Pentigraf, KARENA SAYA ADALAH!
Pentigraf, KARENA SAYA ADALAH…!
Oleh : E.A.Wahyudiono
Sepekan setelah kepulangan saya dari tugas belajar di Jepang selama hampir 2 tahun, membuat kerinduan saya akan bermain tenis dan menyapa rekan-rekan satu klub tenis di kota saya, Magetan sudah tak tertahankan. Selama saya menjadi mahasiswa di Jepang, saya selalu rutin untuk bermain tenis dengan beberapa mahasiswa Indonesia di lapangan di sebelah asrama mahasiswa. Sore hari itu, setelah melihat bahwa jadwal di lapangan PELTI Magetan adalah waktunya klub tenis APTEC (Aparatur Pemerintah Tenis Club) berlatih, saya pun segera meluncur ke lapangan sehabis salat Ashar dengan membawa peralatan tenis lengkap.
Sambil menunggu giliran bermain, saya bergabung dengan beberapa pemain lain yang ada di ruang tunggu pinggir lapangan. Saya kenal semua pemain tenis, namun ada 3 orang yang belum saya kenal baik dan saya kira mereka adalah pemain tenis yang baru bergabung di klub tenis milik Pemerintah Kabupaten Magetan itu. Dari pembicaraan serius yang saya tangkap di situ, ternyata bulan depan akan diadakan turnamen tenis antar klub dengan memperebutkan Piala Bupati Magetan dan hadiah uang pembinaan. Mengetahui hal itu, spontan saya memberikan teriakan semangat untuk teman-teman yang ada di lapangan untuk berlatih giat agar bisa menjadi juara di turnamen tenis bergengsi tersebut. Mereka yang di lapangan hanya tertawa. Tumben semua pemain serius banget dan sopan, biasanya penuh dengan teriakan dan kata-kata umpatan jika berlatih tenis. Saat itu, saya pun juga didaftarkan oleh ketua klub tenis APTEC sebagai pemain utama untuk pertandingan dengan mengeluarkan 2 regu.
Karena jumlah pemain kurang, saya bertanya pada 3 orang yang saya anggap anggota baru dari club tenis itu. Hanya 2 orang yang sudah berpakaian olahraga dan siap untuk berlatih, sedangkan yang satu orang lagi yang mengenakan baju batik malah hanya duduk-duduk saja tanpa memberikan dukungan. Akhirnya, saya pun bertanya karena tim tenis kekurangan pemain untuk pertandingan tenis piala Bupati, kenapa tidak ikut bergabung dan hanya duduk di situ serta melihat orang berlatih tenis? Beliau pun menjawab bahwa dia bisa tenis tapi tidak boleh bertanding selama turnamen tersebut. Hal itu aneh juga, jadi sekali lagi saya bertanya kepada beliau karena alasannya aneh dan tidak masuk akal. Rekan-rekan pemain lainnya hanya bengong melihat saya menanyakan hal itu. Beliau dengan sopan dan dengan tutur kata yang lembut menjawab, “ Karena saya Sunarto, Bupati Magetan yang sekarang dan yang 2 orang ini adalah ajudan saya”.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
