Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
5 ASPEK YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM TATANAN BARU DI MASYARAKAT PASCA COVID-19
imagesourcefrom.amazon.com

5 ASPEK YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM TATANAN BARU DI MASYARAKAT PASCA COVID-19

5 ASPEK YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM TATANAN BARU DI MASYARAKAT PASCA COVID-19

Oleh: E.A.Wahyudiono

Di saat semua terdampak oleh kondisi penyebaran Covid-19 ini justru menimbulkan new world order atau tatanan baru dunia dalam masyarakat kita. Pemerintah sudah menyatakan untuk mengajak masyarakat di negeri ini agar berdamai dengan Corona dalam kehidupan sehari-hari. Tentu saja, ada nilai-nilai kebiasaan tertentu di dalam masyarakat yang juga akan ikut berubah.

Kebiasaan-kebiasaan apa sajakah yang berubah dalam tatanan baru ini?

Pertama adalah sektor ekonomi. Kita tahu, hampir semua dunia usaha sedang mengalami krisis dengan adanya Covid-19 ini yang mau tidak mau, perekonomian berjalan dengan lambat dan kebiasaan tata niaga dipaksa berubah menjadi dalam jaringan. Daya beli masyarakat juga melemah dan dampaknya semua harga investasi dalam bentuk rumah, kendaraan dan properti menjadi turun. Hanya bagi mereka yang inovatif dan kreatif, merekalah yang bisa bertahan.

Transaksi e-money akan segera menggantikan peranan uang kertas dan logam bisnis dalam proses pembayaran dikarenakan uang kertas dan logam diduga bisa juga sebagai media penularan penyakit virus Corona pada masyarakat.

Kedua adalah sektor pendidikan. Kebiasaan dengan kelas konvensional yaitu terbiasa dengan pembelajaran berbasis tatap muka sepenuhnya, sekarang berubah menjadi pembelajaran berbasis dalam jaringan sepenuhnya. Sungguh perubahan yang sangat drastis dan mendadak. Guru dan murid yang tadinya belum siap secara keterampilan dan mental, dipaksa menjadi tangguh dalam upaya mencari solusi dari permasalahan yang timbul.

Panduan pembelajaran dalam jaringan belum sepenuhnya disiapkan oleh semua stakeholders pendidikan. Permasalah yang muncul terutama menyangkut proses penyampaian materi, evaluasi, follow up dan umpan baliknya. Hanya bagi guru dan murid yang kreatif dan tangguh saja yang bisa melewati tantangan itu.

Bagaimana dengan masyarakat? Mereka melihat bahwa pembelajaran daring itu sesuatu aneh dan rasanya masih belum bisa menerima keadaan yang terjadi saat ini sehingga muncul terjadinya banyak keluhan saat membimbing putra-putri mereka dalam belajar di rumah. Selanjutnya, mereka akan mengeluh pada siapa lagi dalam tatanan baru nanti?

Ketiga adalah masalah kesehatan. Perubahan apa yang terjadi saat adanya Covid-19 ini? Hal itu adalah kebiasaan hidup bersih dari masyarakat kita yang sekarang peduli dengan isu dan kesehatan lingkungan. Meskipun saat ini jumlah yang terpapar Corona menjadi naik terutama di kota besar yang diakibatkan oleh ketidakdisiplinan masyarakat dalam mengikuti aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Dunia kesehatan yang diwakili oleh beberapa dokter dan paramedis sudah mengatakan “Terserah”, namun sejatinya mereka tetap tidak “Menyerah” karena itu merupakan tanggung jawabnya. Mereka semua tidak menyalahkan kita, namun hanya mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan protokol kesehatan.

Keempat ada pada sosial-budaya. Kebiasaan dalam masyarakat untuk bersilaturahmi secara fisik sudah tidak mungkin. Kegiatan yang bersifat pengumpulan massa seperti pernikahan, rapat, upacara, pengajian akbar, pasar malam, pentas seni dan olahraga massal serta banyak lainnya dianggap sesuatu yang berbahaya bila dilakukan selama masa pandemi corona ini. Jika Corona tidak bisa diatasi, ke depannya, tatanan sosial-budaya tadi nilainya akan ikut bergeser juga.

Kelima adalah keamanan. The last but not least, artinya meskipun ditulis terakhir, faktor ini tidak kalah pentingnya. Rasa aman dalam masyarakat menjadi sedikit terganggu saat munculnya banyak jenis tindak kriminalitas karena adanya kesulitan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.

Apalagi saat kita tahu banyak dari narapidana yang dilepas untuk kembali ke masyarakat demi mencegah mewabahnya Covid-19 di Lapas (Lembaga Pemasyarakatan). Masyarakat menjadi mudah tersulut emosinya saat mengetahui tindak kejahatan di tengah mereka dengan tidak segan-segan untuk menghakimi secara langsung para pelakunya.

Itulah lima tatanan baru yang perlu diperhatikan apabila kita ingin negeri ini bisa bertahan di tengah arus resesi akibat wabah penyakit yang belum bisa dipastikan sampai kapan bisa berhentinya.

Semua terserah kita untuk berubah menjadi high society, yaitu masyarakat kelas tinggi yang inovatif dan kreatif dalam menyikapi permasalahan yang muncul dalam tatanan baru yang diharapkan oleh pemerintah. Ini bukan masalah kita sudah siap atau tidak, namun hanya mau apa tidak. Bangsa yang cerdas adalah bangsa yang bisa menemukan solusi dari permasalahan dan bukan selalu berfokus mencari dan saling menyalahkan dalam permasalahan yang terjadi.

Salam

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post