Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
AKANKAH MEREKA MENJADI GENERASI KITA YANG HILANG?
imagesourcefrom.platformno.9.com

AKANKAH MEREKA MENJADI GENERASI KITA YANG HILANG?

AKANKAH MEREKA MENJADI GENERASI KITA YANG HILANG?

Oleh : E.A.Wahyudiono

Lost Generation, itulah saat kita menyebut satu generasi dalam periode satu dekade yang mengalami perubahan tatanan kehidupan mapan yang sudah terbentuk bertahun-tahun dalam proses berkehidupan berbangsa dan bernegara.

Banyak faktor yang menyebabkan adanya pergeseran nilai ipoleksosbud hankamrata (ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan, rakyat semesta). Faktor tersebut dipicu oleh banyak sebab antara lain Perang, Bencana global, Resesi Ekonomi, Konflik Politik, Pendidikan yang tidak bermutu, Sosial Budaya yang bergeser, Pandemi penyakit dan ketahanan keamanan dalam dan luar negeri dari rakyat suatu bangsa.

Saat ini, semua faktor tersebut di atas terjadi pada banyak negara di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Dampaknya sudah bisa dirasakan pada kehidupan sehari-hari oleh masyarakat dan hal itu mengubah way of life masyarakat global. Tatanan yang dibangun oleh peradaban selama kurun waktu dalam banyak decade menjadi runtuh dalam sekejap dan terbentuk lagi tatanan baru atau new normal life.

Peranan pemerintah kita dalam menyiapkan the next generation dalam proses re-generasi seolah-olah terpotong dengan adanya banyak masalah global dan membuat generasi selanjutnya menjadi generasi yang hilang (lost generation). Disadari atau tidak, faktor pendidikan menjadi terimbas juga dan sebagai penentu utama setelah masalah kesehatan generasi selanjutnya.

Semua negara takut jika generasi muda mereka sebagai penerima tongkat estafet tonggak pembangunan negara mengalami kerusakan dalam hal fisik, moral dan mental. Sebagai misal, kita tahu semua bahwa negara Amerika begitu gencar memerangi narkoba yang berusaha menerobos masuk dan merusak negara itu. Dana yang dihabiskan sudah jutaan dollar. Meskipun demikian, fisik, mental dan moral para generasi mudanya harus dijaga ketat. Berapapun dana yang dihabiskan, Amerika tetap menjaga negaranya.

Jepang juga mengalami krisis moral pada para generasi mudanya walaupun secara ekonomi, teknologi dan budaya masih terjaga. Oleh karena itu, banyak para pelajar dari seluruh dunia diberikan beasiswa untuk belajar banyak ilmu pengetahuan di Jepang dengan tujuan untuk menjaga generasi mudanya bisa membangun link to the world terutama dengan para cendekiawan seluruh dunia yang semata untuk menjaga aset negara Jepang di seluruh dunia terkait kebijakan ekonomi, industri dan budaya.

Semua negara belajar dari sejarah kelam mereka. Perlu kita ketahui bersama bahwa generasi muda negara Jerman harus menerima cemoohan dan kebencian masyarakat Eropa karena Perang Dunia 2. Negara Kamboja, generasi muda dan para cendekiawan seperti dokter, guru, pegawai negeri, insinyur dan lainnya dibunuh oleh Pol Pot dengan rezim Partai Demokrasi Khmer yang ternyata berafiliasi dan berhaluan komunis.

Belum lagi banyak Negara di Afrika yang masih menyisakan banyak konflik politik dan perang. Generasi muda mereka menjadi generasi yang hilang dan itu sulit apabila ingin memulai membangun sebagai satu bangsa yang unggul di dunia ini

Bagaimana dengan generasi muda kita yang tengah didera wabah corona ini? Proses pendidikan pada anak didik kita sebagai generasi penerus tetaplah berjalan meski dengan pencapaian target minimal dari tujuan pembelajaran. Kesehatan mereka juga menjadi prioritas utama secara fisik untuk selalu dijaga bersama meskipun secara moral dan mental sudah dilanda kebimbangan untuk melangkah ke depannya. Rasa bosan dan jenuh meliputi jiwa mereka, semangat belajar juga menurun, hilangnya perasaan optimis dan kebingungan untuk bersikap dalam kondisi karena adanya wabah Covid-19.

Generasi Corona, itulah julukan yang mereka berikan pada diri mereka sendiri. Lulus dan wisuda tanpa kebanggaan dan lapangan pekerjaan yang semakin lama menghilang membuat mereka sering bertanya," Masih adakah generasi emas bagi kita kedepannya? Akankah kita menjadi satu generasi yang hilang untuk berperan aktif dalam kemajuan sebagai satu bangsa?"

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post