Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pentigraf   WALI MURID YANG CERDAS

Pentigraf WALI MURID YANG CERDAS

Pentigraf :  WALI MURID YANG CERDAS

Oleh ; E.A.Wahyudiono

Sepulang tugas menjadi pembina lomba Kompetisi Robotik tingkat SMP dan SMA se Asia di Okayama,Jepang,  seperti biasanya jika saya bertugas di luar negeri, begitu hari pertama masuk kantor, langsung disambut oleh rekan-rekan guru dan staf tata usaha. Hal pertama yang ditagih adalah souvenir dan kemudian pasti saat jam istirahat siang untuk ishoma dan yang kedua, saya langsung diajak ke salah satu rumah makan di kota saya untuk mentraktir mereka sebagai rasa syukur karena telah mendapat juara 1 di ajang lomba tersebut.

Begitu bel jam istirahat siang berbunyi, saya dengan rekan guru dan karyawan tata usaha yang sebelumnya sudah saling berjanji untuk berkumpul di tempat parkir mobil sekolah. Berombongan sejumlah 10 orang yang dibagi dengan dua mobil, kami segera meluncur ke restoran yang diinginkan yang lokasinya hanya 5 menit dari sekolah. Begitu masuk ke ruang makan di restoran tersebut, kami semua segera memesan menu apa saja yang rekan-rekan inginkan. Sambil menunggu makanan disajikan, secara tidak sengaja, saya melihat satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, ketiga anak beserta menantunya  dan dua cucu mereka diajak serta. Ternyata saya mengenali mereka sebagai salah satu wali murid karena ketiga anak mereka adalah murid saya di sekolah meskipun saya tidak pernah mengajar anaknya secara langsung di kelas. Kami pun saling bertegur sapa dan menanyakan kabar putra-putri mereka yang sudah lulus kuliah dan sudah menikah namun belum mendapatkan pekerjaan tetap. Mereka mengenali saya karena saya sebagai wakil kepala sekolah saat anak mereka sedang belajar di sekolah di tempat saya mengajar.

Tak berapa lama, hidangan kami pun disajikan oleh pelayan restoran dan dengan segara kita nikmati bersama-sama rekan-rekan guru dan karyawan. Di tengah kita menikmati makanan, tiba-tiba satu keluarga yang juga sedang pesta keluarga di situ, mohon pamit pada kami semua dan menyampaikan banyak terima kasih pada kami semua, para guru.  Sedangkan, ibu mereka sedang berbicara dengan salah satu karyawan restoran bagian kasir. Dengan sopan dan hormat, kami semua menyilahkan mereka. Akhirnya, setelah puas menikmati sajian, saya memanggil salah satu bagian kasir untuk menghitung tagihan makanan sejumlah 10 orang tersebut. Begitu kuitansi disodorkan, saya segera mengeluarkan dompet untuk membayar, namun sejenak mata saya tertuju pada jumlah tagihan yang hampir dua kali lipat dari harga biasanya. “Mas !. Tolong dichek lagi, ini yang harus saya bayar kok banyak sekali, nggak salah nih?” Tanya saya dengan sopan. Teman-teman juga heran. Dengan sopan pula, pelayan tadi menjawab,” Maaf pak, ini tagihan untuk 10 orang dari rombongan bapak plus tagihan rombongan keluarga dari bapak yang tadi duduk di sana sebanyak 10 orang juga. Kata beliau, semua akan menjadi tanggungan dan dibayari oleh pak Eko !’.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post