Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mengajar di SMA Hasami di Jepang, Masuk Berita di Surat Kabar tuh !
dokpri.SMA Hasami,Nagasaki

Mengajar di SMA Hasami di Jepang, Masuk Berita di Surat Kabar tuh !

“Mengajar di SMA Hasami di Jepang, Masuk Berita di Surat Kabar tuh !”

Oleh : E.A.Wahyudiono

Bapak Rudi Darmawan, rekan dari Yogyakarta meledek saya dengan kalimat seperti itu sambil menunjukkan surat kabar dalam Bahasa Jepang kepada saya saat berada di kampus. Saya terkejut juga karena tidak mengira akan masuk berita pada halaman pendidikan di surat kabar di Jepang.

Beliau adalah adik kelas saya saat sedang menempuh studi di Universitas Nagasaki. Kami berdua merupakan mahasiswa dari Indonesia yang belajar di Fakultas Pendidikan (Kyoiku Gakubu) yang sama namun beda jurusan. Saat ini beliau menjabat sebagai Pengawas untuk tingkat SMP di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Karena saya sudah masuk tahun kedua selama belajar di Jepang, sesuai dengan kalender perkuliahan maka saya harus mengikuti PPL (Praktik Pengalaman Lapangan), yaitu mengajar di salah satu SMA di daerah Hasami Chou. Chou artinya setingkat dengan kecamatan yang terletak di luar Kota Nagasaki. Sedangkan Pak Rudi yang masih berada di tahun pertama belum mendapatkan pengalaman micro teaching tersebut.

Selama mengajar di SMA Hasami, saya tinggal di rumah Bapak Sakitani yang mempunyai satu orang anak perempuan yang bernama Rie Sakitani. Pak Sakitani bekerja sebagai petani dan istrinya juga demikian. Beliau berdua merupakan orang tua asuh yang sangat ramah bagi saya. Anak putri tunggalnya, Rie Chan juga bersekolah di SMA di tempat saya melakukan praktik mengajar. Setiap pagi sekitar pukul 07.00 waktu Jepang, saya dan Rie Chan berjalan kaki menuju sekolah yang lokasinya tidak begitu jauh.

Sungguh pengalaman yang sangat berbeda bila dibandingkan dengan mengajar di tanah air. Ada tahapan dan prosedur yang berbeda sebelum mengajar. Misalnya, sebelum mengajar saya harus menyerahkan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) kepada wakil kepala sekolah.

Pada tahun 2000 saat itu, saya hanya membuat rencana pelaksanaan mengajar itu seperti RPP yang sedang disampaikan Mas Nadiem, yaitu cuma RPP satu halaman. Istilahnya disebut Lesson Plan. Begitu saya kembali ke tanah air, terpaksa juga harus kembali lagi membuat RPP berlembar-lembar tanpa pernah saya membacanya sebelum mengajar.

Bagaimanakah dengan keaktifan siswa SMA di Jepang?

Saya tidak bermaksud membandingkan dengan siswa SMA di tempat saya mengajar, namun pembelajaran yang mengedepankan pendekatan critical thinking pada anak didik saat itu sudah dilaksanakan di Jepang. Murid bebas menyampaikan pendapatnya. Juga tingkat keaktifan dan kerajinan sangat mendominasi pada setiap murid untuk belajar tuntas.

Kebiasaan lain dari murid SMA di Jepang adalah Inquiry atau self discovery. Mereka sepertinya dibimbing oleh guru agar bisa mengajar dirinya sendiri untuk mampu belajar mandiri. Memang istilah belajar adalah mengalami perubahan perilaku, pola pikir dan tiga kemampuan utama ( Pengetahuan, Keterampilan dan Afektif). Hal itu sama seperti di Indonesia saat ini.

Satu hal yang membuat saya kagum lagi adalah team work atau kerja sama di antara para siswa dalam mencapai tujuan. Jangan membayangkan team work ini dipakai untuk ujian, namun dipergunakan saat membuat project, olahraga, sosial, dan aspek lainnya.

Tidak kalah mengejutkan adalah keaktifan mereka dalam acara tanya jawab saat ada diskusi di dalam kelas atau seminar. Pertanyaan yang dilontarkan sangatlah menentukan kecerdasan anak didik itu sendiri karena mereka memiliki perasaan ingin tahu (curiosity) yang sangat tinggi akan ilmu pengetahuan seperti syarat yang ditentukan dalam spirit inquiry dan self discovery learning.

Semoga anak didik saya juga tidak kalah dalam semangat belajarnya dibanding dengan siswa SMA di Jepang. Bismillah !

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post