Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
APAKAH SAYA MEMPUNYAI SEMBILAN NYAWA ?
dok.pribadi

APAKAH SAYA MEMPUNYAI SEMBILAN NYAWA ?

APAKAH SAYA MEMPUNYAI SEMBILAN NYAWA ?

Oleh : E.A.Wahyudiono

Saya tidak bermaksud berlebihan dengan menuliskan judul di atas atau juga merasa sombong dengan merasa hidup abadi. Semua bukan seperti itu. Apa yang saya tulis di atas adalah semata-mata hanya perenungan atas diri saya sendiri akan perjalanan hidup ini yang sampai detik ini masih diberikan banyak kenikmatan dalam kehidupan di dunia ini.

Satu persatu dari semua sanak keluarga, rekan-rekan, dan guru-guru saya juga sanak saudara telah berpulang ke Rahmatullah. Saya hanya bisa mendoakan semoga semuanya digolongkan mereka yang husnul khatimah.

Memang kematian, rezeki, dan jodoh adalah rahasia Allah SWT. Kita tidak tahu kapan kematian itu datang. Apakah virus Corona menjadi penyebab kita meninggal kelak? Ataukah disebabkan hal lain? Saya yakin, bahwa semua hal sudah tercatat di dalam Lauhul Mahfuzh. Kita tidak tahu takdir kita, namun kita semua meyakini akan hal itu sebagai insan yang beriman. Jika memang belum saatnya meninggal dengan semua kejadian yang menimpa kita. Maka kematian seperti apa yang kita inginkan? Kita tidak bisa memilihnya, siap atau tidak, cepat atau lambat, pastilah kematian akan mendatangi kita.

Jika kita ingat akan kucing, yaitu hewan yang sering dijadikan piaraan di rumah-rumah untuk membasmi hama tikus. Kucing adalah hewan yang dianggap mempunyai 9 (Sembilan) nyawa dalam mitos Mesir dan dianggap titisan para dewa. Terkadang, saat kita pernah dalam kejadian atau keadaan bahaya yang hampir menghilangkan nyawa kita dan saat itu kita sudah mengatakan dalam hati, "My time has come..!”, yaitu datangnya kematian, ternyata kita masih diselamatkan oleh Allah SWT. Itu bisa saja tidak terjadi sekali, namun bisa berkali-kali.

Saya pernah mengalami semua kejadian yang luar biasa tersebut, dan alhamdulillah masih diberikan keselamatan sampai dengan sekarang. Allahu Akbar !.

Pertama, saya pernah tenggelam di Sungai Brantas, Surabaya waktu masih siswa sekolah dasar. Saya melihat mereka yang sedang berenang di sungai Brantas rasanya terlihat sangat mudah, dan sayapun mencobanya dengan meloncat dari pinggir Bendungan. Anda tahu? Begitu saya lakukan, Saya pun langsung tenggelam, tapi akhirnya tangan saya menangkap tubuh orang yang berenang di situ dan saya pun terselamatkan sampai di pinggir sungai.

Kedua, saat saya masih siswa SMA, juga pernah jatuh dari sungai saat naik sepeda motor karena jembatannya putus di bawa banjir. Saya terlempar sampai ke tepian seberang sungai meskipun sepeda motor saya masuk sungai dikarenakan kecepatan yang sangat tinggi sehingga saya menjadi melayang ke sisi tepian sungai satunya. Alhamdulillah, saya hanya luka ringan saja. Padahal sepeda motor saya tidak berbentuk lagi.

Ketiga, saat saya sudah menjadi guru baru dan waktu itu baru menikah. Siang hari, setelah salat zuhur, saya bertugas untuk home visit pada siswa saya yang bermasalah karena sering absen di kelas. Dalam perjalanan ke rumah siswa, Ada sebuah mobil yang akan bertabrakan dengan mobil lain dan berusaha menghindarinya dengan masuk di jalur saya. Akhirnya seperti yang anda duga, mobil itu langsung menabrak Vespa saya dengan keras sampai tak berbentuk, dan anehnya saya terlempar melewati mobil itu serta jatuh ke aspal. Alhamdulillah, saya masih selamat dan juga hanya menderita luka ringan.

Keempat, Kamar di asrama saya di Nagasaki, Jepang terbakar waktu musim dingin karena bantal saya jatuh dan menempel pada heater atau pemanas kamar sehingga membuat heboh seisi asrama karena asap hitam tebal keluar dari kamar saya dengan bunyi alarm yang memekakan telinga dan membuat saya bangun tidur dengan kepulan asap di pagi buta itu. Sebagai akibatnya, pada hari berikutnya, saya dipanggil oleh pihak kampus untuk disidang.

Kelima, saat saya bepergian ke Surabaya, biasanya menggunakan mobil pribadi atau naik kereta api, namun entah mengapa pada hari itu setelah acara pertemuan di Surabaya usai, saya mencoba untuk naik bus umum dari terminal Bungurasih. Dalam perjalanan pulang saat memasuki Kota Madiun, bus malam yang saya tumpangi tersebut mengalami kecelakaan saat sedang mendahului kendaraan lain dan menghantam truk dari arah yang berlawanan. Saya sedang melamun dan setengah tertidur saat itu namun tetap merasakan bus menghantam keras dan mengakibatkan bus keluar dari badan jalan di sebelah lajur kanan. Bus itu baru berhenti setelah menghantam pagar rumah penduduk. Teriakan kengerian keluar dari para penumpang pada kejadian itu. Saya hanya merasakan tubuh saya terbanting ke kanan kiri seperti naik kapal yang oleng. Begitu bus terhenti, di suasana kegelapan itu banyak orang orang yang terluka karena pecahan kaca depan bus. Alhamdulillah saya sehat saja dan tidak luka sedikitpun, namun saku baju saya dan tas serta seluruh badan penuh dengan butiran kaca yang tersebar karena benturan.

Keenam, saat perjalanan dinas ke luar negeri dengan pesawat terbang, biasanya berjalan lancar dan aman saja, kecuali saat terbang menuju Siem Reap, Kamboja. Pesawat yang saya tumpangi mengalami turbelence, yaitu terbanting ke kanan-kiri serta naik turun secara cepat karena hujan badai. Lampu pesawat dipadamkan serta semua penumpang menjadi panik dan banyak yang menangis serta berdoa. Saya hanya pasrah, jika memang waktunya kematian sudah datang, kita tidak bisa bersembunyi. Untuk menenangkan diri, saya berdoa dan berusaha untuk memejamkan mata serta berusaha untuk tidur agar hati menjadi tenang.

Saya tidak tahu ada kejadian apa setelah itu sampai tiba-tiba, saat saya membuka mata, ada dua wanita yang sangat cantik di depan saya sedang menatap dengan senyum mereka yang menawan. Akhirnya saya memberanikan diri untuk bertanya, “ Maaf, apakah saya sudah di Surga ?”. Salah satu dari wanita yang saya anggap bidadari tadi menjawab,” Belum bapak, saat ini kita sudah mendarat di Bandara Siem Reap, dan semua penumpang sudah turun dari pesawat, Tinggal bapak sendiri yang belum karena tertidur nyenyak sekali,”. Ah, rupanya mereka para pramugari yang membangunkan saya untuk turun dari pesawat.

Salam Literasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post