Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Nak, berpikirlah positif, Aura positif juga akan mengitarimu..!

Nak, berpikirlah positif, Aura positif juga akan mengitarimu..!

Nak, berpikirlah positif, Aura positif juga akan mengitarimu..!”

Oleh : E.A.Wahyudiono

Itulah kalimat yang aku sampaikan di halaman parkir sekolah saat aku mencuri dengar percakapan dua siswaku di atas sepeda motornya. Mereka tidak tahu akan keberadaanku, karena aku masih di dalam mobil sambil merapikan buku yang akan aku bawa masuk ke ruang guru.

Dengan jendela mobil yang agak gelap, mereka berdua tidak tahu bahwa aku belum turun yang mungkin mereka berdua tidak mengira ada aku di situ.

Sebel banget rasanya dengan pak guru Sugito.!, guru olahraga kita tuh. Masak saya sudah naik sepeda motor dan sampai di aloon aloon kota, tiba tiba terasa ada getar di gawaiku, terus aku berhenti di pinggir jalan, dan ternyata tilpun dari beliau, pak Sugito yang memintaku untuk kembali ke sekolah saat itu juga, padahal kamu tahu kan ?, aku sudah dapat surat izin meninggalkan sekolah dan akan pergi ke kota Madiun untuk memesan kaos tim futsal sekolah kita”. Kata Rozaq pada temannya si Daffa.

Lho, ada apa memangnya?!”. jawab Daffa dengan wajah penasaran. Rozaq menjawab dengan wajah sedikit bersungut, “Pak Sugito tadi, ternyata hanya mau nitip ke saya untuk membelikan satu raket badminton. Padahal aku sudah di seperempat jalan ke toko olahraga kota Madiun, dan aku harus balik lagi ke sekolah. Sebel banget deh!. Titip kok tidak pas mau berangkat tadi jadi aku tidak perlu mondar mandir begini. Sekarang aku mau berangkat lagi nih ke Madiun!”.

Begitu mendengar kalimat itu, aku bergegas membuka pintu mobilku dan kulihat mereka berdua agak kaget mengetahui aku ternyata juga ada di situ. Dengan wajah bersahabat, aku berkata dengan nada santai.

Mas Rozaq, bapak tadi mendengar kamu mengomel dengan pak Sugito yang memanggilmu kembali ke Sekolah ya ?”. Belum sempat mereka menjawab, segera aku tambahi, “ Begini mas Rozaq, bisakah kamu berfikir positif dari kejadian ini. Kenapa bapak berkata seperti ini?!, kamu tahu nggak?!, karena, aslinya hari ini tadi, anggap saja kamu mendapat kecelakaan sepeda motor di perjalananmu menuju kota Madiun tadi, namun Allah SWT melindungimu dengan melalui Bapak Sugito yang memanggilmu tadi"

Saat mereka berdua masih mencerna kalimatku, segera kejelaskan lagi, "Di waktu kamu segera kembali ke sekolah, sebenarnya kamu berdua telah dihindarkan dari kecelakaan maut itu walaupun terasa berat karena kamu harus kembali ke sekolah. Jadi kamu ini aslinya murid yang baik.!.”.

Mereka berdua terlihat kaget, khususnya si Rozaq dan segera menjawab, “Astaghfirullah, mohon maaf pak, begitu ya ,pak ?!”. Akupun segera menjelaskan lagi pada mereka,” Itu yang dinamakan berfikir positif, berprasangka baik pada orang lain, khususnya pada gurumu. Jadi menurut bapak kamu mestinya berterimakasih pada Bapak Sugito, bukannya malah mengomel begitu..!. Tunjukkan keikhlasanmu pada tugas yang diberikan gurumu itu. Jadi jangan marah atau berprasangka buruk dulu ya..!. Jika kamu terbiasa berpikir positif, inshaa Allah aura positif juga akan ada di sekitarmu..!”.

Demikian sekelumit percakapan yang terjadi antara aku dengan muridku kemarin pagi. Memang mudah rasanya jika mengatakan atau mengajak murid untuk berfikir positif (Husnuzon).

Itu sifat bagaimana setiap dari kita mempunya rasa optimis terhadap segala sesuatu dan selalu yakin akan diri kita tentang harapan yang baik baik terjadi. Jika kita punya pikiran positif, itu akan tercermin pada wajah kita.

Lihat saja senyuman orang yang mempunyai pikiran positif, pastilah senyumannya mengembang seperti kurva terbuka, dan bandingkan dengan mereka yang selalu berpikiran negatif (Su’uzon), senyum mereka pastilah seperti kurva tertutup. Percayalah.

Beberapa orang bijak sering mengatakan bahwa wajah itu cerminan hati. Jadi saat anda berfikir positif, hati anda dan aura anda juga akan jadi positif pula.Sehingga wajah anda tampak berseri seri. Namun bagi mereka yang sering berpikiran negatif, mereka rata rata memandang segala sesuatu secara pesimis dan suka meremehkan kemampuan orang lain.

Apabila hal itu dilakukan dalam jangka panjang, mau tidak mau, kesehatan hati dan tubuhnya akan terganggu juga dan dampaknya aura negatif terpancar dari dalam dirinya melalui wajah dan senyumnya.

Pernahkah Anda menemukan situasi apabila dekat dengan seseorang, anda merasa tidak nyaman yang padahal Anda belum mengenalnya? Atau mungkin juga sudah mengenalnya, akan tetapi ucapan pada kalimat orang itu sering menyakitkan hati Anda?

Yang salah bukan Anda, namun aura negatif orang tersebut berdampak pada lingkungannya menjadi negatif pula sehingga suasana menjadi tidak menyenangkan. Biasanya, hal yang sebaiknya Anda lakukan, ya menyingkir atau menjauhinya saja.

Dalam kasus tertentu, saat Anda menjumpai orang dengan aura positif, Anda akan merasa nyaman berbincang, berdiskusi dan bertegur sapa walaupun anda tidak mengenalnya dengan baik. Karena pancaran aura positifnya itu yang membuat anda terkena dampak positifnya pula, sehingga selalu berfikir positif atau berprasangka baik di manapun dia berada.

Coba sebaliknya, jika Anda selalu berpikiran negatif, ucapan Anda, tindakan Anda, perilaku Anda, akan menimbulkan respon negatif pula dari orang lain yang Anda ajak berinteraksi atau berbicara.

Oleh karena itu, berpikir positif itu perlu diberikan atau diajarkan kepada murid untuk mengolah pikiran, kalbu, hati nurani dan pikiran bagaimana untuk selalu positif. Diharapkan mereka yang demikian itu, murid kita akan mempunyai banyak teman, sering didoakan yang baik baik dan disukai oleh para guru juga.

Ajaklah murid Anda untuk selalu berpikir positif terhadap apapun. Diterima dengan ikhlas apapun yang diberikan guru pada mereka selama tidak bertentangan dengan norma dan agama. Juga, saat mereka menapak masa depannya, berikan semangat untuk berpikir positif, berpikir tentang ketakutan pada hal hal yang belum terjadi, itu adalah salah satu pemicu pikiran negatif menjadi keluar sehingga hati mereka selalu merasa tidak yakin dan tidak punya harapan baik tentang masa depan mereka sendiri.

Saya juga demikian, selalu berpikir positif. Saat ada kasus yang membicarakan kecanduan merokok pada murid sebagai misalnya, Semua guru dan Anda, mungkin juga sih, pastilah akan selalu memandangnya dari sudut pandang yang negatif pula.

Entah, yang belum cukup umurlah, atau dapat menimbulkan penyakit kanker dan impotensi, juga pemborosan pada uang saku mereka dan lainnya.

Kalau saya justru melihatnya dari sudut pandang yang positif apabila ada murid yang merokok, yaitu yang pertama, jelas jelas mereka positif di bawah umur untuk merokok karena mereka sedang masa pertumbuhan, dan juga pastilah mereka positif menderita kanker paru paru dan impotensi, serta pastilah mereka juga positif mati di usia muda jika diteruskan. Beritahu saja mereka jika tidak mempercayai Anda sebagai gurunya.

Salam Literasi Positif.

Manhatan, 07032020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post