NAMA PRESIDEN DIJADIKAN NAMA BONEKA BERUANG UNTUK PENGGALANGAN DANA
NAMA PRESIDEN DIJADIKAN NAMA BONEKA BERUANG UNTUK PENGGALANGAN DANA
Oleh : E.A.Wahyudiono
Ini adalah kisah nyata, dimana nama yang diberikan pada boneka “Teddy Bear”, sesungguhnya adalah nama seorang presiden Amerika Serikat. Sampai sebegitu beraninya orang Amerika memberikan julukan boneka itu dari nama presiden mereka.
Nama presiden tersebut adalah Theodore Roosevelt dengan nama panggilan sehari-hari “Teddy”. Nama itu sudah terbiasa di sana dan masyarakat sudah mengenalnya dengan baik dan familier. Kemudian kenapa bisa menjadi nama boneka beruang?
Kisah nama beruang diambil dari nama presiden Amerika yang diambilkan dari **(censored)** menceritakan bahwa pada tahun 1902, masyarakat Amerika saat itu mempunyai hobi yang cukup ekstrem juga. Hobi yang dimaksud adalah berburu beruang di hutan belantara di sekitar sungai Mississippi. Termasuk juga presiden.
Saat semua pemburu mendapatkan hasil buruannya yaitu berupa beruang hitam sebagai bukti hasil keahliannya dalam menembak beruang, hanya Teddy, sang presiden yang tidak mendapatkannya. Demi menjaga harga dirinya, beberapa pengawal presiden menangkap beruang yang masih hidup dan mengikatnya di pohon.
Setelah itu mereka meminta Theodore Roosevelt untuk menembaknya. Saat moncong senapan diarahkan pada beruang itu, Presiden merasakan bahwa hal ini tidak benar. Sungguh pertarungan atau perburuan yang tidak adil. Mengapa dia harus menembak beruang yang tak berdaya itu demi memuaskan hobinya. Sungguh sikap yang sangat tidak sportif sekali.
Masyarakat yang mengetahui berita itu menjadi heran. Bahkan ada yang mencemooh, namun sebagian yang lain mengakui bahwa Presiden Theodore dianggap mempunyai hati terutama dalam melindungi populasi beruang hitam yang dianggap hewan yang semakin langka saat ini.
Sebagai bentuk apresiasi kepada Presiden, Clifford Berryman seorang kartunis dari media Washington Post menciptakan sebuah kartun Presiden Theodore dan seekor beruang di surat kabarnya yang diterbitkan pada tanggal 16 November 1902.
Kemudian kartun di surat kabar itu ternyata menginspirasi Morris Michtom seorang pemilik toko permen untuk membuat boneka beruang dan diberi nama Teddy Bear sampai dengan sekarang. Keuntungan dari hasil penjualan itu ternyata juga didonasikan kepada perlindungan satwa khususnya beruang hitam yang ada di Amerika Serikat.
Kisah yang sangat menginspirasi sekali dalam penggalangan dana untuk kegiatan amal ataupun menghadapi musibah. Kenapa kita para guru yang tergabung di dalam PGRI, IGI, **(censored)** dan Media Guru Indonesia (MGI) tidak bisa membuat boneka, jaket atau apa saja dijual pada anggota dan masyarakat yang keuntungannya dipakai untuk mengatasi penyebaran Covid-19 di masyarakat?
Bagaimana pendapat anda?
Salam
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
