JANGAN PANDANG WARNA KULIT SAAT SALAT JUMAT DI UWA (UNIVERSITY OF WESTERN AUSTRALIA )
JANGAN PANDANG WARNA KULIT SAAT SALAT JUMAT DI UWA (UNIVERSITY OF WESTERN AUSTRALIA )
Oleh : E.A.Wahyudiono
Sungguh merasa berdosa sekali saat saya mempunyai pemikiran yang rasialis (racist) saat mengikuti kegiatan salat jumat di salah satu gedung pertemuan yang berada di Universitas Australia Barat di Kota Perth, Australia.
Kegiatan salat jumat yang biasanya saya ikuti saat berada Perth adalah di Masjid di pinggiran kota. Masjid dengan gaya arsitektur kelenteng dengan warna dominan merah itu sebenarnya memang bekas kelenteng yang dipakai untuk kegiatan ibadah penganut Konghucu, namun setelah dibeli dari uang donasi para muslim, sekarang beralih fungsi menjadi masjid dengan pembenahan sarana seperti tempat wudhu, imam dan mimbarnya.
Bapak Abdul Hannan adalah pengurus masjid tadi. Beberapa puluh tahun yang lalu, beliau dari Afghanistan dengan keluarganya beremigrasi ke Australia. Setiap saya datang, beliau selalu ramah dan memberikan salam pada saya saat baru masuk masjid itu. Beliau ingat bahwa saya berasal dari Indonesia. Pada satu kesempatan berdiskusi beliau ingin sekali untuk mempunyai waktu agar bisa mengunjungi Indonesia pada suatu hari dan melihat kehidupan para muslim di tanah air kita.
Karena ada tugas pertemuan dari Canning College yang berada satu lokasi dengan Universitas Curtin di Perth ke Universitas Australia Barat, sekalian saja saya salat jumat bersama seluruh mahasiswa yang ada di situ. Ternyata jumlah yang hadir membuat saya terharu. Ada kurang lebih 80 orang yang ada di dalam ruangan termasuk para mahasiswa, dosen dan para musafir.
Saat saya amati mereka yang hadir, mayoritas adalah warga Negara Afrika, kemudian Timur tengah, Malaysia, Singapura, Pakistan dan Indonesia. Tentu saja warga Negara Australia yang muslim juga ada yang hadir. Kaum berkulit gelap mendominasi ruangan untuk tempat salat jumat itu.
Saya hanya mengamati dari warna kulitnya saja bahwa rata-rata yang berkulit hitam itu adalah warga negara dari Afrika. Saya bisa membedakan mana yang kaum Aborigin dan mana dari mereka yang orang Afrika. Ada sedikit perbedaan pigmen meskipun sama-sama berkulit hitam. “ Wah, banyak sekali ya orang yang hadir dari mereka yang berkulit gelap atau hitam di salat jumat ini” itulah kalimat yang ada dalam pikiran saya.
Begitu suara azan dikumandangkan bahwa salat jumat akan dimulai, betapa terkejutnya saya bahwa yang menjadi bilal atau muazin adalah salah satu yang berkulit hitam dari Afrika tadi. Suara azannya merdu sekali. Sungguh menggetarkan hati bagi mereka yang mendengarnya. Rasanya bulu di sekujur badan saya menjadi berdiri dan takjub. “ Ya Allah, Engkau berikan pada muazin ini suara yang menggetarkan hati dalam memanggil kami semua untuk melaksanakan salat jumat, Masyaallah!’ hati saya ikut bersyukur karena juga berkulit hitam.
Kemudian saat khatib sekaligus imam naik ke mimbar, kali ini saya juga lebih terkejut lagi bahwa beliau juga orang Afrika dan berkulit gelap. Dengan khotbah dalam bahasa Inggris yang lembut dan lafal yang jelas serta materi khotbah yang menyejukkan hati dan pikiran tentang nilai manusia di mata Allah SWT membuat saya menjadi semakin kecil nilainya dan berdosa telah menilai mereka dari warna kulitnya. Kok, khotibnya tahu apa yang sedang saya pikirkan. Allah SWT telah mengingatkan saya saat itu juga. Mohon ampun Ya Allah !
Setelah kegiatan ibadah salat jumat selesai, kami semua beramah-tamah dan saling berkenalan dan saling bermaafan serta berpelukan. Saat saya tahu bahwa yang menjadi muazin dan khatib tadi ternyata merupakan para Profesor dari Universitas di Kenya, Afrika dan menjadi dosen tamu di University of Western Australia untuk Fellowship Program. Sungguh rasanya sangat mengharukan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
