Alat Pendeteksi Kebohongan di Ruang BK Sekolahku
Alat Pendeteksi Kebohongan di Ruang BK Sekolahku
Oleh : E.A.Wahyudiono
Begitu banyaknya kasus yang harus ditangani oleh Ibu Ari selaku guru Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolahku membuat penyelesaian pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh para murid menjadi tertunda atau terkatung-katung karena banyak ketidakjujuran saat sesi wawancara dalam konseling yang disampaikan oleh murid, orang tua atau walinya.
Oleh karena itu, untuk membantu mempercepat prosesnya, pihak sekolahku membeli alat pendeteksi kebohongan yang canggih dengan harga yang lumayan sangat mahal. Alat tersebut dioperasikan dengan berbasis audio dengan sinar infra red yang diarahkan pada mereka yang sedang diproses melalui wawancara.
Apabila cerita pelanggaran atau data yang mereka sampaikan tidak benar, alat pendeteksi kebohongan (Lie Detector) segera mengetahui adanya ketidakjujuran dari si pembicara melalui analisa jaringan saraf, tekanan darah dan nada suara mereka. Alat yang mahal itu akan mengeluarkan peringatan melalui loudspeaker dengan keras, seperti “Anda, ibu, atau bapak telah berbohong!”, Jadi memudahkan guru BK dalam menangani kasus murid.
Alfa, salah satu muridku yang bermasalah dan berbuat onar serta juga jumlah ketidakhadirannya di sekolah membuat Ibu Ari melayangkan surat panggilan kepada kedua orang tua Alfa untuk datang ke ruang BK guna menemukan penyelesaian kasus anak mereka.
Saat hari yang ditentukan, Alfa dan kedua orang tuanya sudah berada di ruang BK, ibu Ari segera menyiapkan alat pendeteksi kebohongan dan mengarahkan pada mereka bertiga untuk mengetahui bila ada yang bercerita tidak benar. Setelah guru BK tersebut memaparkan pelanggaran yang dilakukan oleh Alfa, bapaknya menjadi sangat berang padanya meskipun dia anak tunggal yang menjadi kesayangannya.
Saat ditanya oleh bapaknya kenapa membolos, Alfa segera menjelaskan kalau dia tidak masuk sekolah karena belajar kelompok untuk mengerjakan tugas dengan teman-temannya. Begitu selesai dia bicara, tiba-tiba alat pendeteksi berbunyi,” Alfa telah berbohong”. Maka dengan segera Alfa menjadi tidak berkutik dan akhirnya mengakui secara jujur kalau dia membolos dan bermain game online di warnet dengan teman-temannya.
Karena marah, dengan sedikit nada emosi, bapaknya mengatakan bahwa dia sama sekali tidak menyangka bahwa anaknya telah berani membolos dan memalukan bapak dan Ibunya. Bahkan bapaknya sedih karena Alfa tidak bisa meniru seperti dia yang dulu waktu sekolah selalu terkenal pintar dan selalu menjadi juara kelas. Begitu selesai ayahnya Alfa bicara, “Bapak telah berbohong !”, seketika alat itu bersuara keras. Semua jadi saling mengamati dan diam khususnya bu Ari sebagai guru BK.
Ibunya Alfa, mengetahui kebohongan anak dan suaminya menjadi malu di depan guru anaknya tersebut dan berkata sopan pada bu Ari, “ Maafkan ya bu, kelakuan anak tunggal saya, Alfa sungguh tidak pantas sekali apalagi berani berbohong jika belajar kelompok, yang padahal membolos. Itu semua karena bapaknya Alfa ini juga pandai berbohong, jadi anaknya ya seperti ini, jadi meniru bapaknya asli ini !”. Tiba-tiba, alat pendeteksi kebohongan segera bekerja otomatis dan bersuara, “ Ibu juga telah berbohong!”
Salam
(Cerita dipersembahkan untuk guru, murid yang suka membolos, orang tua atau para wali murid )
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
