Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Tidak Bisa Bahasa Inggris Lancar, tapi Juara di Tk. Asia Pacific

Tidak Bisa Bahasa Inggris Lancar, tapi Juara di Tk. Asia Pacific

Tidak Bisa Bahasa Inggris Lancar, tapi Juara di Tk. Asia Pacific

Coba, rasanya bagaimana jika anda semua membaca judul artikel di atas ?. Heran kan ?, jangan kan anda, aku yang juga sebagai guru pembinanya saja juga bingung dan masih tidak percaya. Oleh karena itu, artikel ini kutulis, agar kita semua sebagai guru, terutama yang mengajar bahasa Inggris, janganlah terlalu menekankan pada anak didik kita untuk harus mampu berbahasa Inggris seperti penutur asli orang dari Negara yang memang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa percakapan sehari hari. Yakin sajalah untuk mengajak mereka mengikuti lomba di event Internasional dengan modal bahasa Inggris yang pas pasan. Dan hasilnya, menang serta mendapat predikat juara tuh.

Saat itu, sekolahku mendapat kesempatan untuk mengikuti Lomba GYS ( Global Youth Summit ), Tingkat pelajar Se Asia Pacific di bulan Januari akhir tahun 2017, di mana merupakan tahun Negara Kamboja menjadi Tuan rumah atas terselenggaranya event tahunan yang diadakan oleh Hemisphere Foundation yang bekerjasama dengan Kementrian Lingkungan hidup setiap negara ASEAN untuk membahas tentang isu tentang lingkungan global dalam mengatasi perusakan lingkungan dan mencari solusi melalui lomba tehnologi lingkungan dengan tema Pengolahan sampah (Waste Management), Saving energy ( Penghematan energy), Water Treatment ( Pengolahan air) dan Recycling ( Daur ulang limbah).

Setiap Tahun, lomba ini diadakan di Negara asia Pacific yang sudah ditunjuk, termasuk Indonesia, dan sudah dilaksanakan pada tahun ini di SMA Taruna Nusantara Magelang, Jawa Tengah serta di hadiri oleh banyak delegasi Pelajar dari hampir Negara Negara di ASEAN dan Asia Pacifik.

Saat lomba GYS tahunan yang diadakan di Phnom Penh, ibukota Negara Kamboja ini juga dihadiri oleh delegasi pelajar tingkat SD, SMP, SMA dan Mahasiswa dari seluruh Negara di Asia Pacifik, termasuk Indonesia. Dari Delegasi yang dikirim, salah satunya adalah 3 tim dari sekolahku. Alhamdulillah, Setelah perjalanan yang melelahkan dari Juanda, transit ke Singapura, kemudian ke Phnom Penh. Kami semua tiba di Kota Phnom Penh yang udaranya sangat panas, hampir sepanas seperti di Surabaya, kami langsung menuju hotel dimana kegiatan akan diadakan yang rencananya akan berlangsung selama sepekan termasuk tour lingkungannnya.

Hari berikutnya, setelah melalui prosesi mulai dari Upacara pembukaan di gedung Kementrian Lingkungan Hidup, Kamboja yang juga dibuka secara resmi oleh Menteri LH, Kamboja, serta beberapa kegiatan lapangan lainnya, sampailah pada sesi dimana setiap tim harus manampilkan karya inovasi mereka dalam mengatasi permasalahan lingkungan hidup di Negara mereka masing masing dengan tema yang telah aku disebutkan di atas. Pada babak Kualifikasi materi dan proposal serta presentasi awal, semua tim dari sekolahku masih merajai untuk masuk pada babak final.

Pada hari berikutnya, Untuk babak Final, kegiatan dipusatkan di Royal University Cambodia. Setelah presentasi demi presentasi yang ditampilkan oleh tim dari Negara lain, sebut saja Singapura, atau Australia, mendapat aplaus dari seluruh peserta karena kemampuan bahasa Inggris mereka, dan juga seragam sekolah mereka sangat modis sekali, serta juga project yang dipresentasikan sangatlah berbobot.

Akhirnya, setelah merasakan demam panas dingin karena melihat menampilan timku yang bahasa Inggisnya pas pasan, aku hanya pasrah saja saat itu, dan selalu memotivasi anak anak. “Sudah..,santai saja..!,. nggak menang gak papa,kok.. yang penting sudah berani tampil..!”. pujiku pada mereka agar tidak patah semangat dan nervous melihat penampilan tim lawan sambil aku peluk, aku salami dan aku tepuk bahu mereka semua.

Tibalah saatnya pengumuman hasil lomba, dan pada hari yang bersejarah itu, Juara 1 yang disebut oleh panitia pertama kali adalah salah satu SMA Swasta yang terkenal di Surabaya. Langsung saja ,kami semua bersorak kegirangan karena nama Indonesia menjadi juara 1. Oh, iya, saat di hotel, sebelum berangkat menuju ke tempat lomba, kami semua berdoa, semoga ada satu juara dari Indonesia yang bisa mengharumkan nama Bangsa dan Negara. Dari sekolah manapun tidak masalah, yang penting dari INDONESIA. Rasanya tidak tahu, kenapa saat di Negara lain, rasa nasionalisme ini justru malah meningkat dan bangga dengan bangsa kita sendiri, termasuk guru dan murid semua.

Setelah suasana riuh ramai di gedung aula kampus Royal University Cambodia mereda, selanjutnya panitia menyebutkan bahwa yang mendapat predikat juara 2 di Lomba Inovasi Lingkungan tingkat Asia Pacific adalah tim dari sekolahku. Sontak semua muridku dan akupun meloncat dari kursi dan bahkan ada muridku yang terjatuh saking gembiranya. Luar biasa suasana gedung saat itu. Terguncang suara kegembiraan yang gegap gempita. Saat pembawa acara meminta tim pemenang untuk naik ke podium, suasana masihlah dalam euphoria kegembiraan dan begitu tim Juara 1 dan tim juara 2 dipersilahkan untuk naik ke atas panggung, aku melihat mereka saling berangkulan dan masih tertawa dengan suka citanya di atas panggung. Nah, saat, disebutkan oleh MC (Master of Ceremony) siapa yang berhak mendapat juara 3 dan juga berhak atas Trophy , medali perunggu, piagam kejuaraan dan uang pembinaan. Suasana ruang aula mendadak menjadi senyap dan aku duduk dikursi yang paling belakang dengan memegang tanganku sendiri yang rasanya dingin dan mati rasa berharap harap cemas dengan pikiranku sendiri, tiba tiba, tidak begitu jelas, semua berteriak kegirangan bahkan muridku sampai berdiri di atas kursi sambil membentangkan bendera merah putih yang memang sengaja sudah kami siapkan dari tanah air. Belum hilang rasa kagetku, salah satu murid memelukku dan menangis sambil mengatakan tim kedua dari sekolahku mendapat predikat juara 3. “Allahu Akbar..!, “ takbirku secara spontan. Ya Allah, Tim dari sekolahku lainnya mendapat 3 . Mereka 2 tim itu menjadi juara sekaligus untuk kategori Pelajar dengan tema Water Treatment (pengolahan air) dan Waste management (Pengolahan limbah). Sungguh anugerah yang tidak bisa aku gambarkan dengan kata kata saat dewan juri memanggil menyebut nama nama tim yang aku bawa untuk maju menuju ke podium untuk menerima Medali Perak dan Perunggu. Aku masih ingat,sebenarnya saat berangkat, sama sekali tidak ada target bahwa kami semua akan membawa Trophy , Medali , Piagam dan hadiah uang kejuaraan ke Indonesia. Jadi malam itu rasanya lengkap, karena Juaranya adalah dari Indonesia semua. Kami semua menangis tersedu terharu saat setelah mereka menerima Trophy, Medali, Piagam dan uang pembinaan, dikibarkanlah bendera merah putih di dalam Aula itu dengan diputarkan lagu Indonesia Raya oleh Panitia. Kami serentak semuanya turut menyanyikan lagu kebangsaan kami dengan bangganya.

Aku sebagai guru pembinanya hanya bisa mengucapkan Puji syukur ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan berkahNYA pada kami semua dalam mengikuti lomba yang bergengsi ini. Rasanya, aku masih tidak percaya, bahwa sebagai guru Pembina lomba di ajang Internasional ini bisa mengalahkan peserta dari beberapa Negara ASEAN lainnya, seperti Australia, Qatar , Singapura, Malaysia dan Philipina. Kenapa demikian, Negara tersebut merupakan English Speaking Countries ( Negara yang menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan seharai hari), bandingkan dengan Negara kita yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa Asing, bukan sebagai bahasa kedua dalam kehidupan bermasyarakat. Apalagi dengan tim dari kita, saat presentasi dalam bahasa Inggris, aku sempat merasa kawatir juga ,mengingat pembekalan Bahasa Inggris untuk presentasi bagi muridku sebelum berangkat, sangatlah terbatas. Namun Allah SWT, memberikan anugerah yang luar biasa bagi tim kami .Nikmat manalagi yang harus kami dustakan. Juga saat mendengar Nama Indonesia di sebut di ajang Internasional ini , bergemuruh rasanya kebanggaan dalam hati ini.

Begitu selesai penyerahan Piala, Medali , piagam dan uang pembinaan dalam kejuaraan GYS itu. Kami semua berangkulan dan bertangis tangisan, karena rasanya tidaklah sia sia telah menyiapkan dan mengorbankan waktu bermain kami semua hanya untuk menyiapkan Project dan berlatih secara intensif untuk menyiapkan presentasi dalam bahasa Inggris demi acara di tingkat ASIA Pacific ini.

Selanjutnya, begitu upacara penutupan, masih ada satu lagi acara yaitu festival pertukaran budaya antar Negara untuk menyajikan penampilan terbaiknya dalam kreasi seni, seni suara dan tari serta pakaian. Kami tampil habis habisan dalam kegiatan itu, tak dinyana dan tak diduga, ternyata Tim dari sekolah kami mendapat predikat “The Best Performance of Traditional Dance”. Ya Allah, Sekali lagi predikat ini membuat tim dari sekolahku semuanya tak terkecuali melakukan sujud syukur kepadaNYA secara serempak di dalam ruang aula kampus itu atas semua anugerah yang kami terima di hari yang bersejarah itu.

Saat perjalanan pulang ke Indonesia dan saat itu masih di bandara, sambil menunggu untuk waktu boarding ke pesawat ke tanah air, aku berpesan pada semua peserta yang aku kumpulkan, “Tolong anak anakku semua, dengarkan saya bicara..!,bapak minta kamu semua untuk jangan terlalu gembira, atau euphoria yang berlebihan, nanti hal itu akan membuatmu sombong..!, ingatlah di atas langit masih ada langit.,bersikap wajar saja ya, dan bapak mengucapkan terimakasih dan selamat atas prestasi yang kamu capai..!, tidak ada guru yang hebat di dunia ini, namun yang hebat adalah kalian semua,.. para muridku..!”.

Begitu aku selesai bicara, semua muridku bertepuk tangan dan saling berpelukkan sehingga membuat para penumpang yang berada di ruang tunggu memperhatikan tingkah laku mereka yang kembali ternyata meloncat loncat dan mendekap trophy dan medali yang mereka pakai serta menciumnya berulang ulang dengan girangnya sambil tertawa tawa.

“Ahh, dasar murid,.ya begitulah.”. kataku pada orang di sebelahku dalam bahasa Indonesia sambil aku menoleh. Lhah.., ternyata orang sebelahku tadi tidak tersenyum, baru aku sadari ternyata dia orang bule yang aku tidak kenal dan aku yakin juga dia pasti tidak tahu bahasa Indonesia.

Phnom Penh, Januari ,31012020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post