TIGA SRIKANDI JAGOANKU SEBAGAI GARDA KESEHATAN TERDEPAN NEGERI
TIGA SRIKANDI JAGOANKU SEBAGAI GARDA KESEHATAN TERDEPAN NEGERI
Oleh : E.A.Wahyudiono.
Sungguh bangga rasanya bahwa aku pernah menjadi gurumu. Masih terbayang jelas, masa seragam putih abu-abumu di mataku saat aku berdiri mengajarmu di depan kelas di SMA Negeri 1 Magetan, Jawa Timur. Jiwa remajamu saat itu, masihlah penuh dengan gelak tawa dan keceriaan.
Masih aku rasakan pelukan haru dan selamat saat melepasmu ke perguruan tinggi dengan tujuanmu yang mulia di masa depanmu. Dan saat ini pembuktianmu akan negerimu yang sedang menantimu ,wahai garda kesehatan terdepan bangsa dan Negara ini. Kupasrahkan nasib kehidupan para generasi penerusmu di tanganmu.
dr.Citrawati Dyah Kenconowungu.
Sebagai gurumu, hanya doa yang setulusnya yang bisa aku berikan kepadamu. Sungguh rasanya berat melihatmu berjuang bersama sama dengan semua dokter dan paramedic di rumah sakit saat ini. Di saat kami semua masih terlelap, namun dirimu berani dan meninggalkan suami dan ke dua anakmu dan bersama-sama dengan semua garda kesehatan negeri untuk membasmi virus Corona yang mewabah di negeri ini. Lemah lembutnya jemari tanganmu adalah kekuatan penyembuh raga dan jiwa bumi pertiwi.
Suatu kebanggan tersendiri bagiku sebagai gurumu, yang telah mendidikmu untuk berani tampil dalam mengatasi wabah yang meyakitkan bagi seluruh pelosok negeri kita ini. Demi kehidupan kami agar menjadi berarti nanti, tidaklah ada kata menyerah bagimu untuk membasmi virus yang telah merenggut beberapa dokter terbaik negeri ini. Engkau pertaruhkan nyawa demi kami, karena engkau tahu, setetes air matamu adalah kehidupan kami.
dr. Dea Hardiana Agustin
Membaca pesanmu yang kamu kirimkan kepadaku pagi tadi, membuatku bergetar nyeri hati ini. Saat engkau mengatakan bahwa teman teman,para dokter terbaik negeri ini, satu persatu telah berguguran. Namun dirimu dan mereka semua tetaplah bahu membahu sebagai garda kesehatan terdepan dalam mencegah wabah yang meruntuhkan tubuh dan kalbu ini. Namun dirimu tetap selalu berusaha tegar dan tersenyum dalam kelamnya pikiran dan tanggung jawabmu.
Rasanya seperti baru terasa kemaren saat masih mendidikmu sebagai muridku, dan begitu terharunya saat dirimu diterima menjadi dokter seperti harapan ibumu. Tiada kata yang tepat buatmu selain kata salut dan keharuanku atas prestasimu. Apapun halangan di depanmu, akan kamu gilas dengan tekadmu. Kami semua yang berada di sini tahu, bahwa saat ini hidupmu engkau pertaruhkan buat kami semua, itulah harapanmu bagi kami untuk berani maju melawan kejamnya virus yang menghantui hidup ini.
dr. Indah Baktian RM
Masih teringat akan pesanmu beberapa bulan lalu. Bahwa menjadi dokter adalah impian muliamu dan juga kedua orang tuamu. Saat aku menegurmu, tidak ada guratan rasa sombong pada dirimu. Kamu tetap seperti dirimu yang dulu, yang berusaha membantu mereka yang membutuhkan dengan senyummu yang menyembuhkan.
Pastilah, saat ini , engkau dengan semua temanmu sedang berjuang mengatasi peperangan maya antara hidup dan mati masyarakat bangsa ini. Engkaulah garda kesehatan terdepan sebagai tempat kami menaruh beban di bahumu dan juga paramedic lainnya, kami tahu, perasaan itu pastilah terasa berat bagimu dan keluargamu. Namun saat ini, negeri ini membutuhkanmu. Berjuanglah, tegakkan cita citamu yang mulia itu bagi kami semua. Hunuslah ilmumu, basmilah virus musuhmu itu.
Semoga Allah SWT selalu melindungi, menjaga dan memberikanmu kesehatan dan keamanan. Doa kami semua bersama perjuanganmu. Wahai para Srikandi dan Arjuna garda kesehatan terdepan negeri ini. Teriring doa kami semua, busungkanlah dadamu dan tariklah busur panahmu. Arahkan kesaktianmu pada virus musuhmu itu dan lepaskanlah dengan keilmuan dan keikhlasan yang kamu miliki. Sekali lepas dan tak kembali namun akan berarti untuk negeri ini agar tidak mati.
Salam Literasi Garda Kesehatan Terdepan
Magetan, 25032020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
