CURHATAN HATI TKI DI KOREA SELATAN TERJEBAK COVID-19
CURHATAN HATI TKI DI KOREA SELATAN TERJEBAK COVID-19
Perkenalkan, nama saya Zen. Usia saya 28 tahun dan saya adalah salah satu TKI atau Tenaga Kerja Indonesia yang ada di Korea. Saat ini saya bekerja di Industri Otomatif yang terkenal di dunia. Mohon maaf, saya ingin berbagi dengan bapak ibu guru se Indonesia yang mungkin muridnya menjadi TKI seperti saya di Korea terkait dengan mewabahnya virus Corona ini. Mohon didoakan untuk kami semua ya. Update terakhir, yang terpapar sekitar 8.162 orang, sedangkan yang meninggal sudah 75 orang.
Pada awal musim dingin bulan lalu, itu adalah awal dengar penyakit Corona mewabah atau istilahnya Covid-19 di Wuhan ,China. Saat itu rasanya bagi saya sesuatu hal yang biasa saja. Saya anggap seperti penyakit flu lainnya dan tidak mengira akan berdampak pada saya serta teman kami semua para TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di Korea. Sampai sekarang rasanya seperti masih tidak percaya dan tidak ada persiapan sama sekali akan dampaknya pada kehidupan kami semua. Penyakit yang hanya terlihat seperti flu kering itu dan tidak terlihat sakit pada penderita, tiba tiba langsung banyak yang tumbang dan mati mendadak di sana sini. Yang menolong juga ketakutan karena bisa tertular. Jadi serba salah. Semua menjadi ketakutan. Saya jadi ingat suasananya seperti di film Resident Evil. Suasana terasa ngeri sekali saat ini. Ya Allah, lindungi kami..!.
Beberapa hari kemudian setelah kota Wuhan menjadi kota mati, berselang waktu yang tidak lama, saya mendengar pemberitaan di Televisi Korea bahwa ada yang positif terpapar Covid-19 di salah satu gereja di kota Daegu , Korea Selatan .Sayapun masih belum terlalu percaya dan panik tentang bahayanya Covid-19. Setiap hari , mau tidak mau, saya harus mengikuti berita online Televisi Korea Selatan dan lambat laun saya baru mulai percaya setelah penyebaran Covid-19 sangat cepat sekali di Daegu ,Korea Selatan. Bayangkan, dari awalnya hanya 1 sampai dengan 5 orang pasien sampai dalam waktu seminggu sudah menjadi ratusan orang yg positif terpapar Covid-19 atau Corona itu.
Seketika saya membayangkan ribuan nasib TKI di Korea Selatan yang ada di daerah Daegu setelah ada pemberitaan untuk siaga 1 terhadap pengaruh virus Corona. Setiap hari, jam, menit dan detik, saya memantau berita online dan seta nama pasien terus menerus bertambah. Dalam hati, saya berdoa semoga tidak ada teman-temanku para TKI yang ada di Daegu ( daerah sebelah selatan korea) yang terpapar virus Corona ini. Rasanya tidak bisa membayangkan jika ada teman sebangsa dan setanah air yang menderita di negri Ginseng ini. Ngeri sekali. Mohon doakan keselamatan kami semua ya.
Oh, iya, walaupun saya tinggal di kota Ansan tapi saya tetap khawatir bila terserang virus ini. "Bapak dan ibuku, doakan anakmu yang sedang berjuang mengais rezeki di negeri orang ini..!". Hanya doa itulah yang selalu saya panjatkan kehadirat Allah SWT agar saya diberikan keselamatan. Kota Ansan berjarak sekitar 4 jam perjalanan ke Daegu bila ditempuh dengan kereta super cepat ( KTX ) dan yang saya lebih khawatirkan sekali adalah orang dari China yang tinggal di kota Ansan itu ada sekitar 50.000 orang bahkan bisa lebih. Tidak bisa dibayangkan jika satu di antara mereka positif mengidap covid-19, maka dengan segera menyebar ke orang China lainnya di Daegu.
Di Korea Selatan sendiri khususnya di Daegu, aktifitas masih seperti biasa walaupun selalu waspada , cuman semua diminta untuk selalu hati hati dan diingatkan juga untuk menghindari keramaian serta kontak langsung dengan orang baru atau orang yang tidak dikenal. Saat ini kota menjadi sepi, seperti kota hantu. Sepi dari aktifitas baik di luar rumah ataupun di pabrik.
Saya setiap hari selalu diingatkan oleh Mandor pabrik di tempat saya bekerja untuk tidak keluar kota meskipun waktu libur. Mau tidak mau, saya hanya untuk belanja ke minimarket saja harus menunggu malam hari yang sepi hal itu sengaja saya lakukan untuk menghindari kontak dgn orang orang. Jika keluar rumah, saya pastikan selalu memakai masker yang sekarang harganya juga jadi sangat mahal di sini. Bagaimana masker di Indonesia? Saya dengar juga mahal ya ?.
Rasanya tidak nyaman sama sekali jika berjam-jam memakai masker , rasa sakit dibagian belakang telinga dikarenakan tarikan tali masker itu rasanya sama seperti dijewer sama guru bahasa Inggris saya, yaitu pak Eko Adri Wahyudiono, karena saya tidak bisa segera bisa menghafal kosakata baru. Trimakasih jewerannya pak, berkat itu, saya bisa bekerja di Korea Selatan. He..he…
Untuk jaga diri, setiap hari saya selalu kontak teman-teman TKI yang berada di Daegu untuk mendapatkan kondisi yang sesungguhnya, bukan informasi yang saya dapatkan dari media elektronik. Saya ingin real seperti apa kondisinya dan Alhamdulillah, teman teman selalu menjawab “Kami semua sehat saja, aman dan tenang-tenang saja.., walaupun keluarga di rumah selalu mengkhawatirkan kami dan minta untuk segera pulang..!,.
Apapun kondisinya, saya dan teman saya tetap kekeuh untuk tidak mengambil keputusan yang salah yaitu untuk tidak Resign (mengundurkan diri) begitu saja. Kami semua ingat bahwa dulu perjuangan proses Government to Government (G to G) ke Korea selatan itu sangat sulit setengah mati untuk lolos.
Rasanya sangat berbeda, dulu sebelum ada Virus Corona menyebar di Korea, gaji saya rasanya seperti setingkat menteri di Korea, tapi saat ini karena Covid-19 itu, semua perekonomian, pendidikan, pariwisata, dan lain sebagainya mengalami penurunan yang tajam termasuk pengahasilan. Yaah, akhirnya gaji bulanan saya, jangankan setingkat guru di Korea, bisa sama dengan setingkat karyawan kantor saja sudah bagus tuh. Saat ini yang bisa saya lakukan adalah “bertapa” di apartemen atau pabrik sambil menunggu meredanya virus Corona itu.
Semoga Covid-19 segera berlalu !
Ansan, Korsel, 2020.03.15

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
