Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
' Bapak ini ,Peserta Pelatihan atau Instrukturnya ?.'

' Bapak ini ,Peserta Pelatihan atau Instrukturnya ?.'

“ Bapak ini Peserta pelatihan atau Instrukturnya ?..”

Hadeeh, bingung deh jika ditanya seperti itu dan ini harus jadi pengakuan setelah sekian lama tidak aku ceritakan. Akhirnya, aku jawab sekenanya saja, “Ya, peserta, Ya Instruktur yang terpaksa dan juga karena tertangkap situasi.". Kejadian ini sebetulnya sudah berlangsung lama, tapi tidak ada salahnya saya ceritakan mengingat Instruktur saya yang sesungguhnya tidak menyadari ada kejadian ini. Beliau adalah bapak Muhammad Hariyanto, M.Pd, Beliau disamping dikenal sebagai figur yang ramah, cerdas dan enerjik juga jebolan National Institute of Education, ( NIE)- NTU, Singapore lho, keren kan ?. Oh iya, sekarang beliau menjabat Kepala SMA Negeri 2 Malang di Provinsi Jawa Timur.

Menjelang pemerintah sedang gencarnya melakukan peningkatan kualitas sekolah dan guru untuk program sekolah berstandar Internasional di seluruh tanah air, maka untuk menunjang peningkatan kualitas guru tersebut, diadakanlah pelatihan pembuatan bahan ajar berbasis ICT-Information and Communication Technology untuk semua guru bidang studi dari beberapa SMA Negeri dan Swasta di Indonesia. Kegiatan yang dihadiri hampir 600 guru dari seluruh tanah air tersebut berlangsung selama sepekan di Evergreen, Bogor, Jawa Barat.

Dalam persyaratan disebutkan bahwa semua peserta wajib membawa laptop dan diserahkan pada panitia begitu tiba di Bogor untuk diberi label nama dan sekolah asal pada laptop semua peserta untuk dikoneksikan dengan Internet serta diletakkan permanen di atas meja ruangan aula utama yang menampung hampir 650 peserta sekaligus termasuk panitia dan instrukturnya. Wow, bayangkan saja riuh ramainya ya. Mereka semua dari penjuru tanah air berkumpul di dalam satu ruangan yang besar dan berinteraksi menggunakan bahasa Indonesia dengan logat yang berbeda beda. Sungguh suatu program yang menarik untuk saling bertukar pikiran dan mengenal guru guru se tanah air..

Aku juga salah satu pesertanya sih, dan segera mendapatkan tempat duduk barisan ketiga dari belakang bercampur bersama peserta dari Tapanuli dan Medan. Horas,bah !. Sambil menunggu upacara pembukaan yang rencananya akan dibuka oleh Ibu Dyah dari Direktorat Kelembagaan, Kemdiknas, Jakarta, kami semua saling berkenalan satu sama lain. Aku lirik bangku sebelah kananku kosong. Aku bertanya tanya dalam hati siapa nih yang duduk di sebelah saya, eh, saat saya masih sedang berfikir gitu, tiba tiba ada bapak yang tergesa gesa duduk dan meletakkan laptopnya di sebelahku. “Maaf, saya terlambat nih, habis mengejar jadwal pesawat dari Medan ke Jakarta, kemudian mencari kendaraan lagi ke Bogor, akhirnya sampai juga nih..semoga belum upacara pembukaan ya..!”. dia berkata kepada kami semua walaupun tidak ada yang menanyakan hal itu. Karena kami semua diam, bapak tersebut akhirnya bertanya pada saya, “ Bapak dari mana !?”. Aku jawab dengan santai untuk mencairkan ketegangan, “Lhoh, saya dari tadi duduk di sini, pak !, saya nggak kemana mana, kok..malah bapak yang baru datang, khan..!. “ Aihh, bapak ini bisa saja..!”, dia menjawab dengan logat bataknya yang khas dan tertawa terbahak bahak. Akhirnya bapak yang mengaku bernama Derita Harahap tersebut menjadi akrab dengan kami semua.

Sambil menunggu upacara pembukaan, aku mengamati beberapa panitia dan instruktur sibuk memperkenalkan diri pada kelompok yang akan mereka bimbing, termasuk juga bapak Hariyanto yang menjadi fasilitator di kelompokku. Karena upacara belum dimulai, akhirnya aku izin keluar ke toilet sebentar. Nah, seperti biasa, aku langsung menuju ke toilet di bungalow kelompokku menginap. Setelah Kebakaran perutku usai, aku berfikir untuk merebahkan tubuhku di kasur kamarku barang sebentar saja namun tidak terasa, ternyata aku tertidur beneran entah berapa menit. Begitu terbangun, aku segera lari menuju aula karena aku yakin , pasti upacara pembukaan sudah dimulai dan ternyata itu benar. Dengan mengendap ngendap, aku membuka pintu Aula dan menyelinap masuk. Ternyata, saat itu adalah sesi Ibu Dyah dalam memberikan sambutan yang artinya aku melewatkan upacara pembukaan dari awal. Begitu aku mau duduk, ternyata kursiku sudah ada yang mengisi, yaitu salah satu instruktur yang sedang memperbaiki laptop teman sebelah kiriku. Nama temanku itu bapak Slamet Hariyadi dari Puri Mojokerto, Jawa Timur.

Yahh, karena keadaan itu, terpaksa, aku ikut berdiri di belakang kursi bersama bapak bapak yang aku duga adalah instruktur. Sambil berdiri, aku mendengarkan arahan bu Dyah yang terkenal sangat tegas dan keras untuk semua peserta. Pada akhir sambutannya, beliau meminta semua peserta dari propinsi propinsi yang disebutkan untuk berdiri jika beliau memanggil. Suasana menjadi semangat dengan yel yel dari komentar Ibu Dyah dalam memberikan apresiasi pada seluruh peserta yang hadir. Dan sampailah akhirnya, beliau meminta seluruh peserta, untuk memperhatikan para instruktur yang berdiri berjajar di bagian belakang di mana aku ikut di dalam barisan itu. Ibu Dyah meminta, semua instruktur untuk tampil ke depan agar semua peserta tahu, siapa saja yang jadi instrukturnya. Mau tidak mau, daripada aku ketahuan terlambat, akupun ikut berjalan bersama rombongan untuk maju ke depan para peserta pelatihan bahan ajar berbasis ICT itu. Bu Dyah menegaskan bahwa para instruktur itu akan bertugas sebagai fasilitator, yaitu mereka mereka yang akan membantu bapak dan ibu peserta pelatihan dalam menyelesaikan tugas bahan ajar berbasis ICT, juga jika ada masalah pada laptop dan program lainnya. Beliau juga menambahkan untuk menghafalkan wajah wajah para para instruktur jika mereka butuh bantuan cepat sehingga diharapkan tidak ada masalah selama dalam pelatihan. Saat itu, aku hanya bisa diam mematung dan bicara dalam hatiku sendiri "Mati aku..,kenapa tadi bisa tertidur..". Setelah beberapa menit, kami semua diminta kembali ke tempat para Instruktur berdiri tadi.

Saya pikir hal itu tidak jadi masalah, ternyata, terhitung mulai hari pertama sampai dengan hari terakhir, rekan rekan peserta menganggapku sebagai Instruktur mereka dengan sering memanggilku ke sana kemari utnuk menyelesaikan materi bahan ajarnya yang belum tuntas, yang padahal aku sendiri juga peserta nih. Untungnya, karena aku juga menjadi dosen di Politeknik Informatika, aku bisa membantu rekan rekan tentang semua permasalahan komputer dan program serta pembuatan bahan ajarnya dengan lancar.

Hanya satu orang yang masih penasaran denganku dan selalu bertanya padaku jika ada waktu luang, yaitu bapak Derita Harahap tadi, “Bapak ini Peserta atau Instruktur, sih ,saya jadi penasaran..?. Ha.ha. ada yang bisa membantu menjawab ?

Salam Literasi ICT

Bogor, 04032020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post