PENJELASAN DARI KENAPA IKLAN JAM SELALU MENUNJUKKAN PUKUL 10.10
PENJELASAN DARI KENAPA IKLAN JAM SELALU MENUNJUKKAN PUKUL 10.10
Oleh: E.A.Wahyudiono
Anda pernah mengamati iklan jam tangan di media cetak ataupun media elektronik? Pernahkan anda mengamati dengan cermat kenapa jarum jamnya selalu menunjukkan pukul 10.10 ?
Saat berkesempatan bertugas atau jalan-jalan ke beberapa negara di luar negeri, saya pernah mengalami kasus dimana jam tangan saya mati karena baterainya sudah low batt alias harus ganti. Untuk itu saya terpaksa harus pergi ke toko arloji di Jepang ataupun saat saya berada di Jerman.
Nah, sambil menunggu tukang servis mengganti batu baterai jam tangan, saya mengamati bahwa semua jam yang ada di toko itu, baik di kedua Negara yang berbeda, yaitu di Jepang dan di Jerman, semua jarum jam menunjukkan pukul 10.10. Hal itu membuat saya semakin penasaran dan menyempatkan untuk berdiskusi dengan petugas yang ada di situ. Jawaban mereka dari toko arloji di Jepang ternyata berbeda dengan penjelasan dari toko jam di Jerman.
Dari petugas servis jam di Jepang, dia menjelaskan bahwa angka 10 merupakan angka sempurna bagi orang Jepang. Anda tahu sendiri kan bagaimana tipikal orang Jepang? Mereka semua sangat perfeksionis, semua harus sempurna, termasuk tata cara membangun rumah, atau pun pada semua hal termasuk urusan yang sepele dan kecil menurut kita.
Selanjutnya, jika dicermati, angka jam pada 10.10, ternyata alasannya hanya untuk menghindari jarum jam menutupi Merk atau Brand dari jam tersebut sehingga pembeli bisa tahu jam tersebut merk terkenal apa tidak sesuai dengan garansi kualitas yang tinggi juga tentunya.
Terakhir dari penjelasan orang Jepang, bahwa angka yang menunjukkan pukul 10 lebih 10 menit, ternyata membentuk huruf “V”. Bagi orang Jepang, huruf atau simbol V artinya adalah Victory, yaitu kemenangan. Oleh karena itu, jika anda pernah ke Jepang atau pernah mengamati orang Jepang yang ber-selfie ria dengan kameranya, atau berada dalam sesi foto yang bersama-sama, jari mereka selalu mengacungkan simbol “V”. Jangan-jangan anda juga nih?
Bagaimana waktu saya menanyakan hal itu pada orang Jerman?
Pada prinsipnya hampir sama dengan orang Jepang, kecuali simbol “V”, itu adalah Veni, Vidi, Vici, artinya saya datang, saya melihat dan saya menang. Slogan itu miliknya Julius Caesar, seorang kaisar Romawi sekaligus penakluk semua bangsa dan kerajaan di Eropa. Jadi artinya hampir sedikit mirip dengan Victory atau kemenangan.
Tukang servis jam di Jerman tersebut menambahkan bahwa sebelumnya jarum jam tidak diletakkan pada pukul 10.10, melainkan pada pukul 08.20. Kenapa demikian? Ternyata setelah diamati, jam yang dijual pada pukul tersebut tidak laku dijual, karena menggambarkan wajah seseorang yang sedang sedih. Coba anda check sendiri ya! Semenjak itu jarum jam diletakkan pada pukul 10.10 dengan berbagai alasan di atas.
Penjelasan terakhir dari orang Jerman tersebut adalah bahwa angka 10 bukan merupakan kesempurnaan, tapi lebih untuk mengingatkan 10 perintah Tuhan ( Ten Commandments) dengan sedikit sentuhan filosofi religious.
Nah, bagaimana saat saya ada di toko jam di tanah air?
Wah, seru sekali. Semua jarum suka-suka mau berhenti di angka berapa saja untuk menit dan jamnya. Sungguh negeri yang bebas sekali .Tidak ada filosofi apapun, kecuali jika anda mengamati iklan jam yang di media cetak ataupun elektronik, masih tetap menunjukkan pukul 10.10. Kedua, perasaan, anda dan saya, hanya peduli pada merk yang mahal hanya untuk prestise atau gengsi sampai lupa bahwa jam berharga mahal atau murah, tetaplah menunjukkan waktu yang sama.
Mumpung bulan ramadan, berhubungan angka 10 di bulan suci ini, ternyata ada 3 keistimewaan yaitu pembagian pada 10 hari pertama untuk rahmat, 10 hari kedua untuk maghfirah, dan 10 hari ketiga untuk dibebaskan dari api neraka. Marilah kita semakin meningkatkan ibadah puasa di bulan ini, mumpung kita masih diberi waktu.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
