Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Tanggal 17 di Bulan Ramadan Bukanlah Malam Pertama Kali Turunnya Al Quran
imagesourcefromits.co.id

Tanggal 17 di Bulan Ramadan Bukanlah Malam Pertama Kali Turunnya Al Quran

Oleh : E.A.Wahyudiono

Tak terasa, 10 hari pertama keistimewaan dari bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini sudah akan berlalu dan kita bersiap untuk memasuki 10 hari dengan maghfirah sebagai keistimewaannya yaitu ampunan.

Saat anda melihat judul di atas, mungkin bisa jadi terlintas pemikiran bahwa kenapa tanggal 17 di bulan Ramadan itu bukanlah malam pertama kali Al-Qur’an turun? Kok bisa begitu?

Begini, saya sering sekali mendengarkan kalimat bahwa malam nuzulul Qur’an itu turun pada tanggal 17 di bulan Ramadan. Hal itu sering saya dengarkan terutama pada kalimat lisan, sedangkan pada kalimat tertulis frekuensi kesalahan menjadi kecil karena adanya swaediting atau swasunting sebelum menjadi artikel yang baku.

Marilah kita analisa bentuk kalimat apakah itu?

Judul di atas itu merupakan contoh dari kalimat pasif yang akan diulas di dalam artikel ini. Bagaimana kalimat yang benar? Untuk kalimat yang tepat adalah bahwa tanggal 17 di bulan Ramadan adalah malam diturunkannya al-Qur’an atau malam nuzulul Qur’an.

Nah, itulah yang disebut dengan kalimat pasif, di mana dalam kalimat tersebut, subjek dari kalimat itu dikenai pekerjaan oleh objek. Itu pemahaman yang sering kita dapatkan bersama saat belajar bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.

Di dalam sebuah kalimat, kata atau kelompok kata yang mendahului predikatnya atau kata kerjanya disebut subjek dan diakhiri dengan objek dalam hal ini bisa dalam bentuk kata benda, sifat ataupun keterangan (waktu, tempat dan keadaan).

Nah, subjek di dalam kalimat yang ditempatkan atau muncul pertama kali di dalam kalimat itu sendiri disebut new information (informasi yang sangat penting untuk pembaca).

Sebagai kalimat contoh adalah, “Seorang polisi menembak perampok bersenjata itu”. Coba diamati, kalimat itu adalah kalimat aktif, namun anda akan kesulitan menemukan contoh kalimat itu dalam surat kabar atau running text (berita berjalan) di siaran televisi.

Kenapa demikian? Itu karena, polisi menembak perampok sudah merupakan kalimat normatif dan umum saja tanpa ada new information atau informasi atau sesuatu yang baru untuk diketahui oleh para pembaca.

Justru kalimat yang akan jumpai ada di dalam kalimat pasif, yang bunyinya, “Perampok bersenjata ditembak”. Jika dianalisa, perampok tidak semuanya ditembak. Kedua, ditembak oleh siapa menjadikan suatu pertanyaan baru dan bisa menjadi new information pada kalimat atau berita berikutnya.

Kenapa tanggal 17 ramadan bukan malam turunnya al-Qur’an pertama kali ke muka bumi ini?

Jika dianalisa, kata turunnya adalah kalimat pasif statif. Jika kalimat itu dipakai, maknanya adalah saat al-Qur’an itu diturunkan ke bumi, manusia tidak membutuhkannya. Coba bedakan, dengan frase “..diturunkannya al Qur’an”. Itu artinya, subjek menurunkan sesuatu kepada objek karena objek membutuhkannya.

Kita semua tahu, zaman jahiliyah atau zaman kebodohan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala menurunkan wahyu pertama kepada baginda nabi agung, nabi besar kita, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam agar beliau bisa membimbing umat manusia untuk menjadi insan yang bertakwa dan beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala .

Itu artinya, umat manusia membutuhkan pedoman agar selamat di dunia dan akhirat. Jadi bukan dalam arti turun secara otomatis kepada manusia, butuh atau tidak ya tetap turun. Bukan seperti itu makna sesungguhnya.

Sebagai contoh kalimat pasif. “Bantuan bahan makanan dan kesehatan dari pemerintah pusat diturunkan ke Kota Magetan dikarenakan banjir bandang”.

Coba anda bandingkan dengan kalimat berikut ini” Bantuan bahan makanan dan kesehatan dari pemerintah pusat turun ke Kota Magetan dikarenakan bencana banjir bandang”.

Pada analisa kalimat yang pertama, Kota Magetan mendapat musibah dan masyarakat sudah tidak mampu untuk mengatasinya. Sedangkan kalimat kedua, saat bantuan datang, masyarakat tidak atau belum membutuhkan bantuan itu karena meskipun banjir masyarakat masih mampu untuk menghadapinya. Berbeda maknanya kan?

Semoga kita semua bisa memaknai masuknya 10 hari ke dua dari keistimewaan bulan suci Ramadan ini dengan memperingati nuzulul Qur’an, malam diturunkannya wahyu pertama kepada umat manusia di muka bumi ini karena kita semua membutuhkannya agar selamat dunia dan akhirat.

Salam

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post