Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
HASIL SURVEI KPAI, ANAK DIDIK, GURU DAN ORANG TUA BERBEDA DALAM MENYIKAPI AWAL AJARAN BARU
imagesource.from.fin.co.id

HASIL SURVEI KPAI, ANAK DIDIK, GURU DAN ORANG TUA BERBEDA DALAM MENYIKAPI AWAL AJARAN BARU

HASIL SURVEI KPAI, ANAK DIDIK, GURU DAN ORANG TUA BERBEDA DALAM MENYIKAPI AWAL AJARAN BARU

Oleh : E.A. Wahyudiono

Sungguh suatu hal yang menarik untuk diulas mengenai perbedaan sikap antara anak didik, guru dan orang tua siswa dalam mengisi kuesioner yang disebarkan oleh KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia). Kuesioner yang berisi kapan sebaiknya awal ajaran baru dimulai beserta alasannya segera menyebar untuk segera diisi.

Mengapa hasil survei bisa bertolak belakang antara anak didik, guru dan orang tua beserta alasan pendukungnya dalam menyikapi kapan ajaran baru dimulai, Ibu Retno Listyarti, komisioner KPAI bidang pendidikan menjelaskan bahwa hasil kuesioner itu akan dijadikan bahan kajian yang perlu dianalisis lebih mendalam.

Dalam berita yang dilansir dari Kapol.co.id/30/5/2020 disebutkan bahwa hampir 80 persen orang tua tidak setuju jika sekolah dibuka pada 13 Juli 2020. Sedangkan 80 persen siswa dan 60 persen guru, setuju sekolah dibuka. Jadi, siswa dan guru tetap ingin ajaran baru dengan kelas tatap muka dibuka di sekolah pada pertengahan Juli 2020, kecuali para orang tua yang ingin tetap diberlakukan pembelajaran dalam jaringan atau jika perlu ajaran baru dimulai bulan Januari 2021.

Kumparan.com/29/5/2020 juga menuliskan bahwa dalam waktu 32 jam sejak angket dibuka, tercatat ada 9.643 siswa yang berpartisipasi; 18.112 guru yang berpartisipasi; dan 196.559 orang tua yang berpartisipasi. Terutama para orang tua yang sangat antusias untuk mengikuti pengisian kuesioner tersebut.

Alasannya bermacam-macam. Rata-rata para orang tua sangat ketakutan anak mereka terpapar virus Corona bila ajaran baru dimulai di bulan Juli 2020. Juga orang tua menganggap dalam hal ini dinas pendidikan belum menunjukkan kesiapan untuk melindungi anak didik dalam mencegah wabah Corona di sekolah. Bagi para murid, hal itu sangat berbeda. Alasan mereka masuk sekolah rata-rata karena merasa sangat jenuh belajar dalam jaringan (online) juga mereka merindukan suasana sekolah serta bertemu dengan teman-teman serta para gurunya.

Bagaimana dengan pendapat kuesioner dari para guru?

Walaupun tidak disebutkan di dalam hasil kuesioner, untuk para guru, apapun risiko yang dihadapi bilamana pemerintah memerintahkan untuk segera masuk dan mengajar seperti biasa di kelas, pastilah para guru siap memenuhi tugasnya untuk mencerdaskan anak didik mereka dimana pun berada. Jika masih dengan pembelajaran daring sekalipun, semua guru juga akan lebih siap setelah belajar dari pengalaman selama tiga bulan dalam menyiapkan materi dan aplikasi, serta metode yang terbaik untuk para anak didiknya.

Namun, kuesioner yang diterima KPAI pada hari kamis tanggal 29 Mei 2020 yaitu sebagai batas waktu terakhir bukanlah merupakan sebagai sesuatu yang bersifat mutlak karena penelitian itu harus masih dianalisis lebih mendalam lagi. Sifat dari hasil angket itu hanya sebagai masukan bagi pemerintah, dalam hal ini Kemdikbud juga sebagai bahan pertimbangan dalam membuat keputusan kapan sebaiknya awal tahun ajaran baru dimulai dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan anak didik dan masukkan dari masyarakat.

Kita harus belajar dari beberapa negara lain seperti Finlandia, Korea Selatan dan beberapa negara Eropa lainnya yang kembali meliburkan sekolah saat ditemukan adanya murid yang terpapar virus Corona. Mereka tidak ingin bahwa sekolah-sekolah akan menjadi kluster baru dalam penyebaran Virus Corona ini.

Berita terbaru yang didapatkan dari Youtube Kompas TV, pada hari Jumat,29/5/2020, Presiden Jokowi juga tidak menginginkan new normal untuk diterapkan secara grusa-grusu di lingkungan sekolah atau pendidikan. Itulah pesan khusus dari presiden yang disampaikan oleh Bapak Muhajir Effendy.

Salam

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post