Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
GURU PREMAN
imagesourcefrom.kuslk.com

GURU PREMAN

GURU PREMAN

Oleh : E.A.Wahyudiono

Tak terasa setelah beberapa jam perjalanan dari kotaku, menjelang tengah malam sampailah juga rombongan bus pariwisata yang membawa rombongan anak didikku di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Sebagai wali kelas, aku bertanggung jawab pada kesehatan dan keselamatan semua muridku di dalam bus F. Mereka semua tertidur setelah perjalanan yang melelahkan dari kota Magetan untuk menuju Pulau Dewata sebagai tempat destinasi study tour yang sudah diprogramkan oleh OSIS.

Begitu bus antri untuk masuk ke dalam kapal Feri yang akan menyeberangkan semua bus rombongan kami, beberapa muridku yang baru bangun dari tidur, khususnya anak putri minta izin padaku dan sopir untuk ke toilet karena mereka sudah tidak tahan di dalam bus yang dinginnya suhu AC (Air Conditioner) terasa menusuk tulang.

Demi keamanan para muridku yang berombongan ke toilet, aku pun segera mengawal mereka untuk menghindari adanya kasus pemalakan yang biasanya terjadi di pelabuhan yang dilakukan oleh preman (free man) di tempat itu. Seperti biasa, dengan memakai celana jeans gelap, jaket kulit dan topi hitam, aku mengamati dan memastikan bahwa semua anak didikku sudah kembali ke bus F.

Setelah yakin bahwa tidak ada siswa yang tertinggal di area toilet dan pelabuhan, dengan segera aku menuju bus rombonganku ku. Dikarenakan ada banyak bus pariwisata yang antri untuk masuk kapal Feri, aku akhirnya menemukan bus F saat melihat dari tanda di kertas yang menempel di kaca depan bus.

Karena suasana pelabuhan pada tengah malam itu gelap, begitu mau masuk pintu depan bus, aku lihat beberapa siswa masih bergerombol di samping bus. Maka, dengan berteriak, aku minta mereka untuk naik ke dalam bus agar segera berangkat. Setelah semua masuk bus, aku pun menyusul, namun ada 2 orang pengamen di dalam bus dan aku minta untuk segera turun.

Begitu anak-anak sudah duduk di kursi busnya masing-masing, ada hal yang janggal. Aku tidak kenal dengan sopir busnya, juga ada 2 orang guru perempuan yang duduk di depan pun aku juga tidak mengenalnya. Apalagi para muridnya, semuanya tidak ada yang aku kenal. Tiba-tiba, salah satu guru bertanya, “Maaf, bapak siapa?, Kenapa masuk bus rombongan kami dari SMA Semarang ini?”

Dengan tenang dan menunjukkan wajah sangar, aku jawab dengan tegas,”Mohon perhatian, apakah semua siswa sudah masuk bus ini?” Mereka serempak menjawab,”Lengkap !” Akhirnya aku tambahi,”Saya adalah orang yang bertanggung untuk mengizinkan bus pariwisata di pelabuhan ini untuk masuk dulu apa tidak ke Kapal Feri menuju Pelabuhan Gilimanuk. Mohon kerja sama semuanya, Jangan ada yang tertinggal di toilet. Untuk pak Sopir dan para guru mohon mengawasi anak didiknya. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama berada di kapal Feri. Jaga kesopanan dan jaga nama baik sekolahmu, Paham semua?!. Pak sopir, karena sudah lengkap, silakan langsung masuk ke kapal sekarang !”

Begitu turun, bus dari rombongan pariwisata salah satu SMA dari Semarang itu pun berangkat masuk Kapal Feri dan aku masih menoleh ke kanan dan kiri untuk mencari di mana tempat parkir bus F, bus rombongan sekolah yang menjadi tanggung jawabku.

Salam

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post