Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
KETIKA DUNIA GLOBAL BERHENTI BEPERGIAN

KETIKA DUNIA GLOBAL BERHENTI BEPERGIAN

KETIKA DUNIA GLOBAL BERHENTI BEPERGIAN

Oleh : E.A.Wahyudiono

Pagi tadi, setelah berolahraga dalam tanda petik, melakukan semua pekerjaan rumah seperti artikel yang sebelumnya, saya perhatikan adanya banyak notifikasi dari medsos Facebok di gawai saya. Namun hal itu saya abaikan, mengingat masih banyaknya agenda mulai mencuci 3 mobil saya dan mobil anak anak yang saat ini sedang berkumpul di rumah karena social distancing. Semua pekerjaan itu saya lakukan sendiri namun hal itu sudah saya niati sambil berjemur untuk mendapatkan sinar Matahari pagi.

Ternyata, siangnya, saya juga masih harus memasang exhaust fan untuk dapur rumah, karena istri sering mengomel kena asap saat menggoreng cabai. Bisa bersin semua se rumah. Maklum, tinggal di perumahan yang kecil harus pandai pandai menata layout rumah.

Setelah selesai sholat dhuhur, barulah saya sempat untuk membuka gawai dan laptop. Wow, ternyata banyak pesan pada satu foto saat saya bepergian ke Eropa pada hari ini, bulan ini di tahun yang berbeda. Foto itu muncul karena FB mengingatkan event itu pada dinding linimasa akun saya.

Memang, saya sering bepergian ke luar negeri dalam satu periode dalam satu tahun dengan banyak agenda yang dijadwalkan. Apakah itu study, lomba Internasional, seminar, studi banding, short course, Immersion , undangan dari overseas University dan masih banyak lagi termasuk jalan jalan. Untuk sesaat saya merenung, apa yang akan terjadi jika wabah Corona ini tidak segera bisa diatasi atau belum diketemukannya vaksin atau formula obat untuk penangkalnya. Mau tidak mau, semua aspek kehidupan akan berhenti pula yang salah satunya adalah sektor traveling antar Negara.

Apakah dampak dari saat berhentinya dunia global dari bepergian ?

Secara kasat mata, yang pertama terdampak adalah sektor Pariwisata. Banyak destinasi wisata yang saat ini langsung tutup karena mengantisipasi penyebaran virus yang mematikan itu. Sektor kedua bisa jadi adalah dunia penerbangan Internasional. Kita tahu saat ini, banyak bandara Nasional dan Internasional yang benar benar ketat mengawasi mereka yang keluar masuk dari bandara tersebut. Belum lagi sektor perhotelan, katering, sektor transportasi umum secara global.

Saat, dunia global berhenti bepergian secara fisik seperti ini, rasanya kita kembali ke zaman di mana pesawat terbang, kapal laut, kereta api dan mass rapid transportation lainnya belum diciptakan. Hanya perbedaannya adalah pada sistim informasi yang kita berikan dan terima.

Termasuk di dalamnya, dunia pendidikan mengaplikasikan proses pembelajaran itu dengan tehnologi informasi semaksimal mungkin. Peranan guru dalam menyampaikan materi pada anak tetaplah sangat penting dan diperlukan disamping memberikan konsultasi tentang materi pada anak didik melalui gawai kita.

Jika anda ingin ke Korea, Amerika, Jepang, Australia ?, atau Eropa? Saat ini cukup anda pergi dan lihatlah dari internet melalui search engine yang sudah disediakan seperti google, opera, firefox atau sejenis lainnya. Secara fisik, anda tetap di rumah, tapi secara hati atau imajinasi dan pikiran, anda bisa travelling ke mana saja anda suka.

Katakanlah, jika anda ingin melihat bulan, tidak perlu menjadi Neil Amstrong atau Edwin Aldrin yang pergi dengan Apollo dan menginjakkan kakinya di sana. Anda cukup pergi ke bulan dengan imajinasi anda. Sebelum internet atau image foto diketemukan, saya dulu sering membaca buku komik karangan siapa saja. Masih ingat komikus Ganes Th?, atau penulis populer di zamannya,Koo Ping Ho ?. walaupun di situ tidak ada fotonya?, akan tetapi imajinasi saya bermain lebih liar daripada gambar yang ada di komik atau buku cerita itu.

Saat ini, saya yakin, anda jenuh di rumah, yang padahal baru 2 minggu, tapi rasanya sudah serasa bertahun tahun. Apalagi bagi anda yang mempunyai jiwa sebagai pioneer , seperti naik gunung, memancing di laut dan banyak lagi atau eksplorer, yaitu suka mendatangi tempat baru yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.

Berdiam diri di rumah, membuat pikiran anda menjadi suntuk. Tapi apa daya, mulai dari skala kecil dengan tinggal di rumah, tidak pergi ke kota lain, travelling ke pulau lain atau bahkan ke negara lain saat ini adalah cara terbaik dalam mencegah penyebaran covid-19 itu.

Mari saya ajak anda bepergian dengan foto foto, buku buku bacaan, video yang anda miliki saat anda masih bisa travelling ke mana saja di belahan luar daerah atau negara lain. Jadikanlah cerita dalam buku , cerpen, cerber, puisi, atau novel anda. Saya ajak anda untuk bepergian melalui imajinasi dalam pikiran anda dengan mulai bercerita dari rumah anda dulu. Itulah cara bepergian yang paling aman ke penjuru dunia saat ini.

Salam Literasi Imajinasi

Magetan, 29032020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post