Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SUKA DUKA MENANGANI PROGRAM PERTUKARAN PELAJAR ASING DI BAWAH ANCAMAN COVID-19

SUKA DUKA MENANGANI PROGRAM PERTUKARAN PELAJAR ASING DI BAWAH ANCAMAN COVID-19

SUKA DUKA MENANGANI PROGRAM PERTUKARAN PELAJAR ASING DI BAWAH ANCAMAN COVID-19

Ya, Allah, Jadwal program pertukaran pelajar berubah cepat ? Rasanya itulah kalimat yang ingin aku sampaikan kepada dua orang siswi pertukaran pelajar ( AFS / YES exchange student program ) yang ada di sekolah dan kotaku. Mereka berdua sedang menjalani school visit program di SMA Negeri 1 Magetan dan SMA Negeri 1 Kawedanan, Magetan. Mau tahu, siapa mereka ? Saya kenalin ya.!.

Yang pertama adalah Aurel, siswi pertukaran kelas XI dari Negara bagian Amerika, tepatnya dari Spokane Valley, satu kota yang 7 jam jika naik pesawat ke Washigton DC (Distric of Columbia). Siswi yang mengikuti pertukaran dari program KL-YES ( Kennedy Lugar Youth Exchange and Study) dan ada satu program yang sama lagi yaitu AFS ( American Field Service) bagi beberapa siswa dari negara lain. Mau tahu, sebelumnya siapa orang Indonesia yang pernah ikut program AFS ke Amerika yang saat ini jadi public figure ? Ya, Bapak Tamri Abeng, Bapak Anies Baswedan dan Ibu Najwa Shihab dan masih banyak lagilah. Keren kan ?.

Aurel adalah siswi yang ramah, suka tersenyum dan rajin ini merupakan anak tunggal. Dia penganut vegetarian, yaitu hanya mengkonsumsi sayuran dan buah serta menghindari daging. Siswi cantik ini dikenal sangat supel dan disukai oleh semua siswa siswi dan bisa segera beradaptasi dengan lingkungannya yang baru di sekolahku. Cewek yang mempunyai hobi hiking dan travelling ini ternyata juga tertarik untuk berkuliah di jurusan politik atau hubungan Internasional di Amerika apalagi didukung dengan kemampuan penguasaan bahasa Indonesianya yang sudah bagus dan lancar. Kok bisa ? Jelaslah, Aurel sudah ada di Indonesia hampir 8 bulan lhoh. Dia datang di bulan Agustus tahun lalu saat Covid-19 belum merebak luas. Cita cita Aurel adalah menjadi diplomat yang handal di masa depan.

Ibu Nanik Karsini, akhirnya yang terpilih menjadi ibu asuhnya selama di Magetan. Penempatan ortu asuh bagi siswi pertukaran di Magetan merupakan tanggung jawab saya sebagai pengurus/volunteer di bawah koordinasi AFS Chapter Malang, Jawa Timur. Semua sudah melalui fit and proper tes untuk menjadi orang tua asuh dengan standar Internasional yang sudah ditentukan oleh Bina Antarbudaya, Jakarta.

Crystal, murid SMA Negeri 1 Magetan merupakan putri dari ibu Nanik adalah sister host-famnya Aurel. Siswa kelas XI itu sangat fasih berbahasa Inggris jadi diharapkan selama berada di Magetan, Aurel tidak akan menemui kendala yang berarti. Setiap pagi, mereka berdua dengan ditemani Merita, temannya Aurel satu kelas, berangkat bersama sama sebagai sahabat baru. Itulah persahabatan Internasional yang luar biasa.

Sedangkan, siswi yang kedua, juga tidak kalah cantiknya, adalah Leo. Italia,itulah tepatnya Negara dia berasal. Siswi yang ditempatkan di SMA 1 Kawedanan, Magetan ini sedikit pemalu, namun tetap ramah dan kalem. Begitu cantik dan ramahnya, saat Leo ini berada di rumah orang tua asuhnya yaitu Ibu Asmaul Husna, yang juga merupakan seorang guru di sekolah tersebut, sering merasa kewalahan karena banyak tamu yang datang dan ingin berdiskusi dan belajar bahasa Inggris dengan Leo tapi sebentar dulu ya..jangan berfikir aneh dulu, tamu yang dimaksud di situ semuanya adalah anak anak kecil di lingkungan ibu asuhnya tinggal.

Itulah dua siswi pertukaran yang ada di sekolahku di Magetan, Jawa timur. Program mereka bernaung di bawah Bina Antarbudaya. Jakarta. Mereka berdua dikirim ke Propinsi jawa Timur dengan penempatan di Chapter Bina antarbudaya Malang. Sebelumnya, saat mereka berdua di Malang,mereka juga mendapatkan orang tua asuh masing masing. Untuk Aurel, Alhamdulillah, diasuh oleh Bapak Dr. Ir. Bagus Wahyudi, M.T, Dosen di POLINEMA, Malang Jawa Timur. Beliau merupakan senior dan telah berpengalaman dalam menangani program pertukaran pelajar YES / AFS ini di Jawa Timur, khususnya di chapter Malang ini..

Apakah program Aurel dan Leo adalah A-Year program ?

Jawabannya adalah betul, itu artinya mereka bersekolah di Indonesia selama 1 tahun atau 2 semester. Saat ini, mereka berdua masih ada di kelas XI dan harus menyelesaikan banyak program mulai dari akademis dan non akademis seperti bahasa Indonesia, juga budaya yang meliputi tari tradisional, alat musik tradisional serta kegiatan organisasi dan sosial lainnya. Penempatan sekolah mereka di Malang adalah SMA Negeri 9 Malang dan SMA Negeri 7 Malang.

Untuk mengurusi masalah hosting ini , saya dibantu oleh contact person dari AFS Chapter Malang yaitu Kak Nova Ayu Rahmadya. Beliau yang saya sering ajak untuk berdiskusi terkai perihal keberadaan dan kegiatan kedua siswi pertukaran tersebut apabila hendak melaksanakan school visit program di Jawa Timur.

Nah, seharusnya si Aurel dijadwalkan pulang pada akhir awal bulan Juni 2020, termasuk juga Leo, siswi dari Italia. Namun karena beredarnya virus Corona ini, terjadi perubahan jadwal yang membuat semua agenda pembelajaran siswi pertukaran menjadi kacau. Mau tidak mau, demi keselamatan mereka berdua untuk Aurel, dengan sangat terpaksa harus pulang lebih cepat pada pertengahan bulan Maret 2020 ini.

Informasi terakhir yang saya terima, Aurel sudah tiba di Washington dan langsung masuk karantina selama 14 hari sesuai standar WHO bagi mereka yang datang dari luar negeri untuk dipantau kesehatannya. Selepas dari program pertukaran pelajar di Indonesia, Aurel sudah langsung ditawari untuk diterima sebagai mahasisiwi baru di Universitas Boston, Amerika walaupun dia belum secara resmi mendaftarkan juga dia belum memutuskan mau diambil apa tidak karena masih berkonsentrasi dengan kondisinya sekarang ini. Itulah keuntungan dari mengikuti pertukaran pelajar antar negara, bisa diterima di banyak Universitas dan banyak yang tanpa tes sih. Syukur Alhamdulillah, semoga sehat selalu untuk Aurel.

Bagaimana dengan si Leo ,siswi pertukaran dari Italia ?.

Karena Negara Italia menerapkan Lockdown skala nasional terkait pandemic Covid-19, juga akses masuk ke Negara itu sulit, maka pihak AFS Italia sedang menguasahakan jalur masuk yang paling memungkinkan dan aman untuk semua siswa yang mengikuti kegiatan pertukaran pelajar di seluruh dunia termasuk juga Leo dengan sangat terpaksa menunggu situasi di Italia kembali pulih dan kondusif. Saat ini, dia tidak bisa pergi kemana mana, hanya tinggal di rumah orangtua asuhnya sesuai anjuran pemerintah Indonesia. Kasihan sekali, yang seharusnya banyak program yang harus dilaksanakan, semua menjadi dibatalkan salah satunya adalah program kunjungan ke panti asuhan dan dinas sosial lainnya.

Jadi ingat, dulu saat saya mendapatkan siswi Jerman, Katrin, pas bencana banjir di Porong. Juga saat ada Carole dari Swiss, lhah kok ya pas Gunung Kelud meletus yang akhirnya tinggal di rumah. Sungguh pengalaman yang luar biasa sekali. Alhamdulillah, saat Yuka dan Kanako dari Jepang bersekolah di sini, semuanya aman. Keselamatan seluruh peserta pertukaran pelajar dari seluruh dunia di bawah Bina Antarbudaya, Jakarta merupakan skala prioritas utama. Mereka semua adalah duta pelajar dari bangsa dan negara lain di sini. Saya sebagai salah satu yang menjadi pengurusnya juga berkewajiban memperhatikan hal itu mengingat kita juga banyak mengirim siswa siswi pertukaran pelajar ke Negara lain. Kita semua mempunyai tanggung jawab moral bersama dalam mengawal tujuan dari program pertukaran pelajar ini, yaitu membangun perdamaian di seluruh dunia.

Itulah suka dukanya menangani program pertukaran pelajar asing dibawah YES /AFS program ini. Biasanya semua berjalan dengan lancar dan jadwal yang disusun dalam 1 tahun bisa terlaksana dengan memuaskan. Namun Covid-19 telah membuyarkan impian mereka semua yang akan menimba ilmu di negeri kita tercinta ini. Saya merasa sangat sedih sekali, karena terngiang ucapan Aurel bahwa dia sangat “krasan” di Indonesia. Juga ucapan Leo, .." saya tidak mau pulang ke Italia..,saya suka di sini..!" Selamat jalan Aurel dan jaga sehat selalu untuk Leo.

Salam Literasi Pertukaran Pelajar Internasional

Magetan, 23032020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post