Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
BEDANYA MODEL, GAYA DAN CARA BELAJAR YANG EFEKTIF UNTUK ANAK DIDIK KITA

BEDANYA MODEL, GAYA DAN CARA BELAJAR YANG EFEKTIF UNTUK ANAK DIDIK KITA

BEDANYA MODEL, GAYA DAN CARA BELAJAR YANG EFEKTIF UNTUK ANAK DIDIK KITA

Oleh : E.A.Wahyudiono

Saya sering mendapat pertanyaan yang membingungkan dari para guru dan diminta untuk menjelaskan apa sih bedanya gaya, model dan cara belajar anak didik itu?. Hal yang aneh juga karena materi itu pastilah sudah pernah dipelajari selama bapak dan ibu guru berstatus mahasiswa atau mahasiswi saat duduk di bangku perkuliahan di Fakultas Keguruan.

Mungkin dikarenakan sekian lama bekerja sebagai guru dan mengajar dan banyak faktor lainnya, kita menjadi rancu dalam memahami perbedaan itu semua. Untuk itu, dalam artikel ini, tidak ada salahnya bagi kita untuk me-refresh lagi untuk berdiskusi tentang materi itu. Sehingga, apabila ada pertanyaan, kita sebagai guru bisa menjelaskan minimal kepada anak didik kita juga atau anak kita sendiri.

Apa sih model belajar dan pembelajaran itu ?

Dari referensi yang terdapat dalam id.wikipedia.org, Model pembelajaran adalah seluruh rangkaian penyajian materi ajar yang meliputi segala aspek sebelum sedang dan sesudah pembelajaran yang dilakukan guru serta segala fasilitas yang terkait yang digunakan secara langsung atau tidak langsung dalam proses belajar mengajar.

Saat bapak ibu guru mengajar di kelas, pastilah akan memilih dan memilah, model pembelajaran apa yang tepat untuk diberikan dalam proses belajar anak didik. Banyak aspek yang harus dijadikan bahan pertimbangan menurut materi dan bahan ajar, tingkat kesulitan materi, jenis mata pelajaran dan durasi waktu pelajaran serta kemampuan anak didik kita di dalam kelas. Nah, saat bapak dan ibu guru memutuskan satu model pembelajaran yang dipilih, saat itulah kita sebut Metode mengajar di dalam kelas.

Sebagai gambaran, jika bapak ibu guru pernah mengajar dengan Jigsaw, Scramble, Role playing, Kooperatif learning, Mind mapping, Problem solving dan masih banyak lagi yang semua bisa lebih dari 65 model belajar untuk mengajar anak didik. Jumlah itu bisa lebih jika bapak dan ibu guru juga bisa menemukan atau membuat model belajar sendiri , misalnya istilah PAKEMI ( Pengajaran Aktif Kreatif Enak Menyenangkan dan Inovatif ). Sebenarnya, semua metode itu sudah banyak diterangkan oleh rekan kita ibu Min Hermina dari bandung dalam banyak artikelnya di blog gurusiana.id.

Selanjutnya, tinggal bapak dan ibu guru mengingat kembali, anda mengajar memakai metode apa? Jangan jangan hanya ceramah seperti saya nih. Sesekali, anda coba untuk memberi kesempatan pada anak didik anda untuk mengajar di kelas meskipun secara berkelompok dan itu ternyata mengasyikkan lho.

Selanjutnya, apa yang dimaksud dengan gaya belajar ?

Gaya belajar sesuai yang dijelaskan dalam kajianpustaka.com, adalah cara yang lebih kita (Murid) sukai dalam melakukan kegiatan berfikir, memproses dan mengerti suatu informasi (Gunawan, 2006: 139). Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa gaya belajar adalah ciri khas yang dimiliki oleh setiap orang (Murid) dalam memberikan respon terhadap pembelajaran yang diterimanya.

Dalam gaya belajar anak didik, jika bapak ibu masih ingat dibagi menjadi 3 tipe, yaitu Visual, Audiotori dan Kinestetik. Nah, apa itu gaya belajar anak didik Visual ? ,Mereka yang mempunyai kecerdasan visual ini umumnya senang belajar di kelas dengan mengamati. Daya ingat anak didik kita akan kuat dan mudah paham cukup dengan melihat di saat gurunya menjelaskan dan menuliskan materi pelajaran di papan tulis tentang sistim kerja jantung pada mata pelajaran Biologi sebagai misal. Anak didik dengan tipe visual tersebut dengan mudahnya akan dapat mengingat dan memahami materi yang dijelaskan itu.

Sedangkan murid yang mempunyai gaya belajar Audiotori, Penguasaan materi yang diajarkan untuk mereka banyak diperoleh hanya dengan mendengarkan. Bisa jadi saat anda menemukan anak berbicara sendiri di kelas atau tertidur, sesungguhnya mereka itu mendengarkan penjelasan anda sebagai guru. Saat guru merasa jengkel, dan menyuruh anak tersebut untuk menjawab atau mengerjakan soal, mungkin juga mereka mampu dan benar dalam mengerjakannya. Guru mungkin bingung dengan fenomena itu. Nah itulah gaya belajar siswa dengan tipe Audiotori.

Untuk tipe Kinestetik. Bisa anda tebak. Anak didik kita ini akan mampu menguasai materi jika banyak praktik,. Pada umumnya mereka akan sulit dijelaskan secara teori. Misalnya mata pelajaran komputer, olahraga, Praktik IPA di laboratorium, musik dan lain sebagainya.

Namun demikian, sebagai guru, kita juga dituntut untuk mengetahui bahwa sebenarnya anak didik kita ini mempunyai kecerdasan ganda atau majemuk. Kalau gaya belajar di atas disebutkan ada 3, saat ini justru sedang ramai dibicarakan kecerdasan ganda pada anak didik kita. Anak yang pandai matematika namun sekaligus olahraga dan bahasa serta musik. Coba bapak ibu guru amati, ada apa tidak tipe ini di kelas kita ? Teori itu dikembangkan oleh Howard Gardner, seorang psikolog dari Amerika, dimana anak cerdas yang mempunyai dua atau tiga tipe gaya belajar sekaligus. Bahkan Gardner menjelaskan ada lebih dari 7 jenis kecerdasan untuk diketahui oleh bapak dan ibu guru dalam mengenali kecerdasan anak didiknya

Yang terakhir, apakah cara belajar siswa itu ?

Untuk cara belajar, sebenarnya adalah perilaku individu siswa yang lebih khusus berkaitan dengan usaha yang sedang atau sudah biasa dilakukan oleh siswa untuk memperoleh ilmu pengetahuan (idtesis.com.)

Cara belajar anak didik kita dalam menguasai materi pelajaran tergantung pada situasi dan kondisi serta lokasi saat mereka sedang belajar. Setiap individu murid dalam upayanya menguasai materi itu berbeda satu dengan yang lainnya.

Coba anda amati, ada murid yang pandai dan belajarnya sangat efektif saat dia belajar di kamar dengan music diiringi rock, atau klasik. Juga sebaliknya, ada yang suasananya harus hening karena jika ada suara bising, dia tidak bisa berkonsentrasi dalam proses belajarnya. Tipe anak seperti itu, biasanya memilih waktu belajar saat setelah sholat subuh. Yang aneh adalah belajar dengan bermain gawai (HP), sekaligus menonton film di televisi tapi materi pelajaran malah dikuasainya.

Ada anak didik dalam cara belajarnya sering belajar harus dengan kelompoknya Jika belajar secara individu, mereka cenderung kurang mampu menguasai materi. Oleh karena itu, kita sebagai guru ,orang tua murid, juga sebagai anak didik itu sendiri diminta untuk mengenali dan memahami cara belajar apa dan bagaimana yang efektif untuk mereka sendiri.

Salam Literasi Belajar

Referensi :

**(censored)**

**(censored)** › Pendidikan

**(censored)**

**(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post