MAAF, BONUS DARI BAPAK HARUS SAYA TOLAK !
MAAF, BONUS DARI BAPAK HARUS SAYA TOLAK !
Oleh : E.A.Wahyudiono
Rasanya aneh kan? Mendapat bonus kok ditolak. Jika dibilang tolol, saya terima saja deh, tapi sebentar, ini bonus apa sih kok sampai saya tolak?
Kemarin malam, saya pergi ke dokter gigi langganan untuk memeriksakan serta perawatan gigi secara berkala. Hal itu saya lakukan agar tidak mengalami kasus sakit gigi secara mendadak terutama saat bertugas ke luar negeri. Jika Anda mengalaminya, biaya dokter gigi di sana bisa tembus 1000 US Dollar hanya untuk mencabut saja.
Ada satu gigi geraham saya bagian paling belakang yang tumbuh lagi. Kasus itu aneh juga karena seusia saya yang sudah lebih dari setengah abad ini ternyata masih ada gigi yang tumbuh. Dalam istilah kedokteran disebut M-3 atau wisdom tooth (gigi bungsu).
Oleh karena itu, terpaksa harus dicabut agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Nah, begitu operasi yang berjalan lancar selama 1 jam, dokter gigi tersebut, sebut saja Pak Purnomo mengatakan bahwa di kliniknya ada servis tambahan bagi saya sebagai pelanggan, yaitu “Cabut satu gigi, gratis cabut satu lagi lainnya”. Mendengar hal itu, dengan sopan saya menolaknya, “Maaf, bonus dari bapak harus saya tolak !”
Nah, artinya, tidak semua orang suka bonus tambahan kan? Termasuk saya juga nih. Bagaimana dengan bonus dalam bentuk lainnya? Apakah juga ditolak? Jangankan bonus, saya malahan sering menolak jika menerima kupon undian baik saat ada event jalan santai ataupun mendapat kupon undian dan acara lainnya. Biasanya, kupon yang terpaksa saya terima, akan saya berikan pada penjual di pinggir jalan di acara itu atau ada peserta lainnya. Saya hanya ingin berusaha untuk mendapatkan sesuatu dari usaha kerja keras yang saya lakukan dan bukannya melalui undian.
Saat ini, menjelang 5 hari menuju hari raya idul fitri, banyak sekali discount yang ditawarkan baik di mal ataupun di lapak online untuk produk terbaru yang ditawarkan. Semua berusaha menarik perhatian para pembelinya. Minggu lalu, saya mengantar keluarga ke mal dan begitu masuk, dari jauh sudah terlihat adanya banner tentang potongan harga, “Discount 50% + 20% + 10%”. Apalagi 5 hari menjelang malam takbiran idul fitri ke depan, pastilah antar toko akan saling berlomba untuk menawarkan discount-nya dengan gila-gilaan pada pembelinya.
Wow, bayangan kita langsung ada potongan harga sebesar 80%. Hal itu jelas menggoda sekali yang padahal itu semua hanyalah strategi dari tim pemasaran. Coba hitung saja, jika ada sebuah produk, misalnya sepasang sandal wanita tertulis dengan harga Rp. 210.000,-, artinya berapa uang yang harus kita keluarkan untuk mendapatkannya? Coba Anda hitung sendiri dengan rumus potongan harga di atas itu ya !
Bagaimana dengan discount dari Allah SWT pada malam “Lailatul Qadar” ini? Itu yang kita seharusnya kita semua mengejarnya dan berusaha mendapatkannya. Malam yang biasa disebut dengan malam seribu bulan. Semua ibadah dan kebajikan apapun yang kita lakukan akan dilipat gandakan menjadi seribu bulan. Anda hitung sendiri, jika usia Anda maksimal 65 tahun, saat satu malam itu kita mendapatkan lailatul qadar, itu artinya dalam waktu semalam saja kita sudah sama dengan menjalankan ibadah 83 tahun.
Masihkah kita berani melewatkannya? Belum tentu tahun depan kita masih bisa bertemu dengan lailatul qadar tersebut. Itu artinya, kita akan menjadi umat yang merugi dunia dan akhirat jika tidak menggunakan kesempatan tersebut. Semoga kita semua dijauhkan dari godaan discount, bonus dan undian lainnya selain bonus yang kita dapatkan pada malam “Lailatul Qadar” dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala
Salam
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
