Siapa bilang jika sudah hafiz Al-Qur'an terus dijamin masuk surga?
“Siapa bilang jika sudah hafiz Al-Qur'an terus dijamin masuk surga? “
Oleh : E.A.Wahyudiono
Itu adalah jawaban di dalam kegiatan pengajian yang disampaikan dalam forum terbatas oleh Bapak Ustadz KH. Fauzan Taulani M.Pd.I, dari Pondok Pesantren Babussalam. Beliau juga guru dan sekaligus pengasuh pondok tersebut.
Kalimat itu disampaikan oleh beliau saat menjawab pertanyaan dari salah satu jamaah yang hadir, “apakah jika seseorang itu sudah hafiz, atau hafal isi Al-Qur'an, pasti dijamin masuk Surga?”
Jawaban beliau pada pengajian selepas salat tarawih di bulan Ramadan tahun lalu tersebut, rasanya masih terngiang di telinga dan hati ini. Kenapa demikian? Itu karena suasana Ramadan tahun ini berbeda yang disebabkan oleh menyebarnya wabah Corona, jadi kami tidak bisa lagi mengadakan kegiatan semacam itu untuk sementara selama di bulan suci Ramadan ini sampai batas waktu yang belum ditentukan.
“ Semua itu ada ilmu dan ada dasarnya, jangan sedikit-sedikit, apa yang anda lakukan itu nanti selalu bertanya, apakah ini nanti masuk Surga?” tegas beliau dalam forum itu. “ Juga niat kita itu apa, maaf, jika anda bertanya begitu, terus ada yang hafiz, tapi niatnya riya atau pamer dan bukan karena mencari rida Allah, kemudian juga tidak mengerti isi dari apa yang ada dalam surat atau ayat yang dibaca. Lebih parah lagi adalah tidak memahami isi dari Ayat Al-Qur'an itu serta tidak mau menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari, masak jika seperti itu juga harus masuk Surga?” tambah beliau.
Dari penjelasan beliau, pada prinsipnya ada 6 (enam) tahapan di dalam kita menjaga Al-Qur'an. Dalam arti bukan semata-mata hanya menyimpan kitab suci Al-Qur'an itu di dalam lemari saja dengan niatan hanya untuk hiasan atau agar tidak rusak serta berdebu, namun ada niat yang lebih dari sekedar seperti itu, yaitu mencari rida Allah SWT.
Enam tahapan itu apa saja ?
Tahap pertama, Iqra atau bacalah. Dalam hal ini pelajari huruf dan tata cara penulisannya. Bisa dibaca dalam hati, suara pelan atau keras tergantung pada situasi dan kondisi. Sering-seringlah membaca Al-Qur'an.
Kedua, Pelajari surat dan ayat di dalamnya. Jika tidak paham, sebaiknya bertanya pada guru agama atau guru mengaji. Jangan mengambil kesimpulan sendiri atau dengan secara mengira-ngira saja bahkan juga suka-suka sendiri. Oleh karena itu, merujuklah pada hadis yang sahih.
Tahap ketiga adalah Pahami yaitu dengan cara sering banyak membaca, berdiskusi, serta mencari literature yang membahas isi surat-surat dan ayat-ayat di dalam Al-Qur'an. Pemahaman yang bersifat lebih luas ada di tingkatan ini.
Tahap selanjutnya adalah Amalkan, yaitu apa yang tertulis tentang kewajiban, larangan dan perintah, pada dirinya sendiri dulu harus bisa melaksanakannya, baru kepada orang lain. Tegakkan salat. Jangan memerintahkan orang lain tapi dirinya malah tidak melakukannya, ibarat berpesan jangan korupsi, tapi dirinya sendiri melakukannya. Ini yang sangat dibenci oleh Allah SWT.
Tahap kelima adalah Ajarkan. Yaitu mengajarkan Al-Qur'an itu pada orang lain baik melalui pendidikan formal maupun non formal pada orang lain. Nah, bayangkan saja jika baru berada di tahap satu kemudian langsung mengajarkan. Hal itu biasanya banyak yang salah memahami dan mengartikan sehingga dirinya sudah merasa paling benar dan paling menguasai materi ajaran agama.
Tahap keenam adalah Lestarikan. Bagaimana caranya? Bisa mengikuti lomba MTQ, menulis kaligrafi, menghafalkan Al-Qur'an ( hafiz), mencetak dan memperbanyak kitab suci Al-Qur'an, dan lain-lainnya. Nah, Hafiz, ada di tahapan ini. Tahapan yang tertinggi.
Dari keenam tahap itu, insyaallah, semuanya masuk surga. Tergantung niatnya juga, apakah mencari rida Allah SWT, atau bukan? Itulah materi tausiah dari bapak ustadz KH. Fauzan Taulani, M.Pd.I . Semoga hal itu bermanfaat untuk saya pribadi dan juga bermanfaat untuk anda semua.
Salam
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
