SELAMA BELAJAR DARING, MURID ANDA TIPE RAINMAKER, FORREST GUMP ATAU TROUBLEMAKER ?
SELAMA BELAJAR DARING, MURID ANDA TIPE RAINMAKER, FORREST GUMP ATAU TROUBLEMAKER ?
Oleh : E.A.Wahyudiono
Tidak terasa, sudah hampir dua pekan lebih kita para guru melaksanakan proses belajar mengajar dengan sistim daring ( dalam jaringan). Banyak suka dan dukanya, karena baru kali ini pelaksanaan pembelajaran daring yang dilakukan hampir secara maksikmal dan serempak meliputi semua tingkatan satuan pendidikan, baik di tingkat dasar, menengah pertama ataupun atas bahkan kejuruan sekalipun.
Para guru juga berjibakutai, alias mati-matian menyiapkan materi pelajaran online untuk anak didiknya, baik dalam pembelajaran ataupun pemberian tugasnya. Banyak aplikasi yang dipergunakan, apakah itu Microsoft 365, Google classroom, Google form, Google docs, bahkan penugasan lewat Whassaps di gawai para murid ataupun laptop mereka. Lebih hebat lagi ada yang menggunakan video meeting call untuk penyampaian materi pembelajarannya melalui aplikasi Webex.com ataupun Zoom.com. Dengan video conference itu terjadilah pembelajaran yang interaktif.
Semua aplikasi di atas disesuaikan dengan tingkat kesulitan akses internet di lokasi mana bapak ibu guru serta murid tinggal, apakah di pegunungan ataupun di kota besar bisa juga di daerah terpencil. Semua aplikasi itu sah-sah saja dipergunakan asalkan semua materi pengajaran tersampaikan secara maksimal dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Bagaimana dengan penguasaan ITC untuk daring dari para guru ?
Kemampuan bapak dan ibu guru dalam menguasai semua aplikasi di atas juga ditentukan oleh mata pelajaran yang diajarkan, apakah tingkat kesulitan dari materi yang disampaikan rendah, sedang ataukah tinggi dalam cakupan materinya. Jika materinya mudah, cukup menggunakan whassaps saja, dengan mengirim materi melalui powerpoint presentation dengan extensi pps. ataupun ppt. Jika sulit, seperti materi kimia, matematika atau fisika , aplikasi video conference mungkin menjadi opsi yang terbaik untuk guru dan murid.
Nah, sekarang, bagaimana dengan murid anda,?
Untuk mudahnya, ada kategori Rainmaker. Jika kita buka kamus bahasa Inggris di situs dictionary.cambridge.org, disebutkan bahwa “a rainmaker is a person who attempts to cause rain to fall, either by rituals or by a scientific technique”. Jika ditejermahkan bebas artinya seseorang yang berusaha utnuk menurunkan hujan baik dengan ritual doa atau secara sains. Jika diterjemahkan secara implisit, tipe murid rainmaker ini adalah orang yang membawa keberuntungan bagi murid lainnya.
Akan tetapi, saya tidak bermaksud membahas hujan di sini melainkan karakter atau sifat murid ,apabila diberikan tugas daring dia akan menerima dengan senang hati bahkan segera mendistribusikan ke temannya yang lain serta memberikan informasi yang akurat tentang cara mengerjakan dan sering menjadi rujukan dari temannya. Dia bisa dan mempunyai jiwa guru sebaya (tutor in pairs).
Beruntunglah anda sebagai guru jika punya banyak murid seperti ini. Murid yang membantu guru, juga temannya, serta dirinya sendiri. Dia berkarakter mandiri dan tangguh. Setiap tugas yang diberikan dikerjakan tepat waktu. Murid seperti ini sama sekali tidak stress dengan tugas dari gurunya malahan senang dengan tugas karena dianggap sebagai suatu tantangan.
Tipe murid kedua adalah tipe Forrest Gump. Artinya tipe murid yang beruntung. Orang Amerika pasti tahu apa itu Forrest Gump, yaitu orang yang ikhlas menerima tugas, menerima nasib, dan selalu berprasangka baik pada guru.. Tipe ini sangat santai, tidak mengeluh dan menerima tugas apa adanya. Diberi tugas jam 10 pagi, tapi mengirimkan tugasnya jam 9 malam dengan alasan kehabisan pulsa, banyak tugas, tertidur dan lain lain. Namun, dia juga tetap mengirimkan tugas yang diberikan gurunya walaupun terlambat. Anda marahi sekeras apapun, dia menerimanya dengan iklhas dan tidak tersinggung.
Murid seperti ini sangat menyenangkan dan ada saja alasannya, lucunya semua masuk akal. Misalnya diberikan tugas dalam bahasa Inggris untuk membuat opini, jawabannya justru dalam bahasa Indonesia. Sungguh polos sekali pola pikirnya oleh karena itu tipe seperti ini juga amat jarang stress.
Murid tipe tersebut biasanya sering mengirimkan pesan atau sering menanyakan tugas yang tidak dimengertinya. Guru harus sabar melayani pertanyaan dari tipe ini. Anehnya, nilai tugas murid seperti ini juga termasuk kategori bagus. Guru terbawa secara afektif melihat keluguan murid ini. Misalnya, mem-whassaps gurunya hanya bertanya hal yang sederhana, “ Pak, Poem itu artinya apa ?” Hadeeh, seharusnya buka kamus khan lebih cepat. Siap siap saja anda sebagai guru menjadi tertawa sendiri membaca pesan chat murid anda untuk tipe ini.
Tipe terakhir yaitu tipe Troublemaker. Anda semua pasti tahu, apa itu artinya? Jika diterjemahkan bebas, ya berarti orang yang membuat masalah. Tipe murid seperti ini bukan mempunyai masalah, melainkan menciptakan masalah yang dirinya sendiri tidak bisa menyelesaikannya. Biasanya, orang tua atau keluarganya yang akan menyelesaikan.
Termasuk di dalam kegiatan daring ini. Tugas tidak dikirimkan, bahkan sering meminta temannya untuk menyelesaikan tugasnya. Dia merasa sedang liburan dan bersyukur karena ada Corona. Dia tidak menyadari tugasnya sebagai murid itu apa. Bahkan, berani mengirim WA ke gurunya meskipun bercanda ," Tidak usah repot repot pak / bu, ..tidak usah ada tugas aja, pak..!.". Anak seperti ini harus mendapatkan perhatian dengan tugas khusus saat masuk sekolah dan situasi sudah kembali normal. Perlu mencarikan solusi yang solutif pada anak tipe troublemaker ini. Jika ada tugas dari gurunya, tipe seperti ini langsung stress, dan akhirnya juga menimbulkan stress bagi orang tua dan gurunya
Bagaimana dengan guru ? anda tipe apa ?
Salam Literasi Daring
Magetan, 02042020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
