Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
HINDARI KALIMAT ELIP JIKA  BERPOTENSI MEMANCING KONFLIK
imagesiurcefromissuu.com

HINDARI KALIMAT ELIP JIKA BERPOTENSI MEMANCING KONFLIK

HINDARI KALIMAT ELIP JIKA BERPOTENSI MEMANCING KONFLIK

Oleh : E.A.Wahyudiono

Dalam discourse analysis (analisa percakapan sehari-hari), pastilah berpotensi menimbulkan kesalahpahaman atau konflik antara dua orang atau lebih yang sedang berbicara. Potensi konflik bisa semakin besar apabila kalimat elip (Elliptical sentence) digunakan dalam percakapan.

Apakah kalimat Elip itu ?

Menurut pintarbahasainggris.com, adalah kalimat yang merupakan pemendekan dari dua kalimat atau lebih dengan cara menghilangkan beberapa bagian kalimat yang memiliki kesamaan arti asalnya. Kalimat elip digunakan untuk menghindari adanya pengulangan kata yang sama dalam satu kalimat.

Jika begitu, dimana letak potensi kesalahpahamannya? Dalam percakapan sehari-hari, kita sering menggunakan kalimat itu agar tidak mengulang-ulang kalimat yang sama. Sebagai misal, saat ada rombongan 5 orang yang sedang memesan menu makanan di sebuah restoran, salah satu dari mereka memesan menu nasi rawon dan teh tawar hangat. Nah, kalimat elip akan dimulai oleh orang selanjutnya jika mereka mempunyai pesanan yang sama dengan mengatakan,”saya juga !’, “saya sama !”. “ikut tapi tehnya manis !” dan “sama deh !”. Pelayan resto pasti sudah paham maksud dari kalimat elip dari mereka yang memesan untuk menunya, yaitu artinya mereka semua memesan nasi rawon.

Itu adalah contoh kalimat elip dalam percakapan sehari hari-hari dalam bentuk kalimat positif atau pernyataan. Dalam kalimat elip juga ada dalam bentuk kalimat negatif atau kalimat mengingkari. Misalnya, Saat saya mengatakan, “saya tidak suka makanan yang pedas..!”. Teman saya lainnya yang tidak suka akan mengatakan, “saya juga tidak.!”, “Apalagi saya..!”, atau Tidak juga saya !”. Singkat, tapi maknanya adalah sama, yaitu tidak suka makanan pedas.

Kalimat di atas adalah contoh kalimat elip dalam bahasa Indonesia. Lucunya, jika dalam bahasa Inggris, secara tidak sadar, yang bisa jadi saya juga melakukannya, sering salah dalam merespon kalimat elip dalam percakapan. Sebagai misal untuk kalimat positif, jarang ada kesalahan saat ada orang yang berkata, “ I like reading and writing article !” (Saya menyukai membaca dan menulis artikel), lawan bicara tidak perlu menjawab dengan kalimat lengkap, namun bisa menjawab dengan memendekkan kalimat, yaitu,’” me too”, “ I do too “, atau “So do I’ yang artinya “saya juga”.

Nah, kesalahan secara tidak sadar sering terjadi pada kalimat negatif untuk bahasa Inggris dengan respon postif. Misalnya, “I don’t drink Coffee !”. Saat lawan bicara juga ingin mengatakan ketidaksukaan pada hal yang sama, responnya adalah ,”I don’t either”, atau “Neither do I”. Kesalahan yang banyak dibuat adalah menjawab stimulus itu dengan kalimat elip untuk bentuk positif, yaitu, “me too” (saya juga). Jika seperti itu, sambil bercanda mending orang selanjutnya bisa merespon, " me three atau me four, me five", dan seterusnya.

Contoh-contoh kalimat elip di atas tidak berpotensi konflik meskipun salah, namun hindari jika ada discourse (dialog) seperti di bawah ini.

Pada acara resepsi pernikahan, Anton dan Wawan adalah dua orang yang saling bersahabat semasa kuliah dulu dan lama tidak bertemu. Pada acara itu mereka menyempatkan untuk bernostalgia saat mereka diundang untuk menghadiri acara pernikahan teman lainnya. Kali ini mereka ditemani oleh istri mereka masing-masing. Setelah saling mengenalkan istri mereka, Anton dan Wawan minta izin untuk bergabung dan berkangenan dengan para undangan teman kuliah lainnya .

‘Istri saya gimana ?, cantik kan? Dia adalah wanita yang cerdas, rajin dan sempurna untuk saya, juga selalu memberikan dukungan pada saya dalam situasi apapun. serta kesetiaan cintanya padaku, tidak perlu diragukan. Oleh karena itu, sampai kapanpun saya sangat mencintai istri saya itu !”, kata Anton pada sahabatnya Wawan dengan nada bangganya. Rupanya Wawan agak merasa sedikit tersinggung juga. Dia berpikir bahwa hal seperti itu bukan Anton saja yang beruntung, karena dirinya juga seorang suami yang sangat mencintai istrinya juga, maka diapun cepat merespon, “ Saya juga lho !”.

Dengan tidak diduga oleh Wawan, tiba-tiba Anton menoleh dengan nada curiga balik bertanya padanya,” Lho, kenapa kamu juga mencintai istri saya ?”

Salam Literasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post