THE POWER OF IMAGE DAN PENGARUHNYA PADA MINDSET ANAK DIDIK KITA
THE POWER OF IMAGE DAN PENGARUHNYA PADA MINDSET ANAK DIDIK KITA
Oleh : E.A.Wahyudiono
Pernahkah anda menonton iklan di Televisi tentang penawaran kelebihan dari suatu barang atau merk dagang? Ambil saja salah satu dari produk shampoo? Apa yang bisa anda cermati? Ini bukan membahas tentang kelebihan dari merk suatu produk shampoo itu, melainkan dari visualisasi yang dibuatnya. Pastilah digambarkan dengan seorang pria atau wanita yang memiliki rambut hitam legam, lurus, panjang dan tebal. Anda mungkin tidak mencermati, pernahkah menemukan yang berambut keriting, ikal, kaku seperti ijuk, atau putih dalam iklannya?
Itu adalah tujuan dari commercial message (CM) atau iklan di semua media cetak maupun elektronik yang disajikan pada pemirsa betapa hebatnya produk itu sehingga mereka diharapkan untuk membelinya. itulah yang di sebut dengan the Power of Image. Juga yang membuat kenapa iklan lotion selalu divisualisasikan akan membuat kulit anda menjadi putih dan halus dalam waktu singkat, membuat baju lebih terlihat lebih modis dan pemakainya terlihat menjadi tampan dan cantik, atau makanan sederhana yang terlihat mengundang selera untuk disantap.
Jadi apa the power of image itu ?
Seperti yang dijelaskan oleh Sebastian Guerrini dalam artikelnya,” Images have no power, we give power to images because we need them as a means of communication..”. Jika diterjemahkan bebas maksudnya adalah bahwa semua gambar tidak mempunyai kekuatan apapun, kita yang memberikan kekuatan karena kita memerlukannya sebagai alat berkomunikasi.
Jika kita mau membahas lebih dalam, gambar tidak mempunyai kekuatan yang diharapkan. Jika anda melihat satu gambar atau image, pasti akan diinterpretasikan dengan berbagai macam pemahaman. Oleh karena itu tulisan atau narasi sangat diperlukan dalam memberikan pemahaman agar penerima pesan tidak salah tangkap dari maksud si pemberi pesan. Dalam artikel, buku, atau novel yang ditulis, juga selalu diberi image atau ilustrasi untuk memberikan power dalam mempengaruhi bagi mereka yang membacanya. Makanya, banyak dari mereka yang tidak sreg atau nyaman saat tulisan mereka tidak disertai dengan adanya image atau foto.
Bagaimana dengan kehidupan sehari-hari dan juga dalam dunia pendidikan ?
Kita sebagai guru, terkadang tidak sadar telah melakukan kesalahan dalam menanamkan nilai atau maksud yang tidak tepat bagi murid kita dengan memberikan image yang berlebihan pada mereka. Seperti contoh yang saya sebutkan dari di awal artikel saya itu. Apabila iklan tersebut ditayangkan secara diputar terus menerus tanpa penjelasan, secara tidak sadar, otak para penonton telah tercuci (brainwash) dimana ada sesuatu yang superior dibanding lainnya sehingga secara tidak sadar mengambil kesimpulan yang salah dan hal itu tertanam permanen di dalam otak bahwa pemilik kulit putih lebih cantik dan dianggap lebih superior atau indah daripada berkulit hitam. Rambut lurus, hitam dan panjang lebih indah dan sehat dibanding yang keriting atau ikal dan seterusnya. Saat itu semua terkumpul dalam pemahaman di otak mereka, itu yang akan menjadikan nilai-nilai di masyarakat berubah. Bagaimana apabila image yang salah itu dibangun terus menerus dalam pendidikan kita? Jawabannya tentu saja akan membentuk mindset yang salah pula pada anak didik kita.
Nah, apakah mindset itu? Mindset adalah kata lain dari pola pikir. Beberapa pengertian mindset menurut para ahli adalah suatu set atau rangkaian pemikiran yang membentuk kebiasaan berpikir dari individu.(**(censored)**)
Bayangkan saat kita mengajar materi pelajaran atau membangun komunikasi verbal di kelas tanpa memperhatikan aspek the power of image dengan tanpa adanya narasi yang tepat. Secara tidak sadar kita para guru telah menanamkan konsep atau mindset yang salah dan akan diingat oleh anak didik dalam seumur hidupnya. Seperti apa ? Ambil saja contoh, dimana bapak ibu sering bercerita bahwa kota adalah tempat yang ramai, lampu gemerlapan, banyak gedung pencakar langit, tempat hiburan dan transportasi yang modern dibanding di desa yang sepi, hanya ada suara binatang jangkrik jika malam dan jalan yang becek atau berbatu. Ini sangat berbahaya untuk cakupan semua materi pelajaran secara menyeluruh dalam dunia pendidikan. Nah, sekarang kita semua menjadi tahu kenapa masalah urbanisasi sulit dihentikan di negeri ini.
Apabila bapak ibu sering menyampaikan hal itu pada anak didik kita sehari-hari, mau tidak mau, mereka semua akan selalu ingat dan menjadikan kebiasaan berpikir sehari-hari pula bahwa ada sesuatu yang lebih atau superior dalam hal apapun dibanding pada hal lainnya dan hal kecil itu akan merubah social values di masyarakat secara meluas.
Anda jadi tahu jawabannya apabila mau melihat di sekelilingi anda. Ada nilai-nilai masyarakat yang bergesar, entah kekayaan, kesuksesan, pendidikan, profesi pekerjaan dan lain sebagainya. Akhirnya, anda bisa menjawab, kenapa orang kaya lebih dihormati, kenapa profesi tertentu, misalnya dokter lebih diimpikan daripada menjadi guru, kenapa masyarakat lebih menyukai urbanisasi dan masih banyak lagi contohnya. Juga, kenapa saya menulis ini.
Salam Literasi
Referensi :
**(censored)** › blogs › details › perbedaan-mindset-kecil-minds...
**(censored)** › the-importance-of-pictures-in-your-...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
