Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
KAK IQBAL DINO ALFATH, BUKAN GURU TAPI BERJIWA LEBIH GURU DI MGi

KAK IQBAL DINO ALFATH, BUKAN GURU TAPI BERJIWA LEBIH GURU DI MGi

KAK IQBAL DINO ALFATH, BUKAN GURU TAPI BERJIWA LEBIH GURU DI MGI

Anda semua pasti penasaran dengan nama yang terdengar asing saat anda membaca judulnya artikel ini pertama kali kan ? Anda tidak salah. Memang nama beliau di Media Guru Indonesia, khususnya di Gurusiana.id, tidak tertulis seperti itu. Mau tahu, siapa yang membuat saya berani menulis artikel tentang dia yang padahal sebelumnya tidak mengenal atau belum saya berkesempatan bertemu dengannya. Untuk itu saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih pada group FB Media Guru Indonesia dan Gurusiana.id.

Apresiasi ini perlu saya sampaikan karena saya merasakan manfaat dari adanya group MGI dan gurusiana secara langsung di mana saya bisa bersilahturahmi dengan banyak orang melalui media sosial ini. Mereka semua orang hebat, Guru hebat dan saling mendukung. Group MGI ini berbeda dibanding group lain yang saya pernah menjadi anggotanya. Saya merasakan manfaat dan banyak ilmu serta teman yang saya dapat. Itu yang membuat saya berani menulis ini.

Sebetulnya, banyak sekali tokoh gurusioner yang ingin saya tulis, namun saya tidak bisa menyebutkan satu persatu kecuali jika Pak Murman selaku admin group mengadakan kegiatan semacam ini secara berkesinambungan untuk menulis tantangan siapa yang harus menjadi gurusioner yang menginspirasi kita semua setiap bulannya. Dengan demikian, kita satu sama lain, akan lebih mengenal mana yang gurusioner sejati atau bukan saat menjadi anggota group MGI ini.

Kak Iqbal Dino Alfath. Iya, itulah nama beliau. Orang yang saya tulis untuk anda ketahui karena tulisannya mengulas tentang nasib guru di Indonesia. Sebentar, beliau saya panggil Kak, itu kependekan dari Kakak, yaitu panggilan untuk Pembina Pramuka sejati. Sebelumnya, saya mengenal beliau ya dari group MGI di FB ini. Pertanyaannya, apa yang membuat saya tertarik untuk mengulasnya?. Akhirnya saya berselancar melalui FB nya karena permintaan pertemanan saya sudah dikonfirmasi oleh beliau, dan ternyata membuat saya tercengang. Kenapa demikian? Ada apa ?.

Radinopiantosp, itulah nama beliau di Gurusiana.id jika anda ingin mencarinya. Dari artikel yang beliau tulis, selalu mengedepankan tentang nasib guru, juga tentang nasib guru di daerah perbatasan.Juga surat ke Pak Nadiem untuk mendengarkan curhatan hati guru sebentar saja. Apalagi jika anda masih ingat tentang nasib penggundulan tiga guru dalam kasus anak Pramuka di SMP Turi, DIY yang menyita perhatian masyarakat kita semua khususnya para guru se tanah air. Di artikel yang beliau tulis, semua rata rata membela para guru guru tersebut, khususnya guru honorer yang gajinya masih dianggap di bawah UMR.

Saat membaca artikel artikel beliau itu, dalam pikiran saya, beliau adalah seorang guru, bisa jadi guru SD ,SMP atau SMA. Ternyata saya salah, beliau adalah Pejabat eselon III dengan posisi sebagai SekDin, atau Sekretaris Dinas Pertanian di kabupaten Oku Selatan, Sumatera Selatan. Wuiih keren khan ?. Satu tingkat lagi sudah masuk ke Jabatan eselon II, yaitu sebagai Kepala Dinas, atau Kadin. Ya Allah, Saya doakan selalu untuk beliau.

Oh iya, ternyata selidik punya selidik, dari beberapa diskusi di media sosial dengan beliau tentang rahasia atau kiatnya kenapa tulisan atau artikelnya selalu muncul menjadi penulis populer dan dibagikan banyak orang ini, baru aku ketahui tentang usahanya belakangan ini. Bayangkan, beliau dari Sumatera Selatan, hanya datang ke Bekasi ,Jawa Barat hanya untuk ikut kelas SaGuSaBu. Beliau berusaha untuk mengembangkan minatnya di dunia tulis menulis. Hasilnya?, bisa anda tebak khan?. Tulisan yang mengalir dan enak dibaca serta mengikuti kaidah penulisan yang benar berkat ilmu dari workshop Sagusabu.

Hal itu malah membuat saya jadi malu. Saya harus banyak belajar dari beliau ini, dan jujur sering saya baca artikelnya, tentang bagaimana harus menulis yang baik, disamping tulisan para pembesar MGI dan Gurusiana.id, seperti Pak Murman, Pak Muhammad Ihsan selaku CEO MGI, juga mas Eko Prasetyo serta ibu yang “Kemenyek”, sebagai editor senior MGI, Ibu Istiqomah AlMaky.

Saya malu pada diri saya sendiri sebagai guru. Kenapa harus malu ?. Jelaslah..!, Pak Iqbal Dino Alfath sering memperjuangkan nasib guru meskipun beliau bukan guru. Kenapa saya atau anda, mungkin justru tidak memperhatikan atau kurang peduli dengan nasib guru di Indonesia melalui artikel anda?. Ini merupakan bentuk apresiasi dari saya kepada beliau. Mau bukti lain ?. Jika anda perhatikan foto image di atas, beliau tambah gagah dan berwibawa dengan seragam Pramukanya. Ya, beliau adalah Pembina Pramuka di Saka Taruna Bumi di kotanya. Mendidik, membimbing dan membina generasi muda melalui kepramukaan. Itulah jiwa guru yang sesungguhnya.

Lucunya, dari dialog yang tidak sengaja terucap, sebenarnya beliau ingin melanjutkan ke Sekolah Menengah Kerawitan, Jogyakarta. DIY selepas masa SMP nya. Namun, orang tuanya justru memasukkannya ke Sekolah Menengah Teknologi Pertanian. Otomatis, selepas masa sekolah lanjutan atasnya, beliau kuliah di fakultas Pertanian. Orangtuanya sangat bangga padanya karena harapan mereka terwujud pada beliau, yaitu menjadi Sarjana Pertanian.

Berkat ridho Allah SWT dan doa orang tuanya, beliau berhasil menjadi PNS fungsional di Dinas Pertanian sebagai Penyuluh tetapi saat ini beliau menjabat di Struktural sebagai sekretaris Dinas Pertanian. Keren gak ada habisnya deh.

Bapak Iqbal yang mempunyai hobi seni, melukis dan mematung ini ternyata juga menyukai kegiatan alam seperti camping, hiking dan kegiatan lainnya. Luar biasa sekali aktifitasnya. Gitu lho, kok ya sempat sempatnya menulis artikel yang bagus. Heran gue..!.

Jika anda memanggil nama beliau dengan nama “Iqbal”, artinya anda adalah teman dekat atau keluarga, namun di kantor atau di lingkungan, orang selalu memanggilnya bapak “Dino”, artinya anda dianggap teman kantor saja, bukan teman dekat. Jika dipanggil “Kakak”, itu artinya dia sebagai Pembina Pramuka. Nah, demi keselamatan saya juga, saya tidak berani menulis, istri beliau memanggil apa pada beliau ini.

Salam Literasi Sahabat

Magetan, 09032020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post