APAKAH ANDA TIPE GURU JANUS ?, BISA JADI ANDA ADALAH GURU SETENGAH DEWA
APAKAH ANDA TIPE GURU JANUS ?, BISA JADI ANDA ADALAH GURU SETENGAH DEWA
Oleh : E.A.Wahyudiono
Kali ini saya mencoba untuk mengulas apakah manusia setengah dewa itu? Kemudian saya ingin menampilkan satu sosok dewa dari mitos Yunani. yaitu Janus yang mungkin bisa menjadikan pemahaman tentang jenis guru apa kita semua ini.
Saya menyebutnya tipe guru Janus, karena beberapa kelebihan dari guru tipe ini terhadap keberhasilan para muridnya dan bisa jadi anda adalah guru yang dianggap setengah dewa oleh banyak murid dan masyarakat. Namun, sejatinya manusia setengah dewa itu tidak ada dalam hidup ini. Mungkin perilaku guru yang dimaksud adalah guru sejati yang membantu muridnya menemukan masa depan dalam menggapai cita-citanya. Nah, itulah yang mendasari disebut guru setengah dewa.
Dari hasil saya surfing di situs id.wikibooks.org tentang sosok Janus adalah dewa dengan dua muka. Satu muka menghadap ke depan (masa depan) dan satu muka lainnya menghadap ke belakang (masa lalu). Tangan kanan dewa Janus memegang kunci (gelar, jabatan, ketrampilan, kemampuan atau ijazah), sedangkan tangan kirinya memegang tongkat. Nama dewa yang dipakai sebagai nama bulan Januari (Janus) karena dia ada di perbatasan tahun lalu dan tahun depan dalam kalender masehi.
Dewa yang juga disebut dewa waktu dan tugasnya menjaga pintu gerbang perbatasan masa lalu dan masa depan. Janus hanya membantu mereka yang ingin melewati pintu gerbangnya dengan syarat mereka yang mau berilmu dan berubah menjadi lebih baik. Jika mereka nekat melewati pintu tanpa kunci, dewa janus hanya akan memberikan tongkatnya dalam arti hanya menunjukkan arah masa depan bagi mereka yang melaluinya.
Apa hubungannya Janus dengan sosok guru ?
Jika boleh diibaratkan, sosok guru Janus sebenarnya banyak ada di sekitar kita. Guru yang melihat masa lalu para muridnya dengan segala potensi dan permasalahan yang dimilikinya, kemudian berusaha untuk mengubah anak didiknya menjadi sukses di masa depan. Guru Janus juga mempunyai kemampuan untuk memprediksi bahwa murid-murid mereka itu kelak berpotensi sukses atau gagal di masa depan. Apakah kemampuan dewa Janus itu anda miliki sebagai guru ?
Seringkali kita sebagai guru bertanya atau ditanya murid tentang cita-cita mereka dan lucunya, jawabannya beragam. “Saya gak punya cita-cita, pak “, “Saya gak tahu nanti jadi apa, bu”, Sebaiknya saya jadi apa pak di masa depan ?”, atau “Saran dari bapak , saya sebaiknya melanjutkan ke mana ?” Bisa jadi anda sebagai guru tidak sadar mengatakan pada anak didik," Kamu kelak jadi polisi", Kamu kok cocoknya kerja yang ada di dunia kesehatan", atau " Kamu pas jika jadi guru atau dosen" Ternyata, semua itu terwujud pada anak didik anda. Itulah ciri-ciri anda sebagai guru Janus yang mungkin tidak anda sadari.
Sejujurnya, seorang guru dengan melihat catatan pribadi siswa, kemampuan yang dia miliki, sikap, karakter, perilaku, daya juang, semangat belajarnya, potensi akademis dan non akademis dirinya serta hasil nilai-nilai pencapaiannya akan bisa memprediksikan bahwa murid tersebut di masa depan akan berpotensi berhasil atau gagal.
Di saat setelah lepas dari masa sekolah anak didik kita, pastilah di masa depannya, seorang guru akan memperhatikan dan mengikuti karir, nasib, pekerjaan, dan keberhasilan serta kegagalan yang diperoleh oleh mantan anak didiknya. Apapun bentuk keberhasilan dan kegagalan, tetaplah akan diakui sebagai muridnya. Guru disebut orang yang tahu namun bukanlah orang yang serba tahu. Guru juga tidak bisa menjamin dan memaksa muridnya untuk berhasil atau gagal, namun hanya membantu dan mengarahkan anak didiknya saja.
Jika anda guru Janus, pastilah, anda akan memberikan kunci keberhasilan pada anak didik anda setelah memperhatikan potensi baik dan buruk mereka. Jika mereka dipastikan gagal di masa depannya, sebagai guru janus, anda tetaplah menunjukkan jalan dan membantu mereka dengan tongkat (arahan, bimbingan dan nasihat) agar tetap berjuang dan tidak mudah berputus asa.
Selanjutnya terserah anda sebagai guru Janus yang mampu melihat masa lalu dan masa depan murid anda dan mengetahui mereka akan jadi apa namun tetaplah tidak bisa berkata apa-apa atau memaksa mereka para anak didik untuk menuruti kemauan anda meskipun anda menjadi guru Janus sekalipun. Biarkanlah mereka memilih kunci atau tongkat anda tanpa paksaan. Tugas anda hanya memberikan pilihan pada mereka dalam bentuk nasihat, selebihnya biarkan anak didik sendiri yang memutuskan.
Bahkan, guru Janus juga tidak bisa melihat masa depannya sendiri karena keberadaan guru janus di dunia pendidikan negeri ini hanyalah berdiri di pintu gerbang perbatasan masa lalu dan masa depan. Yakinlah bahwa seorang guru penggerak sejatinya adalah guru Janus, tetaplah dianggap manusia setengah dewa yang membantu dan mengajar para muridnya dengan ikhlas dan hanya mencari rida Allah Subhanahu Wa Ta'ala semata.
Salam
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
