WAJIB MILITER LANGSUNG UNTUK MENCEGAH SELEBRASI NEGATIF PASCA KELULUSAN ANAK DIDIK KITA
WAJIB MILITER LANGSUNG UNTUK MENCEGAH SELEBRASI NEGATIF PASCA KELULUSAN ANAK DIDIK KITA
Oleh : E.A.Wahyudiono
Sedikit terkejut saat saya menerima kiriman foto dan video tentang euforia kelulusan yang dilakukan oleh anak didik kita di beberapa tempat dengan masih melakukan corat-coret baju bahkan dengan gambar yang tidak senonoh di baju dan rok mereka.
Pertama, saya sedikit sangsi bahwa foto atau video yang dikirimkan ke gawai saya itu adalah hoax, yaitu selebrasi kelulusan tahun kemarin, namun dugaan itu segera sirna karena jelas-jelas tertulis dibaju mereka ada tulisan “Angkatan Corona” dan beberapa siswa-siswi banyak yang mengenakan masker sambil melakukan gerakan tarian erotis dengan baju minim dan corat-coret baju dengan cat semprot.
Sungguh tamparan keras bagi dunia pendidikan negeri ini kenapa masih ada perilaku selebrasi kelulusan seperti itu di saat wabah pandemi corona dan mungkin agak terlambat bagi saya untuk membahas tentang selebrasi kelulusan anak SMA atau SMK sederajat di tanah air.
Saya pribadi sedikit miris dengan fenomena perayaan kelulusan seperti itu sehingga menimbulkan banyak pertanyaan dalam hati ini yang salah satunya adalah apakah murid-murid itu sangat tertekan selama menjadi siswa SMA atau SMK? Kenapa setelah lulus, seperti lepas dari beban yang atau penjara sehingga merasa bebas atau merdeka saat dinyatakan lulus? Apakah yang salah dengan sistem pendidikan kita dalam pembentukan karakter anak didik?
Berdasarkan pengalaman dan pengamatan yang pernah saya lakukan tentang selebrasi kelulusan di negara lain misalnya Jepang, Korea, Jerman, atau Australia serta beberapa negara maju lainnya yang pernah saya kunjungi, rasanya belum pernah saya menemukan kasus semacam itu, yaitu konvoi naik sepeda motor ataupun corat-coret baju seragam mereka.
Di negara yang saya sebutkan di atas, belum pernah saya melihat juga ada anak yang naik sepeda motor ke sekolah. Mereka semua terbiasa dengan sepeda kayuh atau kendaran umum. Saat pengumuman kelulusan sekalipun, tidak ada euforia yang kebablasan seperti di sini yang padahal kita ketahui bersama bahwa negeri kita ini adalah negeri yang menjunjung tinggi adat istiadat dan norma agama dan norma kesopanan namun kenapa setiap tahun selalu terjadi kasus selebrasi yang negatif dari anak didik kita.
Itu artinya, ada yang salah dengan proses pendidikan di sekolah kita. Saya tidak bermaksud menyalahkan guru, sekolah atau orang tua, bahkan masyarakat walaupun kita sadari bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab semua stakeholders dalam dunia pendidikan.
Pendidikan karakter adalah tonggak keberhasilan dari anak didik kita. Jika gagal, artinya semua akan sia-sia. Percuma, kita membentuk anak yang pandai tapi tidak mempunyai karakter dan budi pekerti yang mulia. Guru adalah garda terdepan dalam memberikan suri tauladan dan contoh dalam berkata, bersikap dan berperilaku sehari-hari kepada kepada anak didik.
Perlukah anak didik setelah lulus SMA atau SMK sederajat untuk langsung masuk wajib militer ?
Saya hanya memberikan penggambaran dengan membandingkan dari beberapa negara seperti di Korea, Thailand, ataupun di Jerman di mana siswa di negara itu setelah dinyatakan lulus SMA, mereka semua harus mengikuti wajib militer selama 1 sampai dengan 2 tahun di kemiliteran sebagai bentuk bela negara apabila tidak diterima di perguruan tinggi negeri.
Di Jerman, para siswa yang sudah menamatkan SMAnya, mereka tidak diperbolehkan melanjutkan kuliahnya secara langsung ke semua perguruan tinggi di Jerman. Ada 2 pilihan bagi mereka, yaitu masuk wajib militer selama minimal 1 tahun atau mengikuti program sosial yang penempatannya adalah di negara lain di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Saat mereka selesai wajib militer, barulah mereka boleh melanjutkan studinya.
Negara Thailand juga demikian, mayoritas mereka mengikuti wajib militer setelah lepas SMA. Apalagi Korea, aturan wajib militernya sangatlah keras. Siapa yang tidak mau, maka dia harus masuk kedalam tahanan. Tidak peduli anda anaknya siapa, atau bintang film sekalipun, tetap dikenai aturan yang sama untuk aktif dalam wajib militer. Negara Amerika lebih ketat lagi wajib militernya. Mereka yang masuk wajib militer, biasanya tertulis huruf G.I pada bajunya, yaitu General Issue ( wajib militer) dan penempatannya di daerah perbatasan pada negara tersebut.
Pertanyaan selanjutnya adalah siapkah anak didik kita selepas lulus SMA untuk langsung masuk wajib militer untuk membentuk generasi yang tangguh berkarakter, berdisiplin dan mempunyai semangat juang serta rasa nasionalisme yang tinggi sehingga di masa depan kebiasaan selebrasi kelulusan anak didik yang negatif bisa dikendalikan?
Salam
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
