Eko Adri Wahyudiono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SEHARI, MENJADI MAHASISWA PROGRAM DOKTORAL FAKULTAS PERIKANAN DI UNIVERSITAS NAGASAKI
dokpri

SEHARI, MENJADI MAHASISWA PROGRAM DOKTORAL FAKULTAS PERIKANAN DI UNIVERSITAS NAGASAKI

SEHARI, MENJADI MAHASISWA PROGRAM DOKTORAL FAKULTAS PERIKANAN DI UNIVERSITAS NAGASAKI

Oleh : E.A.Wahyudiono

Sungguh tidak menyangka sama sekali, bahkan membayangkan saja tidak pernah terlintas di dalam pikiran ini jika saya dipaksa menjadi salah satu mahasiswa Program Doktoral di fakultas perikanan di Universitas Nagasaki, Jepang pada awal musim panas di tahun 2000.

Seperti biasanya, setelah perkuliahan saya usai pada kelas seminar di fakultas pendidikan (kyoiku gakubu) di ChoDai, yaitu nama lain dari Universitas Nagasaki, dengan tidak membuang waktu, saya segera menuju ke fakultas perikanan untuk menemui senpai (senior) saya.

Mereka adalah Yusli Wardiatno San, Bambang San, Abdul Jabarsyah Ibrahim San, Dharmayugo Hermansyah San dan Hinekke san. Mereka semua adalah senior saya yang saat ini rata –rata sudah bergelar Profesor dengan memegang jabatan strategis di berbagai kementerian dan universitas di Indonesia.

Pintu utama masuk ke dalam gedung fakultas perikanan berlantai 4 itu tidak bisa dimasuki oleh mereka yang bukan mahasiswa jurusan perikanan. Saya, meskipun jurusan pendidikan, bisa masuk karena sudah diberi kode nomor pintu oleh Yusli San (Saat ini, Prof. DR.Yusli Wardiatno, M.Sc, dan menjadi dosen di IPB, Bogor). Karena tahu angka kombinasi pintunya, secara otomatis saya leluasa untuk bisa berkunjung di gedung fakultas perikanan itu.

Pada hari Kamis siang, setelah saya masuk lobi utama di fakultas perikanan (Suisan Gakubu), suasana saat itu agak berbeda daripada hari biasanya. Semua nampak lengang, sepi dan hening. Saya tidak menjumpai satu pun mahasiswa atau mahasiswi yang sedang melakukan perkuliahan, riset ataupun praktikum.

Hal itu di luar kebiasaan sehari-hari. Saya hafal karena saya hampir tiap hari berkunjung ke fakultas perikanan yang lokasinya dekat dengan fakultas pendidikan.” Semua pergi kemana ya?” Itulah yang selalu saya pikirkan selama masuk ruangan demi ruangan. Saya berkeinginan untuk mengirim pesan lewat SMS ( short message service) dari gawai saya ke Pak Yusli, akan tetapi saya urungkan karena takut mengganggu jika ternyata beliau ada kelas dengan Profesornya.

Saat sedang keheranan karena tidak menemukan satu pun mahasiswa asing atau Jepang yang ada di situ, tiba-tiba, saya dikejutkan oleh salah satu dosen jurusan perikanan yang memanggil saya. Saya pun memenuhi panggilan beliau yang melambaikan tangannya ke arah saya tadi. Betapa kagetnya saya saat saya baru menyampaikan salam ke beliau. “ Konnichiwa, Sensei !” (Selamat siang, Pak!).

Tanpa membalas sapaan saya, tas yang berisi buku perkuliahan di tangan, diambil paksa oleh beliau. Saya pun sedikit takut dan bertanya-tanya dalam hati. “Komattana!” (Waduh, saya dapat masalah nih). Belum juga saya bicara apa-apa atau menjelaskan, beliau sudah berkata dengan nada keras seperti orang yang sedang marah,” Kimi wa nande yoku benkyou suru bakari..nani kore ?, Ima, anata no tomodachi, minna asoko de suisan gakubu no ryugakusei no wa party ga arimasu!, minna matte iru yo ! ike !” (Kamu ini kenapa selalu belajar melulu seperti ini , apa ini ?, Kamu tahu, sekarang semua teman-temanmu dan semua mahasiswa asing sedang mengadakan pesta di sana, semua orang menunggu tuh, ayo, pergi sana!).

Beliau berkata seperti itu dan langsung menggandeng tangan saya ke belakang gedung fakultas perikanan. Ternyata semua senior saya yang saya sebutkan juga mahasiswa asing serta Jepang sedang pesta barbeque di sana. Daripada saya menjelaskan ke dosen itu malah jadi masalah, akhirnya, saya pun diam dan memilih untuk ikut berpesta.

Saat hal itu saya ceritakan, semua para senior di fakultas perikanan yang dari Indonesia tertawa semua. Pak Bambang menambahi," Sesekali jadi mahasiswa program doktor di fakultas perikanan, nggak papa lah!, dosennya gak hafal kok !", sambil tersenyum ke arah saya

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post