BEDANYA ISTILAH NEW NORMAL, BACK TO NORMAL ATAU NORMAL?
BEDANYA ISTILAH NEW NORMAL, BACK TO NORMAL ATAU NORMAL?
Oleh : E.A.Wahyudiono
Saat istilah “New Normal” dicanangkan oleh pemerintah terhitung efektif mulai 1 Juni 2020 setelah beberapa bulan berjuang mengatasi penyebaran Corona di berbagai penjuru tanah air membuat masyarakat berusaha mencari tahu apa makna istilah tersebut.
Dari akun instagram resmi @kemdikbud.ri., menjelaskan bahwa new normal itu adalah "kenormalan baru" atau keadaan normal yang baru (belum pernah ada sebelumnya). Bahkan di dalam penjelasannya juga diberikan contoh kalimatnya agar mudah dimengerti oleh semua lapisan masyarakat khususnya warga sekolah dan dunia pendidikan.
Wabah penyakit corona masih ada di tengah masyarakat kita dan hal itu sudah mempengaruhi semua sendi di dalam semua kehidupan bermasyarakat. Dampak yang paling dirasakan adalah sektor perekonomian. Selanjutnya sektor lainnya menyusul seperti pendidikan, kesehatan, keamanan dan sosial-budaya.
Setelah beberapa bulan berperang melawan penyebaran wabah Corona baik melalui istilah dan program work from home, stay at home, social distancing, dan lock down, ternyata masih juga ditemukan beberapa kasus orang yang terpapar virus Corona di beberapa kota di setiap daerah sehingga perlu diberlakukan istilah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).
Saat ini, masyarakat diajak untuk berkompromi dengan Corona dalam kehidupan sehari-hari dengan tetap menjaga protokol kesehatan yang telah ditentukan. Untuk itu istilah NEW NORMAL muncul dengan beberapa tahapan dan syarat yang sudah ditentukan oleh WHO ( World Health Organization) di beberapa tempat yang berbeda di tanah air dengan menentukan 5 tahapan sebagai new normal fase di awal Juni 2020.
Bagaimana dengan istilah Back to Normal dan Normal?
Kondisi normal yaitu saat semua aspek kehidupan sebelum adanya wabah Corona yang menyebar ke seluruh penjuru dunia. Semua sektor kehidupan berjalan normal dan tertata sistematis. Semua perekonomian, pendidikan, penerbangan, pekerjaan, dan banyak lagi lainnya sudah berjalan harmonis. Tatanan masyarakat berjalan normal (kondisi yang selalu sama sebelum dan sesudah adanya suatu peristiwa) dalam kerangka sosial dan budayanya masing-masing di setiap negara.
Namun, saat ini rasa-rasanya sudah sulit untuk back to normal, yaitu kembali seperti kehidupan semula dengan melakukan aktivitas yang sama pada semua aspek kehidupan yang disebutkan di atas. Ibarat terjadi wabah banjir di satu daerah, kemudian kita melakukan pembenahan dari dampak kerusakan yang ditimbulkan sehingga kehidupan berjalan seperti semula, saat itulah kita menyebutnya back to normal life.
Dalam kasus Covid-19 ini berbeda dari semua kasus bencana. Hal itu disebabkan tingkat pengaruh kerusakan yang ditimbulkan menyangkut aspek kehidupan, yaitu nyawa manusia. Apalagi pengaruh wabah masih terus akan berlangsung sampai batas waktu yang kita tidak ketahui kapan berakhirnya.
Kita tidak mungkin selamanya tinggal di rumah dan tidak melakukan aktivitas kehidupan bermasyarakat dan bernegara hanya gara-gara pandemi Corona yang masih belum hilang sepenuhnya. Mau tidak mau, siap atau tidak siap, kehidupan new normal harus segera dimulai dengan tatanan kehidupan baru yang lebih baik dan bersih. Kelak kita semua akan merindukan aktivitas kehidupan normal seperti hari-hari sebelum wabah Corona menyebar di muka bumi ini dalam pikiran kita.
Salam
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
