era revolusi industry 5.0. pastilah akan berhubungan dengan masalah hubungan sosial antar masyarakat dunia. Saat itu, hubungan antar manusia sudah tidak perlu lagi untuk bertatap muka secara langsung, melainkan hanya hadir dalam bentuk Hologram dalam suatu pertemuan atau transaksi melalui aplikasi Video call ataupun aplikasi sejenis lainnya
Sebelum membahas lebih dalam, coba kita simak, apa sih Robot itu ?. Jika kita cari di Google, pastilah disebutkan bahwa definisi Robot itu adalah seperangkat alat mekanik yang bisa melakukan tugas fisik, baik dengan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program yang telah didefinisikan terlebih dulu (kecerdasan buatan). Istilah robot berawal bahasa Ceko “robota” yang berarti pekerja atau kuli yang tidak mengenal lelah atau bosan.
Saat saya berkesmpatan untuk mengunjungi pabrik mobil Toyota di Fukuoka, Jepang dan pabrik mobil KIA di Gwangju, Korea selatan akhir tahun lalu, terlihat jelas bahwa penggunaan tenaga robot tidak sebanding dengan jumlah manusia yang bekerja disitu. Semua sudah otomasi. Mulai dari Pemasangan suku cadang, pengelasan, pengecatan dan lain sebagainya. Tak heran kecepatan produksi menjadi meningkat sehingga pabrik mobil sudah dimasukkan dalam kategori manufacturer, yaitu pabrik dengan tipikal mass production ( Produksi secara massal dalam waktu singkat seperti makanan atau barang kecil lainnya ).
Demikian juga saat saya mengikuti festival lomba robotik di Jepang, semua sudah menggunakan bahasa Program robotik untuk semua jenis robot baik untuk transportasi, pemilahan, analisa data dan lain sebagainya. Semua robot itu bahkan sudah dipakai di Eropa. Saya lihat sendiri saat di Paris, subway atau kereta bawah tanah, tidak ada masinis yang menjalankannya, atau shuttle train di Bangkok atau bandara, juga tidak masinis atau kondekturnya. Semua sudah diatur secara sistematis oleh komputer dan manusia di situ hanya bertugas sebagai pengawasnya melalui kamera CCTV yang banyak terpasang di setiap sudutnya.
Nah, bagaimana jika robot Artificial Intelligence (A.I) atau kecerdasan buatan ini dibuat dan mengajar menjadi guru dengan difasilitasi suara serta bisa bergerak seperti manusia untuk mengajar di kelas?. Anda jangan bilang tidak mugkin dulu. Coba anda semua cermati robot seperti manusia yang sudah pernah dibuat yaitu ASIMO, dari Honda. Robot yang bisa berjalan, naik sepeda, bisa dimintai keterangan dan fungsi lainnya. Sebagai info, saat ini, pengembangan robot Asimo ini dihentikan dengan tidak ada penjelasan secara detail. Lagi, anda mungkin tahu robot AIBO, yaitu pengembangan robot dari Sony inc. Juga dibuat seperti manusia (Humanoid) dengan ukuran yang lebih kecil. Saat ini juga sedang dikembangkan dalam bentuk hewan anjing, kucing dan vacuum cleaner di rumah. Belum lagi yaitu Drone, pesawat tanpa awak yang sedang banyak diproduksi yang terutama untuk tugas militer. Semua sudah serba otomatis dan berkembang cepat.
Sebagai gambaran saat ini, guru bukanlah satu satunya sumber materi pembelajaran bagi murid di satu sekolah, bahkan dengan surfing melalui google, semua soal serta permasalahan pelajaran bisa di dapatkan oleh murid, Jadi saat kita tanya nama Ibukota suatu Negara, Google lebih cepat mengetahui daripada guru, serta informasi lainnya. Itu hanya satu kasus kecil dalam proses transfer ilmu pada para murid di sekolah. Katakanlah, satu robot dikirim di kelas, mengajar murid dengan mengatifkan remote untuk suara, kamera visual untuk melihat murid dan guru cukup mengajar dari ruang guru melalui remote untuk mengajar jarak jauh. Asyiik khan?. Apalagi satu guru bisa mengajar untuk banyak kelas melalui robot yang sudah diprogram itu.
Akan tetapi, itu semua tidak semudah membalik telapak tangan. Saya berpendapat dan yakin bahwa tehnologi semaju apapun, entah dalam dunia robotik ataupun search engine seperti google dan lain sebagainya, TIDAK akan pernah bisa menggantikan peranan guru di sekolah. Negara semaju apapun, jika tidak memberdayakan peranan guru mereka di sekolah, Negara itu cepat atau lambat akan hancur secara moral. Para Guru adalah garda terdepan untuk Moral Force (Pasukan penjaga moral) bagi anak didik. Ada hal hal tertentu dari sisi kemanusiaan yang para robot atau A.I (kecerdasan buatan) tidak pernah bisa mempunyainya. Karena sekolah adalah lembaga bagaimana cara mengajar manusia oleh manusia untuk memanusiakan manusia lainnya dengan cara yang manusiawi agar kelak murid murid semua menjadi manusia yang berkarakter, beriman, berakhlaq mulia dan bertanggung jawab. Murid murid tanpa guru, mereka tidak akan pernah bisa mendidik diri mereka sendiri di masa depannya. Apakah robot punya rasa empati atau simpati pada murid murid ?, apakah robot bisa memberikan apresiasi pada murid?, atau apakah robot bisa memberikan motivasi pada murid tentang perjuangan menuntut ilmu dan menghadapi permasalahan hidup ini ?. Jawabannya secara tegas adalah TIDAK. Jadi oleh karena itu, mari kita hilangkan rasa kekawatiran kita sebagai guru yang tidak mendasar dan berlebihan itu bila peranan kita akan diambil alih oleh para robot di masa depan.
Saat ini justru yang sedang ramai adalah robot humanoid yang berperan sebagi istri atau suami di rumah. Untuk itu, sekarang, bagi anda yang sudah menikah, itu saja yang perlu anda kawatirkan saat ini, yaitu pengganti pasangan anda oleh robot. Jadi, jangan sampai suami atau istri anda nanti berselingkuh dengan robot ya.
Salam Robo
Osaka 12022020



Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
