Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
KELEMAHAN KAUM WANITA YANG TERNYATA MENJADI KELEBIHANNYA
image.source.from.dreamstime.com

KELEMAHAN KAUM WANITA YANG TERNYATA MENJADI KELEBIHANNYA

KELEMAHAN KAUM WANITA YANG TERNYATA MENJADI KELEBIHANNYA

Oleh : E.A.Wahyudiono

Setelah memasuki hari ke empat dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan ini, saya memperhatikan istri saya yang semakin rajin dalam menyiapkan hidangan untuk sahur dan berbuka. Itu pun dia masih menangani beberapa pekerjaan rumah lainnya, seperti mencuci baju, piring, setrika dan bersih-bersih rumah.

Saya menjadi kagum dan semakin sayang pada istri, karena meskipun secara fisik terlihat lemah, namun semua pekerjaan itu bisa diselesaikan dengan sempurna. Sungguh sosok yang multi tasking, yaitu mampu melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu. Disamping juga sebagai guru dan menjabat kepala sekolah kejuruan, namun tetap segera menjadi ibu rumah tangga yang baik untuk suami dan anak-anak saat sudah berada di rumah.

Dalam refleksi di bulan Ramadan ini, kita harus sering bersyukur dengan datangnya agama Islam ke muka bumi ini. Kita tahu bahwa Nabi Agung kita, Nabi Muhammad SAW, telah mengangkat harkat dan derajat kaum wanita yang dahulu di zaman jahiliyah (kebodohan) teraniaya oleh kaum laki-laki. Jika ada seorang ibu yang melahirkan bayi perempuan, langsung dikubur hidup-hidup karena merupakan aib bagi mereka bahkan lebih buruk lagi wanita sangat tidak dihargai, diperjual belikan, dan dilecehkan.

Secara fisik memang wanita sangat lemah dibanding fisik laki-laki, tetapi secara kognitif dan ketekunan, belum tentu mereka juga lemah, bahkan banyak kaum perempuan yang juga mampu menduduki jabatan yang tinggi di pemerintahan di beberapa negara termasuk juga di Indonesia.

Bagaimana secara hukum Islam, apakah wanita juga terlihat lemah?

Jika pertanyaannya hanya apakah terlihat lemah? Jawabannya adalah, “IYA”, namun itu sebenarnya adalah justru sebagai kekuatannya. Mau tahu apa yang terlihat lemah di mata kita? Dari materi yang saya ringkas dari artikelnya Mila Zahir, di ruangmuslimah.co, disebutkan bahwa beberapa kelemahan kaum wanita adalah bisa jadi sebagai ulasan berikut ini.

Wanita harus menjaga auratnya dan itu lebih susah dijaga karena jumlahnya lebih banyak dari pada kaum laki-laki. Anda bayangkan sendiri, apapun yang ada pada diri wanita dan itu semua adalah kelebihannya karena itu adalah diibaratkan sebagai intan berlian. Maka dari itu, haruslah dijaga. entah rambut, kulit, tangan, kaki, wajah, dan lain-lainya. Tidak mungkin barang berharga dibiarkan sembarangan kan?

Sesuatu yang dianggap lemah lainnya adalah apabila keluar rumah, wanita harus mendapat izin dari suaminya, namun tidak bagi laki-laki. Dia bisa saja langsung pergi tanpa perlu mendapat izin istri. Apakah itu kelemahan wanita? Bukan, itu adalah kelebihan juga. Wanita hanya patuh pada suaminya, sedangkan , laki-laki, harus patuh pada seorang wanita sebanyak tiga kali, yaitu ibunya setelah itu patuh pada ayahnya. Nah, lemah mana?

Kelemahan selanjutnya adalah bahwa wanita menerima warisan lebih sedikit dari kaum laki-laki. Wah, jadi menerima warisan hartanya sedikit dong? Belum tentu ! Ingat saat laki-laki atau suami menerima warisan, harta itu akan wajib menjadi milik istri dan anak-anaknya, sedangkan apabila wanita menerima warisan walaupun sedikit, tetaplah menjadi milik dia sendiri. Nah, masihkah dikatakan sebuah kelemahan dari wanita?

Selanjutnya, orang sering mengatakan bahwa enak menjadi lelaki karena mereka tidak mengandung dan melahirkan. Oh iya? Ingat, saat wanita sedang mengandung dan melahirkan, semua makhluk Allah, dan malaikat akan mendoakannya. Saat melahirkan dan apabila meninggal tetaplah dianggap mati syahid dengan jaminan masuk surga. Nah, apakah masih disebut kelemahan? Tidak, kan?

Yang dianggap kelemahan selanjutnya adalah, wanita harus taat dan bertanggung jawab pada suaminya, sedangkan laki-laki tidak perlu taat pada istrinya. Wah, enak lelaki dong? Jadi wanita dianggap lemah lagi deh? Sebentar, kita harus tahu, bahwa saat nanti meninggal, wanita bisa masuk surga apabila dia taat dan patuh pada suaminya.

Sedangkan laki-laki, bisa masuk surga apabila memenuhi tanggung jawab pada 4 wanita dalam hidupnya. Siapa mereka itu? Mereka adalah ibunya, istrinya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Setelah itu, dia baru bisa masuk surga apabila sudah melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya.

Ayo, masihkah kita menganggap semua itu adalah kelemahan wanita?.

Salam

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post