ANDA, PEMBACA TIPE SKIMMER ATAUKAH SCANNER ?
ANDA, PEMBACA TIPE SKIMMER ATAUKAH SCANNER ?
Apakah anda pernah mendengar istilah skimming atau scanning ?. Jika belum, mari kita bahas bersama, apa yang dimaksud dengan istilah tersebut di atas ?. Sebenarnya, kedua istilah itu adalah metode membaca dalam bahasa Inggris, namun bisa dipakai untuk metode semua bahasa yang bermacam macam. Metode ini sangat bermanfaat saat menyelesaikan mata ujian suatu bahasa apalagi dengan alokasi waktu yang singkat dan jumlah soal yang banyak tentang materi suatu teks.
Begini, saya sengaja, mengulas topik di atas dalam artikel ini karena pengalaman buruk penulis sendiri dalam berkemampuan untuk membaca banyaknya artikel di dalam blog gurusiana.id itu. Ternyata, saya tidak sendirian berbuat kesalahan. Bisa jadi anda yang membaca ini juga pernah. Nah, apa yang salah ?. Saat ada artikel yang anda unggah ke blog gurusiana, kemudian anda bagikan link-nya melalui FB group Media Guru Indonesia, bisa jadi group FB lainnya yang mungkin juga anda menjadi anggotanya. Jika anda cermati, antara artikel yang anda tulis, dengan komentar yang disampaikan oleh pembaca, sama sekali tidak ada kaitannya yang seolah olah pembaca sudah membaca inti dari isi tulisan anda, yang padahal hanya membaca judulnya. Saya pernah melakukannya, dan ini memalukan. Kenapa anda dan saya melakukannya?. Itu karena anda dan saya ingin menyenangkan teman anda yang menulis artikel itu, tapi komentar kita sama sekali tidak menyentuh substansi dari teks yang ditulis oleh penulis dengan sepenuh hati dan pikirannya. Hal ini menyedihkan lho. Parahnya lagi, banyak yang memberikan komentar yang bersifat menghakimi yang seolah olah merasa lebih mengerti dan pandai tentang materi yang dituliskan hanya dari membaca judulnya saja. Ini aneh. Apakah kita salah ?, jawabannya, tentu saja tidak, cuman akhirnya malah menunjukkan kualitas kita sendiri. Seperti kita sering mengatakan pada orang lain, “ Jangan menilai sebuah buku dari sampulnya..!”, namun kita melakukannya kan ?.
Nah, untuk itu, agar hal seperti itu tidak terulang lagi, anda bisa melakukan dengan metode skimming dan scanning dalam membaca artikel yang ada. Metode ini juga bisa dipakai untuk murid anda untuk menyelesaikan soal soal dari wacana / bacaan dari mata pelajaran bahasa Inggris, bahasa Indonesia dan bahasa lainnya. Nah apa sih metode itu ?. Menurut definisi yang diambil dari **(censored)** menjelaskan bahwa : Skimming and scanning are reading techniques that use rapid eye movement and keywords to move quickly through text for slightly different purposes. Skimming is reading rapidly in order to get a general overview of the material. Scanning is reading rapidly in order to find specific facts. While skimming tells you what general information is within a section, scanning helps you locate a particular fact. Skimming is like snorkeling, and scanning is more like pearl diving.
Jika dijelaskan dalam bahasa Indonesia, kurang lebih mengatakan bahwa Skimming dan Scanning itu adalah tehnik membaca cepat yang menggunakan kecepatan gerakan mata anda dan mencari kata kunci pada teks secara menyeluruh untuk tujuan yang berbeda. Skimming adalah tehnik membaca cepat untuk mendapat pemahaman umum tentang materi tulisan yang anda baca. Sedangkan Scanning, adalah tehnik membaca cepat untuk mencari hal hal fakta tertentu saja. Untuk Skimming memberi tahu pembaca apa yang informasi secara umum dalam satu bagian, sedangkan Scanning membantu pembaca menemukan lokasi di mana informasi atau fakta tertentu dalam teks. Jelasnya, Skimming itu seperti orang berenang di permukaan laut sambil melihat dasar laut (Snorkelling), sedangkan Scanning itu seperti anda menyelam ke dasar laut melihat dari dekat seperti penyelam yang mencari mutiara (Pearl diving).
Nah, dari penjelasan di atas, anda sering membaca cepat pada suatu teks, sambil melompat lompat antar kalimat mencari kata kunci dari tulisan atau artikel, bisa jadi juga, langsung saja hanya membaca paragraf terakhir dan segera mengambil kesimpulan. Itu artinya anda adalah tipe SKIMMER, namun jika anda membaca dengan teliti, kata demi kata dan mencari makna serta maksud atau kesimpulan dari suatu tulisan, teks, artikel atau wacana, anda adalah tipe SCANNER.
Lhah, jadi harus bagaimana ?. Tipe yang baik yang mana ?. Apakah saya salah jika melakukannya ?. Jawabannya adalah relatif. Itu tergantung dari jenis teks, artikel, atau wacana yang anda baca. Jenis informasi yang anda butuhkan juga menentukan cara membaca anda. Kalau saya pribadi, sering menggunakan kedua tipe tersebut, dan itu tergantung dari teks, artikel atau tulisan yang saya baca. Jujur saja,artikel seperti puisi dan cerpen, saya tidak berani memakai metode Skimming karena mencari maknanya sangatlah berat, apa maksud dari penulis tersebut. Anda bisa memakai metode skimming untuk artikel saya ini. Itu tidak masalah. Kenapa demikian?., Karena ini artikel ringan untuk sekedar tahu saja sih. Namun jika anda membaca artikel yang ditulis ibu Riful Hamidah atau bapak Radinopianto, anda harus menggunakan metode Scanning karena materi itu sangat penting dan memerlukan pemikiran menyeluruh dari daya keintelektualan anda.Jangan hanya membaca judulnya saja, kemudian menulis komentar ”Mantap”. Anda jadi rugi, karena tidak mendapat hal yang penting di situ.
Untuk itu, dalam membantu anda kapan harus menggunakan metode skimming dan scanning, gunakan saja langkah sebagai berikut, yaitu setelah anda semua membaca judulnya segera kumpulkan informasi di otak anda, apa yang anda butuhkan dengan menggunakan kata tanya Apa, Siapa, Di mana, atau Yang mana. Jika itu yang anda butuhkan, gunakan saja metode Skimming dalam membaca artikel, tulisan, teks, atau wacana. Namun, jika informasi yang anda butuhkan menggunakan kata tanya Mengapa, Bagaimana, atau Mengambil kesimpulan apa, gunakan saja metode Scanning yang artinya anda harus membaca detail. Juga jangan memberikan komentar sebelum membacanya, karena bisa menjadi sesuatu yang aneh, sehingga mengarah pada debat atau polemik yang mengarah pada ego dan daya nalar anda. Juga jangan marah dengan suatu artikel setelah membaca judulnya saja tanpa memahami secara lengkap intisari dari materi yang sedang disampaikan, itu akan lebih aneh lagi. Maaf,..ini hanya autokritik untuk saya sendiri juga.
Jadilah pembaca yang bijak, memberikan kritik dan saran yang konstruktif pada suatu materi yang ditulis oleh penulis lainnya. Apalagi seperti halnya saya, penulis pemula, pastilah banyak yang tidak terjelaskan dalam satu artikel untuk diulas. Saya juga lebih parah lagi, pernah tidak menggunakan skimming, atau scanning, langsung menulis komentar pada artikel yang ditulis teman penulis lain, yaitu materi pada hari sabtu atau minggu yang ditulis dalam bahasa daerah masing masing se Indonesia. Langsung saja saya tulis ,” Ibu, bapak, kenapa kepala saya kenapa pening atau pusing ya”. Untuk itu, maafkan saya ya, Sejujurnya, padahal saya ingin tahu arti cerita itu. Yahh, mungkin faktor usia , apalagi kemampuan saya sudah kategori Bye—lingual.
Salam Literasi Penulis pemula
Magetan, 01032020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
