Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
APAKAH ANDA MENYUKAI UNSUR SPOOF DALAM TULISAN ATAU CERITA ANDA?
sourceimagefromdreamsline.com

APAKAH ANDA MENYUKAI UNSUR SPOOF DALAM TULISAN ATAU CERITA ANDA?

APAKAH ANDA MENYUKAI UNSUR SPOOF DALAM TULISAN ATAU CERITA ANDA?

Oleh : E.A.Wahyudiono

Apakah anda termasuk yang menyukai unsur spoof? Apa sih spoof itu ? Sejujurnya, saya bisa menduga bahwa semua dari kita ini sebenarnya menyukainya, namun tidak menyadari bahwa kita juga ikut di dalamnya atau suka mendengarkan cerita dengan unsur spoofnya. Jika penasaran dengan apa yang dimaksud spoof, tidak ada salahnya untuk mengulasnya.

Menurut **(censored)**, “Spoof is a type of story which have has twist (funny part in the end of the story). It contains an unpredictable event which makes the story funny”. Arti bebasnya adalah satu bentuk cerita yang mempunyai putaran atau plintiran pada bagian cerita yang lucu di akhir cerita. Hal itu berisi suatu peristiwa yang tidak bisa diduga yang membuat cerita menjadi sangat lucu.

Dari definisi tersebut di atas, saya yakin kita semua telah melakukannya. Dalam discourse (percakapan) sehari-hari dengan siapapun dalam situasi santai dan informal, kesalahpahaman dalam discourse yang dibangun terkadang memang dibuat untuk memberikan nuansa cerita yang lucu baik yang sudah direncanakan maupun muncul secara spontan dari si pembicara.

Saya sering menemukan cerita yang bersifat spoof di artikel yang ada di gurusiana.id. Sebut saja artikel dari bapak Mulfarinon, S.Pd.I, atau artikelnya bapak Khoirul Jamal, walaupun akhir–akhir ini tulisannya menjadi sangat serius sih yang dimungkinkan sulit untuk membuat cerita spoof karena tekanan Covid-19 itu.

Jika anda cermati, tulisan dari senior kita penulis populer, bapak Edi Prasetyo juga sama, banyak mengandung unsur spoof. Nah, apalagi, komandan MGI kita, bapak Mohammad Ihsan dan dan Pemred MGI Mas Eko Prasetyo, adalah pakarnya spoof, dimana artikel mereka semua ditutup dengan twist atau cerita lucu. Hebatnya, mereka yang bisa melakukan spoof dalam ceritanya adalah tergolong orang super cerdas. Jika tidak percaya, silakan googling saja sendiri ya

Cerita spoof itu seperti apa ? Mungkin contoh ini bisa memberikan gambarannya.

Sepasang pengantin baru yang tinggal di perumahan menempati rumah di depan rumah yang dihuni oleh sepasang suami istri yang bernama pak Rudi. Beliau memang sudah lama menikah dan termasuk warga lama. Karena mereka yang tinggal di perumahan itu merupakan banyak dari kalangan pegawai, otomatis setiap pagi semua sudah siap untuk berangkat ke kantornya masing-masing. Sampai suatu hari, ketika pak Rudi siap berangkat ke kantornya, tiba-tiba istrinya berkata,” Mas, Tolong tunggu sebentar, jangan berangkat dulu, coba amati mereka pasangan pengantin baru depan rumah kita itu !”.

Akhirnya, pak Rudi menuruti kemauan istrinya dan mengamati mereka tetangga baru depan rumahnya. Seperti biasa, tetangganya, yaitu sang suami berpamitan pada istrinya dengan memberi salam dan mencium pipi kanan kiri istrinya yang cantik itu. Setelah itu dia memasuki mobilnya dan berangkat ke kantor. Pak Rudi juga tahu hal itu. Dia sering melihatnya setiap pagi. Menurut pak Rudi itu biasa saja dan tidak ada yang aneh. Tiba-tiba istrinya bertanya lagi,’ Sudah lihat apa belum ?” Pak Rudi pun menjawab, “ Tentu saja sudah, kan tiap pagi saya juga melihatnya, memangnya kenapa sih?” dengan nada sedikit penasaran. “Mas, coba kamu itu bisa melakukan seperti suami depan rumah kita itu lho kalau mau berangkat kerja, Ayolah, masak kamu gak berani dan mau?” rajuk istrinya pada pak Rudi dengan nada manja.

Seketika, pak Rudi pun marah dan jengkel dengan istrinya, “ Kamu ini sudah gila ya ?! Mana saya berani, ngawur saja kamu ini, cari masalah saja, Bisa-bisa saya ditempeleng suaminya jika saya lakukan !”

Salam Literasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post