APA YANG MERASUKI PARA WANITA ITU SAMPAI TEGA MEMBUNUH ANAK KUCING ?
APA YANG MERASUKI PARA WANITA ITU SAMPAI TEGA MEMBUNUH ANAK KUCING ?
Oleh : E.A.Wahyudiono
Rasanya masih teringat jelas dari video yang sedang viral saat ini bahwa ada 3 wanita yang sedang menganiaya anak kucing dengan cara diinjak-injak di media sosial. Berita itu membuat heboh dan geram bagi banyak para cat lovers atau pecinta kucing di berbagai negara termasuk di Indonesia.
Setelah saya berusaha untuk check dan recheck, Alhamdulillah, ternyata itu video lama yakni tahun 2015 dan tidak terjadi di negeri kita ini melainkan di negara Honduras, yang ibukotanya adalah Tegucigaipa, Amerika Tengah. Semua berita itu sudah diklarifikasi oleh Teleceiba Internacional seperti yang bisa anda temukan di indozone.id,08/05/2020.
Rasanya mereka kok tega hati membunuh hewan kucing itu apalagi masih dalam kondisi anak kucing. Semoga mereka yang membunuh kucing dengan sadis dan sengaja segera mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya yang keji itu. Sementara motif kenapa mereka sampai tega membunuh anak kucing itu masih belum jelas dikarenakan adanya banyak versi dan penjelasan yang bersifat dugaan saja sampai dengan saat ini.
Jika kita berbicara tentang kucing, saya suka dan pernah mengulasnya saat berada di Jepang. Di sana sebutannya adalah Neko. Kucing dalam bahasa Indonesia dan Cat dalam bahasa Inggris. Tersenyum dalam bahasa Jepangnya niko niko shimasu. Coba anda perhatikan saat kucing diam, mereka selalu tersenyum kan ? Tapi jangan tertipu dengan penampilannya dulu karena meskipun tersenyum, kucing masih termasuk binatang buas (carnivore).
Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, di kala nabi hendak mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya.
Ketika nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali. Dalam aktivitas lain, setiap kali nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan ditaruh di pahanya.
Salah satu sifat Mueeza yang nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar azan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara azan. Untuk itu, kepada para sahabatnya, nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyayangi keluarga sendiri. Seperti yang diriwayatkan dan diceritakan dalam id.wikipedia.org.
Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhari, yang diulas lengkap dalam eramuslim.com, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.
Salam
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
